Kembali
Motivasi Menulis

Menulis itu Berperan, Bukan Baperan

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Tema kegiatan Syawalan yang diselenggarakan oleh Sahabat Menulis Alineaku (SMA), Sabtu 5 Juni 2021 adalah “Menulis itu Berperan, Bukan Baperan”. Tema yang sangat menggelitik. Mengingat banyak sahabat yang tengah belajar menulis, sering merasa tidak percaya diri atas tulisannya.

Hadir dalam Syawalan kemaren Abah Abdul Samad dan Bang Zul, dari Komunitas Alineaku. Hadir pula para punggawa SMA, seperti Kak April, Kak Icha Wulandari, Kak Titin, Kak Ani, Miss Senja, serta masih banyak tokoh-tokoh lainnya.

Lebih dari 100 warga SMA memenuhi ruang Zoom, saling sapa dan saling bercerita. Para penulis yang berhimpun dari Sabang sampai Merauke itu larut dalam keasyikan dan saling memberikan motivasi menulis. Ada pula yang bertanya tentang pemakaian titik dan koma yang benar dalam tulisan. Pokoknya seru saja.

Menulis Adalah Jalan Kontribusi

Menulis adalah berperan. Makna dari berperan adalah berkontribusi. Menulis upaya untuk mencerdaskan bangsa. Hal ini berarti dengan menulis, kita berperan secara langsung dan nyata dalam mewujudkan tujuan nasional Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui, alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, memberikan pernyataan tentang tujuan nasional Negara Republik Indonesia. Tujuan nasional itu adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Salah satu poin tujuan nasional Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai macam sarana, dan diperankan oleh Pemerintah, swasta maupun semua warga negara. Sebagai penulis, kita memiliki kontribusi secara langsung dalam mewujudkan tujuan nasional Indonesia.

Honoree Corder dalam buku You Must Write A Book (2016) menyatakan, “Anda memiliki tanggung jawab kepada dunia untuk sharing proses yang Anda lalui, dengan cara yang membantu orang lain”. Maka tanggung jawab ini bisa Anda wujudkan dengan menulis.

Jika Anda guru yang sukses, tuliskan proses Anda hingga menjadi guru sukses tersebut. Tulisan Anda akan menginspirasi guru-guru lain untuk mencapai sukses. Jika Anda dokter yang sukses, tuliskan proses yang Anda lalui hingga berhasil menjadi dokter sukses. Tulisan Anda akan membantu banyak dokter lainnya.

“You have a responsibility to the world to share your process in a way that helps other people” –Honoree Corder.

Kontribusi Memberi Kita Nilai

Dalam dunia bisnis, servis atau pelayanan kepada customer yang memuaskan, akan memberikan reward yang sepadan. Artinya, semakin baik pelayanan kepada customer, semakin baik pula reward yang didapatkan. Seperti ungkapan Earl Nightingale yang sangat terkenal, “Our rewards will always be in exact proportion to our service. If you don’t like your income, you must devise ways and means of increasing your service.”

Dalam konteks sosial, pelayanan customer adalah kontribusi atau peran yang bisa dilakukan oleh semua anak bangsa. Termasuk kita, para penulis. Menariknya, semakin banyak kita memberikan kontribusi pemikiran, pendapat, ide melalui tulisan, dampaknya akan kembali kepada kita.

“Your rewards in life will be in direct proportion to the value of your service to others. The more you work, study, and develop your ability to contribute more to the lives and well-being of others, the better life you will have in all areas” –Brian Tracy

Brian Tracy, penulis lebih dari 70 buku yang telah diterjemahkan ke dalam 42 bahasa, menyatakan bahwa semakin banyak Anda memberi kemanfaatan kepada orang lain, akan semakin baik pula kualitas kehidupan Anda di semua bidang.

Maka menulis adalah berperan, yaitu berperan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan kontribusi itu, akan semakin baik pula kualitas kehidupan kita.

Menulis Membuat Semakin Mengenali Diri

Hal penting lainnya dari menulis adalah, pengenalan terhadap diri sendiri yang semakin mendalam. Brian Tracy menyatakan, menulis mampu memberikan kemanfaatan positif bagi banyak orang, namun kemanfaatan bagi diri sendiri.

“By writing a book about that subject, you can help others in their own lives. In turn, you can achieve a more fulfilled life for yourself. That is why I urge you to write a book. Not only will you educate others, but you will learn something about yourself. Your message matters, and it will live on forever” –Brian Tracy.

Walter Mosley bahkan memiliki pengalaman spiritual yang menggetarkan tentang manfaat menulis. “Hal terpenting bagi saya tentang menulis adalah, jika Anda menulis setiap hari, Anda akan semakin mendalami bagian-bagian dari diri Anda yang sebelumnya tidak pernah Anda pahami. Menulis sangat mirip dengan praktik psikoanalisis awal abad kedua puluh”.

“The most important thing for me about writing—for most people, not everybody, but maybe 99.99% of them—is if you write every day for a short period of time, one to three hours, you’re going to get deeper and deeper into those parts of yourself that you never understood because writing is a lot like the early twentieth century practice of psychoanalysis. Even though psychoanalysis doesn’t really work anymore,  it does work for discovering yourself” –Walter Mosley, 2020.

Maka menulislah, dan rasakan manfaatnya yang luar biasa.

Bahan Bacaan

Brian Tracy, Should I Write A Book? https://www.briantracy.com, diakses 5 Juni 2021

James M. Ranson, Is Honoree Corder’s “You Must Write A Book” Worth Reading? 9 Februari 2019, www.medium.com

Walter Mosley, Everyone Can Write a Book, https://lithub.com, 13 Januari 2020

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.