Kembali
Habit Menulis

Menulis di Pagi Hari, Mengedit di Malam Hari

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“A scientific study of brain circuits confirmed that this creative activity is highest during and immediately after sleep” (Kevan Lee, 2014)

************

Percaya atau tidak, studi ilmiah menunjukkan bahwa pagi hari adalah saat yang tepat untuk proses kreatif. Sebuah studi tentang sirkuit otak menunjukkan, bahwa proses kreatif manusia paling tinggi terjadi setelah bangun tidur. Diketahui, bagian korteks prefrontal otak sangat aktif usai bangun tidur (Kevan Lee, 2014).

Studi tersebut melakukan pemindaian MRI pagi dan sore hari dan menemukan bahwa pagi hari merupakan waktu yang lebih banyak koneksi di otak — sebuah elemen kunci untuk menghadirkan proses kreatif. Maka aktivitas menulis yang sangat banyak memerlukan proses kreatif, tepat dilakukan pagi hari.

Hal serupa dituliskan secara panjang lebar oleh Leo Widrich (2018), yang memaparkan fakta-fakta ilmiah tentang kinerja otak yang teraktivasi pada pagi hari. Proses kreatif manusia menjadi sangat optimal pada pagi hari setelah bangun tidur. Dengan demikian menulis di waktu pagi akan memberikan kemudahan dalam mewujudkan kreativitas dan orisinalitas ide.

Maka jangan membayangkan bahwa penulis hebat selalu memiliki cara kerja lembur malam. Mereka duduk menghadap meja yang penuh berisi kopi, agar bisa melek menulis sampai pagi. Secara saintifik, cara kerja seperti ini justru tidak direkomendasikan.

Banyak penulis yang beraktivitas pagi hari. Anda masih ingat ungkapan Agatha Christie, “The best time for planning a book is while you’re doing the dishes”. Waktu terbaik untuk merencanakan buku adalah saat Anda mencuci piring. Aktivitas kreatif ini terjadi pada pagi hari, usai sarapan, kemudian mencuci piring.

Gina Conroy menyatakan, “I do my best writing in the shower”, dan ia mengatakan bahwa tidak sendirian. Banyak penulis hebat yang menemukan ide menulis saat mandi pagi. Zulie Rane menyatakan, saat mandi terkadang ia menemukan ide menulis, dan menuliskannya pada cermin yang beruap.

Ketika mengomentari tulisan Gina Conroy di blognya, Kaitlin menulis pengalaman pribadinya yang unik. “I do my best writing in the shower because I have no distractions. I am forced to think instead of consume”. Baginya, kamar mandi adalah satu-satunya tempat yang tanpa gangguan, maka ia bisa menciptakan ide menulis yang terbaik.

Betapa banyak distraksi dalam kehidupan kita sehari-hari. “Anywhere else, there are phone calls, text messages, facebook, twitter, and other people to make our minds wander”, ujar Kaitlin. Karena bisingnya kehidupan, membuat dirinya tidak bisa menghasilkan ide brilian. “I think the shower is the only place I am truly alone with my thoughts”, lanjut Kaitlin.

Rupa-rupanya, pagi hari telah membangkitkan spirit kreativitas dari otak yang jernih dan fresh setelah bangun tidur. Maka sambil mencuci baju, memasak, mencuci piring, mandi pagi, bermunculan ide kreatif yang siap dikembangkan menjadi karya tulis bermutu.

Mengedit di Malam Hari

Studi juga menemukan, bahwa bagian otak analitis akan lebih aktif saat hari telah beranjak tinggi, sampai malam hari. Inilah bagian otak yang diperlukan untuk proses proofreading dan editing. Maka, mengedit tulisan paling tepat dilakukan pada siang hingga malam hari (Kevan Lee, 2014).

Jika Anda menggunakan hasil studi ilmiah ini, justru akan mendapatkan pola hidup yang sehat dan natural. Bangun pagi-pagi sebelum Subuh, beribadah, berdzikir pagi, dan menulis. Setelah itu Anda simpan hasil tulisan, agar pada malam harinya bisa Anda lakukan proofreading dan editing.

Bagi para peserta SHSB (Seratus Hari Satu Buku), pola ini sangat tepat. Anda menulis pada pagi hari sebelum bekerja, untuk diposting pagi dan sore hari di facebook. Naskah ini, Anda simpan dalam satu file atau satu folder. Pada malam hari, Anda lakukan editing (ulang) terhadap naskah yang sudah terkumpul, agar memudahkan Anda saat sudah selesai program seratus hari.

Tentu saja, Anda berhak memiliki kebiasaan sendiri, tidak seperti hasil studi ilmiah ini. Yang paling penting adalah, Anda memiliki waktu yang tepat untuk menulis setiap hari. Jangan lupa, proses menulis harus bisa Anda nikmati.

Bahan Bacaan

Gina Conroy, I Do My Best Writing in The Shower, www.ginaconroy.com, 10 September 2015

Kevan Lee, The Best Time to Write and Get Ideas According to Science, www.buffer.com, 10 Maret 2014

Leo Widrich, Why We Have Our Best Ideas in the Shower: The Science of Creativity, www.buffer.com, 7 September 2018

Zulie Rane, Here’s Why Good Ideas Only Come to Us in the Shower, www.writingcooperative.com, 27 Oktober 2018

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.