Kembali
Motivasi Menulis

Menolak Merasa Gagal – 12

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Failure isn’t the end. Failure is just the chance of a new beginning, just like every first draft. The end is success. That’s where your road leads. Keep on writing” –Laura Tong.

.

Sangat banyak penulis besar yang mengawali karier dari kegagalan dan penolakan. Salah satunya adalah Meg Cabot, penulis serial “The Princess Diaries”.

Setelah terbit, novel serial ini sukses melahirkan dua film. Namun sebelum menjadi novel laris, Cabot harus rela menikmati pahitnya penolakan selama tiga tahun. Cabot menyimpan semua surat penolakan itu di dalam tas, di bawah tempat tidurnya.

Kepada Reuters yang mewancarainya, Cabot bercerita tentang karier penulisan yang dijalani. “Saya menulis novel sebagai hobi, karena saya memang suka menulis”, ujar Cabot. “Saya tahu betapa sulit untuk menerbitkan buku, maka tidak pernah terpikir oleh saya untuk mencoba,” lanjutnya.

Setelah menikah dan bekerja di NYU (Universitas New York) suami Cabot memotivasi agar ia mencoba mengirim naskah ke penerbit. Iapun mulai mengirim naskah novel yang sudah selesai ditulis. Sekitar tiga tahun ia mendapat penolakan dari berbagai penerbit, hingga akhirnya berhasil mendapatkan penerbit yang bersedia menerbitkan naskahnya.

Never Give Up

“Don’t give up. If you do get any kind of input, consider it. Don’t take it too much to heart if you don’t agree with it but I got some good advice in my rejection letters. Write all the time and read as much as you can” –Meg Cabot.

Berpindah dari satu penerbit ke penerbit lainnya, dan selalu berujung kepada penolakan. Surat penolakan itu justru memotivasi Cabot, maka ia menyimpan semuanya. “Saya memiliki tas raksasa yang berisi surat-surat penolakan dari banyak penerbit”, ungkapnya. “Saya bahkan tidak kuat mengangkatnya”, lanjut Cabot.

Bahkan Cabot mencatat nama editor yang pernah menolak naskahnya dengan penilaian yang sangat negatif. “Bukannya saya menolak untuk bekerja sama dengan mereka lagi, tetapi saya ingin mengingat siapa mereka”, ungkapnya.

Salah satu editor itu mengatakan, “Naskah The Princess Diaries ini tidak cocok untuk anak-anak”. Ini penilaian yang sangat menyakitkan bagi Cabot waktu itu. “Lucu, bagaimana mereka menjadi sangat baik padaku sekarang ini,” ungkapnya.

Saat naskah Cabot ditolak di tangan editor sehingga gagal terbit selama tiga tahun, tak ada yang peduli dengannya. Setelah The Princess Diaries terbit dan laris, mendadak banyak orang bersikap baik kepada dirinya.

Saat ditanya Reuters, apa saran Cabot untuk para penulis pemula, ia menjawab, “Jangan menyerah”. Ya, inilah kalimat saran yang harus terus menerus diingat dan dilaksanakan untuk mencapai tangga sukses. Anda tidak akan sukses sebagai penulis, jika mudah menyerah.

“Jika Anda mendapatkan masukan apa pun, pertimbangkanlah. Namun jangan terlalu ambil hati jika Anda tidak setuju dengannya. Saya mendapat beberapa saran bagus dalam surat penolakan itu”, ujar Cabot.

Saran lain yang sangat penting adalah, “Menulislah sepanjang waktu dan membaca sebanyak yang Anda bisa,” ujar Cabot. Ia sendiri gemar membaca Harry Potter. Ia juga belajar mentalitas Rowling bagaimana menghadapi penolakan penerbit.

Kegagalan Bukanlah Akhir Karier

“See your version of success as being at the head of the road; what happens along the way is immaterial. It certainly isn’t terminal. Neither is it stronger than you” –Laura Tong.

Laura Tong menyatakan, kegagalan bukanlah akhir dari karier menulis. Sangat banyak penulis besar dunia yang harus lahir dari kegagalan, dan mereka semua mampu melewatinya.

Untuk mencapai sukses, terkadang harus melewati kegagalan. Ini biasa saja. “Lihat versi kesuksesan Anda sebagai yang terdepan; apa yang terjadi di sepanjang jalan menuju sukses, tidaklah penting. Ini jelas bukan terminal. Juga tidak lebih kuat dari Anda”, ungkap Laura Tong.

“Hentikan pikiran bahwa satu sandungan –atau bahkan belasan sandungan, akan bisa menghentikan Anda,” ujar Tong. Menurutnya, Anda harus mampu melihat bahwa kegagalan justru akan membuat Anda menjadi penulis sukses.

Semua penulis sukses akan berusaha mencari cara keluar dari masalah yang sedang mereka hadapi. Terkadang merasa menemukan jalan buntu, namun mereka harus bisa melihat celah atau ‘jalan tikus’ untuk dilewati. Terkadang harus memutar, atau berbalik arah, dan mengulang menulis dari awal. Ini hal biasa saja.

Ambil inspirasi dari kisah Meg Cabot yang ditolak banyak penerbit sepanjang tiga tahun. Namun sekarang Cabot telah menjual lebih dari 25 juta buku di 38 negara. Bukankah itu jumlah yang sangat fantastis? Jika saat ditolak penerbit ia menyerah kalah, prestasi ini tak akan pernah ia capai.

Ditolak satu penerbit, ia bawa naskahnya ke penerbit lain. Ditolak lagi, ia bawa lagi penerbit berikutnya. Tiga tahun ia menerima surat-surat penolakan dengan alasan yang bermacam-macam. Surat itu masih ia simpan, dengan nama editor yang menyatakan penolakannya.

“Kegagalan bukanlah akhir. Kegagalan hanyalah kesempatan untuk memulai yang baru, sama seperti setiap rancangan pertama”, ungkap Tong. “Ujungnya adalah kesuksesan. Di situlah jalan Anda menuju. Maka teruslah menulis”, lanjutnya.

Bagaimana dengan Anda? Sudah siap gagal?

Bahan Bacaan

Laura Tong, 10 Ways To Stop Feeling Like A Failure As A Writer, https://writetodone.com, diakses 19 Mei 2022

Belinda Goldsmith, Book Talk: Author Cabot Shares Rejection with Rowling, https://www.reuters.com, 24 Juli 2007

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.