.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Sejak pertama dibuat grup whatsapp untuk peserta Kelas Emak-Emak Punya Karya (EEPK) batch 1 / 2020, seorang peserta yang agaknya paling muda, sudah “berulah”. Ia menulis chat di grup, “Ane janji, selama di kelas gak akan nanyain gimana cara ngitung jumlah krakter tulisan, gurunda”.
Peserta yang satu ini, dikenal sebagai tukang kompor di grup. Selalu berisik. Sampai dijuluki kompor gas merk Rinnai, oleh emak-emak lainnya. Ulahnya bikin ‘panas’ peserta lain.
Mungkin ia pernah mendengar penjelasan saya di sebuah forum —karena saya memang sering menyampaikan cerita ini. Bahwa di setiap kelas menulis yang saya asuh, selalu dijumpai pertanyaan “Bagaimana cara mengetahui jumlah karakter tulisan?”
Secara bergurau saya menyampaikan, bahwa kelas yang saya asuh itu kelas menulis. Mengajari bagaimana cara menyusun kata, kalimat, paragraf, sampai menjadi tulisan yang bermakna dan enak dibaca. Bahkan sampai menjadi buku.
Soal bagaimana menghidupkan laptop, bagaimana mengoperasionalkan gadget, bagaimana menggunakan fitur MS Word atau fitur lainnya, itu adalah pelajaran yang berbeda. Ada kelas tersendiri. Misalnya kursus komputer, atau “Kursus Aplikasi MS Word pada PC dan Laptop”.
Tapi okelah, saya kan teman kalian semua. Jadi saya jawab apapun pertanyaan kalian —selama saya bisa. Jika saya tidak bisa, saya akan berusaha mencari jawabannya. Jika tidak berhasil menemukan jawabannya, saya akan memberikan link kepada pihak yang ahli di bidangnya.
Perbedaan Karakter dan Kata
Di antara pertanyaan yang selalu muncul adalah, apa perbedaan antara karakter (characters) dan kata (words). Yang dimaksud dengan karakter adalah setiap huruf, tanda baca, seperti titiik, koma, tanda seru, tanda tanya, tanda kutip dan spasi (spaces). Masing-masing dihitung sebagai satu karakter.
Jika spasi ikut dihitung, maka disebut characters with spaces. Jika spasi tidak ikut dihitung, maka disebut characters no spaces. Ini istilah yang dijumpai pada fitur MS Word yang lazim digunakan untuk menuliskan naskah.
Sedangkan words adalah kata. Dalam satu kalimat, terdiri dari beberapa kata. Sedangkan dalam satu kata, terdiri dari beberapa karakter. Sampai di sini, semoga sudah bisa dipahami perbedaan kata dengan karakter.
Satu kata bisa terdiri dari beberapa characters, sesuai dengan jumlah huruf yang terdapat pada kata tersebut. Jika kata-kata tersebut tersusun dalam sebuah kalimat, disertai beberapa tanda baca, maka semua dihitung sebagai karakter.
Menghitung Kata dan Karakter
Mari saya saya ajak belajar menghitung kata dan karakter. Silakan simak kalimat berikut ini:
“Ayo kita berangkat, anak-anak….”, kata ayah.
Secara manual, tanpa menggunakan alat hitung, kita masih bisa menghitung dengan mudah. Kalimat tersebut terdiri dari 7 (tujuh) kata, yaitu : ayo, kita, berangkat, anak, anak, kata, ayah.
Bagaimana menghitung jumlah karakter? Nah, ini sudah mulai rumit. Jika kita menghitung secara manual, kita harus menghitung satu per satu huruf, jumlah titik, jumlah koma, tanda seru dan tanda baca lainnya.
Pada kata ayo, terdapat 3 (tiga) karakter, yaitu huruf a, y dan o. Pada kata kita, terdapat 4 (empat) karakter, yaitu huruf k, i, t dan a. Begitu seterusnya. Termasuk harus menghitung berapa jumlah titik dalam kalimat tersebut.
Aduh capek deh. Maka, untuk menghitung dengan cepat, kita gunakan data statistik yang sudah disediakan oleh program MS Word.
Jika Anda menulis menggunakan program MS Word di laptop atau komputer (PC), lihat bar yang terletak di bagian atas halaman layar laptop / komputer. Pilih menu REVIEW, klik. Akan muncul banyak menu, cari WORD COUNT. Klik pada menu word count.
