Rutin Menulis Setiap Hari (Rumesha) – 18
Oleh : Cahyadi Takariawan
Transit. Anda pasti pernah mengalaminya. Empat jam transit di bandara, pasti kita merasa sangat lama. Namun sebenarnya empat jam jelas waktu yang singkat jika dibandingkan dengan seluruh usia kita.
Semua aktivitas dalam bandara ini mencerminkan miniatur kehidupan di dalam kehidupan nyata. Transit sebentar saja, namun serasa sangat banyak kegiatan yang dilakukan. Ada yang berjalan-jalan, melihat-lihat pemandangan, untuk mencari kesibukan. Ada yang duduk saja di kursi, diam menyendiri. Mungkin melamun atau memikirkan sesuatu.
Ada yang asyik dengan handphone atau gadgetnya. Ada yang membaca buku, koran atau majalah. Ada yang asyik di depan laptop pribadi. Ada yang asyik di depan komputer fasilitas bandara.
Ada yang berbelanja. Ada yang makan dan minum di caffe atau lounge. Ada yang tengah pijak refleksi. Ada yang mengobrol. Ada yang tengah shalat di mushalla. Ada yang asyik merokok padahal jelas-jelas ada tulisan dilarang merokok.
Kehidupan manusia di dunia seperti tengah transit di bandara. Sebentar saja. Ruang tunggu bandara ini pasti akan segera ditinggalkan semua penumpang. Waktu keberangkatan mereka berbeda-beda.
Sama dengan kehidupan kita. Hadir sesaat di dunia untuk memberikan kemanfaatan, setelah itu akan ditinggalkan. Hidup kita benar-benar hanya transit, karena bukan di sini tujuan akhir kita.
Saat transit di dunia, jangan sia-siakan hidup dengan diam saja tanpa berbuat apa-apa. Atau sekedar berjalan-jalan dan bersenang-senang saja tanpa peduli sesama. Jangan hanya habiskan waktu untuk berbisnis saja tanpa meluangkan waktu untuk beribadah kepadaNya.
Transit hanya sebentar. Jangan gunakan untuk kegiatan yang melanggar. Mari kita gunakan untuk hal-hal yang benar.
Setelah kita sampai di tempat tujuan, baru terasa betapa singkat waktu transit di bandara. Kelak ketika manusia menghadap Tuhannya, semua baru merasakan betapa singkat waktu transit di dunia. Namun penyesalan tidak pernah ada gunanya.
Maka mari gunakan waktu transit yang masih tersedia, untuk melakukan hal-hal yang memberikan kemanfaatan dan kebaikan bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Jangan habiskan waktu untuk hal-hal yang sia-sia tak ada gunanya, apalagi digunakan untuk menyalahi kehendakNya.
Nikmati transit dengan melakukan hal-hal baik. Siapa tahu waktu keberangkatan kita sudah hampir tiba.
******
Setiap kejadian dan peristiwa dalam kehidupan, selalu ada makna yang bjsa kita ambil darinya. Makna tersebut lahir dari perenungan dan penghayatan. Tanpa memberikan makna, semua peristiwa hanya akan berlalu begitu saja. Tak ada nilai apa-apa bagi kehidupan kita.
Maka belajarlah untuk memberikan makna postif dari setiap peristiwa. Sembari menjalani kehidupan sehari-hari, sempatkan melakukan perenungan. Bertanya kepada diri sendiri, “Mengapa peristiwa itu terjadi? Apa makna bagi kehidupanku? Apa hikmah yang bisa aku dapatkan dari peristiwa itu?”
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memberikan makna yang kuat bagi kita. Peristiwa demi peristiwa, selalu memberikan makna kebaikan apabila kita berusaha mendapatkannya. Hidup akan semakin berkualitas, karena mampu mengambil makna dari setiap peristiwa. Tak akan ada yang sia-sia.
Peristiwa transit empat jam di bandara yang sering saya alami dalam melakukan perjalanan, bisa ditulis sebagai sebuah perenungan yang bermakna. Sekitar 15 menit menulis, bisa menghasilkan 326 kata.
Hal ini bisa kita lakukan terhadap berbagai peristiwa dalam kehidupan. Misalnya peristiwa kehujanan saat naik motor, sehingga harus berteduh karena tidak membawa jas hujan. Coba renungkan sambil berteduh, makna apa yang bisa diambil dari peristiwa kehujanan dan berteduh.
Contoh lainnya, ketika tengah perjalanan pulang dari kerja, Anda merasakan cuaca yang sangat panas menyengat. Terasa lebih panas dari hari-hari biasanya. Peristiwa tersebut bisa Anda ambil makna positif, dan Anda tuliskan.
Biasakan merenung meski singkat dan sebentar. Tuliskan hasil perenungan Anda, yang bisa memberikan inspirasi kebaikan bagi banyak orang. Dengan kebiasaan seperti ini, semakin lama Anda akan semakin memiliki sikap hidup positif. Karena membiasakan diri melihat segala sesuatu dengan makna positif.
Selebihnya, Anda akan bisa menjaga rutinitas menulis setiap hari. Tidak sulit kan, menulis rutin setiap hari. Karena segala sesuatu bisa menjadi bahan tulisan. Selamat menulis.