Kembali
Ruang Tamu

Menulis adalah Penghubung Masa Lalu dan Masa Depan

.

Oleh : Sukma Rona (Alumni KMO Basic Batch 49)

“Dahulu alat menulis sangat terbatas dan langka, namun karya mereka sangat fenomenal. Sedangkan  kita dengan alat modern, justru banyak mendapatkan hambatan  untuk menulis” –Sukma Rona, 2022.

.

Peradaban manusia merupakan objek yang banyak dikaji oleh para ahli. Para arkeolog memiliki beragam teknik keilmuan untuk menentukan zaman dan kondisi peradaban suatu kaum.

Peninggalan orang orang terdahulu juga beragam. Sedangkan tulisan ataupun aksara dari berbagai belahan dunia merupakan informasi terpenting tentang kehidupan masa lalu. 

Aksara Paku merupakan aksara tertua di dunia yang muncul pada sekitar 3.000 tahun lalu di lembah Sungai Efrat dan Tigris (sekarang Irak). Aksara tersebut dikembangkan oleh bangsa Sumeria dan menjadi cikal bakal terciptanya seluruh jenis aksara di dunia.

Aksara Hangeul yang dipakai oleh masyarakat Korea merupakan aksara termuda di dunia. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong (1397-1450) pada 1443 masa Dinasti Joseon.

Aksara tersulit di dunia adalah bahasa Mandarin. Bahasa Mandarin memiliki beberapa dialek. Baik Mandarin Tradisional, Mandarin Sederhana dan Hanyu Piyin (dialek di Cina bagian utara). Setiap dialek memiliki aksara yang berbeda-beda.

Aksara Latin atau alfabet memiliki pengguna terbanyak di dunia. Pada sekitar 2.500 tahun lalu alfabet digunakan oleh bangsa Semit. Kemudian aksara tersebut dikenal sebagai aksara Romawi hingga berkembang menjadi alfabet Inggris dengan 26 huruf yang digunakan sampai sekarang. Masih banyak lagi aksara yang ada di dunia ini.

Penghubung Antar Generasi Manusia

“Menulis menghubungkan mimpi kita dan mimpi orang setelah kita” –Sukma Rona, 2022.

Setelah sejenak menelusuri aksara dunia, kemudian tulisan dari berbagai sumber memberikan informasi keadaan masing masing kaum di dunia ini. Hal ini adalah alasan yang sangat kuat bahwa menulis bagian terpenting dalam peradaban dan keberlangsungan kehidupan manusia.

Sejarah-sejarah besar dari kaum kaum terdahulu dapat tergambar dengan jelas dari bagaimana mereka melukiskan keadaan mereka masa itu. Tentu itu dilakukan dengan menulis. Ada kekaguman manakala kita membaca karya-karya mereka. Ini dapat dilihat melalui manuskip-manuskrip kuno dari administrasi surat menyurat, sastra, syair bahkan keilmuan.

Para orang-orang berilmu masa dahulu dengan gigih dan tekun menuliskan pemikiran. Terkadang takjub mengitari pemikiran orang modern, apa itu?

Dahulu alat menulis sangat terbatas dan langka, namun karya mereka sangat fenomenal. Sedangkan  kita dengan alat modern, justru banyak mendapatkan hambatan  untuk menulis. Sesungguhnya hambatan itu adalah diri kita sendiri.

Dapat kita bayangkan bahwa motivasi menulis mereka semua adalah masa depan. Sebab hanya dengan tulisan, mampu memperpanjang kisah dan umur.

Sekali lagi ini menjadi bukti bahwa menulis adalah sebagai penghubung antara dimensi masa lalu dan masa kini. Oleh karenanya, kita yang hidup saat ini juga sangat terbuka luas kesempatan memberikan informasi dan keadaan kita saat ini.

Kita  juga bisa mencatatkan nama kita untuk orang setelah kita sebagaimana orang terdahulu. Menulis menghubungkan mimpi kita dan mimpi orang setelah kita.

.

Sukma Rona dilahirkan di Desa Keluang, Kecamatan Musi, Banyuasin, Palembang, pada tanggal 23 Agustus 1984. Ayahnya Bernama Abd. Rachman. P, dan ibunya bernama Sawinah. Masa kecil dari penulis pernah diberi nama Rilo Wibowo. Namun, kemudian diganti oleh ayahnya menjadi Sukma Rona.

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.