Kembali
Motivasi Menulis

Menolak Merasa Gagal – 2

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“The better, more subtle interpretation is that failure is a manifestation of learning and exploration. If you aren’t experiencing failure, then you are making a far worse mistake: You are being driven by the desire to avoid it; this strategy dooms you to fail” –Ed Catmull.

.

Ed Catmull presiden Pixar Animation dan Disney Animation dalam buku Creativity, Inc. menyatakan, “Proses mengembangkan sebuah cerita adalah salah satu penemuan. Meskipun prosesnya sulit dan memakan waktu, para kru tidak pernah percaya bahwa pendekatan yang gagal berarti mereka telah gagal”.

Ini adalah cara pandang yang sangat menarik dan positif. Mungkin saja mereka tidak berhasil menulis cerita seperti yang dibayangkan semula, namun bukan berarti itu gagal. “Mereka melihat bahwa setiap ide telah membawa mereka sedikit lebih dekat untuk menemukan pilihan yang lebih baik,” ujar Catmull.

Bagaimana Memahami Kegagalan?

“You topple over and scrape your hands and knees multiple times before you can balance and pedal in rhythm together. Mistakes are part of the journey. The same is true for writing” –Marcy Mason McKay.

Perasaan gagal, bisa dilihat dari sudut pandang proses. Seperti seorang anak yang belajar naik sepeda kayuh. Kadang ia harus jatuh terguling. Bahkan tangan dan lututnya terluka, berdarah dan menangis kesakitan. Kejadian ini bisa berulang beberapa kali sebelum akhirnya ia menjadi mahir, mampu menyeimbangkan dan mengayuh pedal secara benar.

Kesalahan adalah bagian dari perjalanan belajar. Hampir tidak ada anak yang belajar naik sepeda tanpa terjatuh. Namun dengan rela jatuh, rela luka berdarah, rela melakukan kesalahan saat menjalani pembelajaran, maka ia menjadi mahir bersepeda. Tak perlu merasa gagal, saat kegagalan itu sendiri menjadi bagian utuh dari pembelajaran.

Hal yang sama berlaku dalam proses menulis. Semua penulis hebat, dulunya adalah pemula. Mereka terlahir dari perut ibu dalam kondisi tidak membawa karya tulis. Mereka tidak bisamembaca, pun tidak bisa menulis. Seiring pertambahan usia, mereka mulai belajar membaca, kemudian belajar menulis.

Lihat seperti apa tulisan yang pertama kali mereka hasilkan. Tentu tidak sebagus tulisan mereka sekarang. Mengapa demikian? Karena tulisan di masa pembelajaran adalah harga yang harus dibayar, kondisi yang harus dihadapi, demi menjadi penulis handal pada suatu hari nanti.

Jadi, bagaimana Anda memahami kegagalan? “Penafsiran yang lebih baik dan lebih halus adalah bahwa kegagalan merupakan manifestasi dari pembelajaran dan eksplorasi,” ujar Marcy Mason McKay. Tak ada keberhasilan jika tidak ada pengalaman kegagalan.

“Jika Anda tidak mengalami kegagalan, maka Anda akan membuat kesalahan yang jauh lebih buruk. Anda didorong oleh keinginan untuk menghindari kegagalan. Kondisi ini justru membuat Anda gagal,” ungkap McKay.

Maka berhentilah merasa panik, bahwa Anda menulis dengan salah. Tetaplah menulis meski Anda mengetahui dan menyadari bahwa tulisan Anda banyak kesalahan. Jika Anda berhenti, maka selesai sudah proses pembelajaran Anda dalam menulis. Jika Anda menghasilkan karya tulis, bisa diperbaiki jika ada yang jelek. Bisa dibenarkan jika ada yang salah.

Namun jika Anda berhenti menulis, Anda tidak memiliki  karya tulis, maka tidak ada yang bisa diperbaiki, tidak ada yang bisa dibenarkan.

Kegagalan Tidak Bisa Dihindari

“The concept of zero failures with creative endeavors is worse than useless. It’s counterproductive. Experimentation in your story is seen as necessary and productive, not a frustrating waste of time” –Ed Catmull.

Banyak orang takut gagal, dan menganggap kegagalan sebagai kejahatan. Ed Catmull berpendapat, kesalahan sama sekali tidak jahat. Itu adalah konsekuensi tak terelakkan dari melakukan sesuatu yang baru, yang berharga. Menurutnya, tanpa kesalahan, tidak ada orisinalitas.

“Konsep nol kegagalan dengan upaya kreatif lebih buruk daripada tidak berguna. Ini kontraproduktif”, ungakp Catmull. “Eksperimen dalam menulis cerita adalah hal yang perlu dan produktif. Bukan buang-buang waktu yang membuat frustrasi,” lanjutnya.

Misalnya Anda belajar membuat puisi. Ternyata puisi Anda tampak jelek dan tidak memiliki keindahan. Anda tunjukkan puisi karya Anda kepada seorang senior yang sudah mahir menciptakan puisi. “Ini bukan puisi,” ujar senior. “Ini adalah kata-kata curhat”, lanjutnya.

Di titik itu Anda merasa gagal. Anda merasa melakukan kesalahan, bahwa yang Anda hasilkan ternyata bukan puisi. Tetapi, dari kesalahan ini Anda menjadi mengerti bedanya puisi dan kalimat curhat. Dari kesalahan ini Anda bisa melakukan perbaikan, sehingga pada akhirnya Anda mampu menciptakan puisi.

Contoh lain, Anda belajar menulis cerpen. Namun Anda bingung menciptakan ending. Anda sudah berusaha bersungguh-sungguh untuk menulis sampai selesai. Namun tidak berhasil. Anda merasa gagal menulis cerpen. Kegagalan ini membuat Anda bertanya kepada senior yang sudah pandai menulis cerpen.

Sang senior menunjukkan kepada Anda, bagaimana tips menciptakan ending dari cerpen. Dari situ Anda belajar. Hingga akhirnya Anda memiliki keterampilan membuat cerpen secara utuh dan bisa selesai. Bukankah kegagalan Anda telah menjadi jalan bagi Anda untuk mengerti? Maka jangan takut salah, dan jangan takut gagal.

“Uncertainty is part of writing’s magic and mystery. Quit fretting because any outcome is a good outcome. Failure in your writing is good” –Marcy Mason McKay.

Dalam menulis cerita, ada sisi-sisi yang tidak pasti. Karena Anda bisa memilih akhir sesuai keinginan. “Ketidakpastian adalah bagian dari keajaiban dan misteri menulis. Berhentilah resah karena hasil apa pun adalah hasil yang baik. Kegagalan dalam tulisan Anda adalah baik”, ungkap McKay.

Bagaimana dengan Anda? Sudah siap gagal? Jika telah siap, bersiap pulalah untuk mendapatkan keberhasilan.

Bahan Bacaan

Colleen M. Story, 24 Inspiring and Encouraging Quotes for Writers, https://writingandwellness.com, 17 Desember 2018

Marcy Mason McKay, The Two Best Reasons to Fail as a Writer, https://thewritepractice.com, diakses 17 Mei 2022.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.