Kembali
Ruang Tamu

Menulis Membuatku Menjadi Manusia Baru

.

Oleh : Sholeha Amiruddin (Alumni KMO Basic Batch 43)

“Menulis membuat saya merasa menjadi manusia baru. Menjadi diri sendiri. Seperti terlahir kembali” –Sholeha Amiruddin, 2022.

.

Awalnya saya mengikuti pelatihan menulis hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai seorang ASN.  untuk menambah angka kredit kenaikan pangkat. Beberapa kali saya mengikuti pelatihan menulis, baik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah, lembaga ataupun perusahaan.

Selama ini saya selalu merasa tidak ada keinginan untuk melanjutkan hasil dari pelatihan tersebut. Berbagai alasan selalu ada. Kurangnya waktu, tidak sempat, tidak ada ide, dan berbagai alasan lainnya.

Bertemu “Sahabat Menulis Alineaku”

“Jika biasanya saya akan menangis atau melampiaskan kekesalan hati dengan bekerja atau tidur, kini setiap saya mengalami kekesalan ataupun keresahan saya akan menulis. Ada rasa lega dan lapang yang saya rasakan” –Sholeha Amiruddin, 2022.

Suatu hari saya melihat sebuah grup difacebook. Grup tersebut adalah “Sahabat Menulis Alineaku” (SMA). Saya membuka grup tersebut.  Banyak tulisan yang  menginspirasi. Saya pun coba untuk bergabung di grup tersebut.

Setelah bergabung, saya sungguh terkagum-kagum dengan postingan teman-teman. Saya hanya berani untuk membaca, tanpa ada kepercayaan diri untuk ikut menulis di grup tersebut. Berbeda dengan grup-grup yang ada di media social. Yang saya dapatkan digrup ini adalah ilmu.

Kemudian saya melihat ada postingan untuk pelatihan. Saya ikut mendaftarkan diri di pelatihan tersebut. Begitu banyak ilmu dan masukan yang saya dapatkan saat mengikuti pelatihan tersebut.

Tugas pertama adalah membuat tulisan dan mempostingnya di media social. Saya tipikal orang yang tidak percaya diri, saat menulis sesuatu dan harus mempostingnya. Karena ini tugas, saya mulai memberanikan diri menulis dan mempostingnya di facebook grup Sahabat Menulis Alineaku.

Luar biasa, itu tanggapan saya saat membaca komentar dari teman-teman di grup. Banyak sekali saran dan masukan yang saya dapatkan.

Beberapa bulan mengikuti pelatihan. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. “Menulis itu mudah. Semudah kita bernapas”, kalimat itu yang paling saya ingat.

Saya pun mulai mengikuti arahan dari pak Cahyadi. Saya mulai menulis untuk diri saya sendiri. Entah itu di buku catatan kecil yang selalu saya bawa, ataupun menulis di HP. Saya selalu menyempatkan diri untuk menulis.

Memulai Rutin Menulis

“Secara bertahap saya terus menulis. Apa saja yang saya pikirkan akan saya tuliskan. Entah itu satu kalimat atau satu paragraf” –Sholeha Amiruddin, 2022.

Saya belum bisa menulis lama, di mana saya harus menghabiskan waktu satu jam atau lebih. Terkadangpun saya tidak akan menulis dalam satu minggu. Waktu yang saya gunakan untuk menulis belum tetap. Lalu setiap pagi saya melihat postingan pak Cahyadi di grup watsapp. Isinya adalah tulisan-tulisan yang menginspirasi. Entah dari penulis lain, ataupun tulisan pak Cahyadi sendiri. 

Saya seperti mendapatkan semangat baru untuk menulis lagi. Akhirnya setiap pagi setelah sholat subuh, hal yang paling saya tunggu adalah catatan pak Cahyadi di grup watsapp.

Catatan dari beliau memberikan saya semangat baru untuk memulai menulis di pagi hari. Secara bertahap saya terus menulis. Apa saja yang saya pikirkan akan saya tuliskan. Entah itu satu kalimat atau satu paragraf.

Pengalaman menulis yang paling berkesan adalah ketika tulisan saya mendapatkan komentar dari pak Cahyadi langsung. Rasanya sangat luar biasa, walaupun awal mendengar nama saya disebut, ada rasa gugup dan malu. Wah, bagaimana ya tanggapan beliau membaca tulisan saya? Video tersebut saya simpan. Saya jadikan pemicu semangat saat saya tidak bisa lagi menulis.

Menulis juga merupakan obat atau terapi buat saya pribadi. Begitu banyak permasalahan hidup yang saya alami setahun terakhir ini, membuat saya bagaikan orang linglung. Lalu saya mencoba menulis. Mengeluarkan segala keresahan, kesulitan dan beban di hati. Semuanya saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Dan  saya simpan dalam buku diaryku.

Jika biasanya saya akan menangis atau melampiaskan kekesalan hati dengan bekerja atau tidur, kini setiap saya mengalami kekesalan ataupun keresahan saya akan menulis. Ada rasa lega dan lapang yang saya rasakan.

Mungkin tulisan itu tidak akan saya publish, karena ini masalah yang sangat pribadi yang tidak ingin saya bagikan dengan orang lain. Bukan karena tak percaya diri. Dengan menuliskannya dibuku diarypun seakan selalu ada jalan keluar untuk memecahkan masalah yang saya hadapi.

Menjadi Manusia Baru dengan Menulis

“Menulis membuat saya lebih tenang dalam menghadapi permasalahan” –Sholeha Amiruddin, 2022.

Menulis membuat saya menjadi lebih berani untuk berbicara dan bertindak. Tak ada lagi keraguan apabila akan melakukan sesuatu. Menulis membuat saya lebih tenang dalam menghadapi permasalahan.

Menulis membuat saya merasa menjadi manusia baru. Menjadi diri sendiri. Seperti terlahir kembali. Saya ingin menulis ulang kisah hidup saya. Saya tak ingin ada penyesalan. Terima kasih pak Cahyadi, bu Ida dan teman-teman di grup alineaku.

Seperti kutipan yang pernah saya baca, teman adalah orang yang mengubah kita menjadi lebih baik. Maka pengalaman menulis bersama alineaku adalah teman terbaik dalam hidupku.  

.

Sholeha Amiruddin, S.Pd.SD. adalah guru di SDN 005 Bontang Utara. Alumni KMO Basic Batch 43. Tinggal di Bontang Utara, Kalimantan Timur. Alamat email : sholehamuthmainnah@gmail.com. Nomer HP : 0852466680169.

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.