Setelah Anda klik menu word count, akan muncul informasi statistik (statistics).
“Ayo kita berangkat, anak-anak….”, kata ayah.
Menurut informasi statistik pada menu word count, kalimat di atas terdiri dari 6 (enam) kata (words), 42 (empat puluh dua) characters no spaces, dan 47 (empat puluh tujuh) characters wits spaces.
Perbedaan Hitungan Manual dengan Hitungan Aplikasi
Perhatikan perbedaan hitungan manual dengan hitungan aplikasi pada word count. Dari hitungan manual, kalimat di atas terdiri dari 7 (tujuh) kata, namun hitungan word count menunjukkan hanya 6 (enam) kata.
Mengapa berbeda, dan dimana letak perbedaannya? Word count menghitung, kata yang menggunakan tanda hubung (-), dihitung sebagai satu kata.
Dengan demikian, anak-anak dihitung sebagai satu kata oleh word count. Namun jika kita hitung manual, itu ada dua kata, yaitu anak dan anak.
Jadi kalau Anda banyak salah tulis, akan mengacaukan hitungan word count. Perhatikan contoh salah tulis berikut ini:
Saya-sendiri tidak-berani mengambil-risiko.
Jika kita hitung manual, kalimat di atas terdiri dari 6 (enam) kata. Namun jika dilihat dengan word count, kalimat di atas terdiri dari 3 (tiga) kata saja, karena terdapat tanda hubung (-) di beberapa tempat, yang menyebabkan kata-kata yang terhubung dihitung sebagai satu kata.
Saya-sendiri, dihitung satu kata oleh word count. Tidak-berani, dihitung sebagai satu kata. Mengambil-risiko, dihitung sebagai satu kata. Padahal, adanya tanda hubung (-) itu terjadi karena salah tulis dan belum diedit.
Jadi kalau Anda menulis seperti ini : Saya-sendiri-tidak-berani-mengambil-risiko, ini hanya dihitung sebagai 1 (satu) kata oleh word count. Padahal dalam hitungan manual, jelas-jelas ada 6 (enam) kata.
Sekarang mari kita lihat, ketika sudah saya edit.
Saya sendiri tidak berani mengambil risiko.
Kalimat di atas, terdiri 6 (enam) kata, menurut statistik word count. Sama dengan hitungan manual.
Nah, itulah sebabnya, kadang ada media yang menggunakan ukuran panjang naskah dengan jumlah kata, namun ada pula yang menggunakan jumlah karakter. Cara menghitung tersebut, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Satu Kata Berapa Karakter?
Ada lagi pertanyaan, satu kata itu ada berapa karakter? Atau, satu karakter ada berapa kata? Misalnya pada ketentuan berikut: panjang naskah maksimal 5.000 karakter.
Seorang peserta bertanya, “Lima ribu karakter itu ada berapa kata?”
Nah, sekarang Anda sudah tahu jawabannya. Kita tidak mungkin bisa menjawab pertanyaan itu. Karena sudah pasti berbeda-beda jawabannya. Biarkan saja word count yang memberilkan jawabannya.
Menghitung Statistik Tulisan di Gadget
Di zaman sekarang, banyak di antara kita yang menulis naskah menggunakan HP atau gadget. Bagaimana cara menghitung jumlah kata dan karakter, apabila kita menulis menggunakan HP / gadget?
Pertama, kita harus memasang aplikasi terlebih dahulu. Ada beberapa jenis aplikasi yang bisa kita gunakan untuk keperluan menghitung jumlah kata dan karakter tulisan. Di antaranya adalah aplikasi QuickEdit (QE) yang logonya bentuk huruf Q berwarna biru. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis melalui playstore.
Setelah aplikasi QE terpasang di HP / gadget, berikut urutan cara menggunakannya:
- Buka naskah yang hendak Anda hitung
- Copy semua naskah yang hendak Anda hitung
- Buka aplikasi QE
- Paste semua naskah yang sudah Anda copy, ke dalam aplikasi QE
- Pilih bagian statistik yang ada pada sebelah atas layar, berbentuk tanda titik tiga
- Akan muncul jumlah words dan characters
Semoga bermanfaat. Setelah saya menulis artikel ini, semoga saya sudah tidak perlu lagi menjawab pertanyaan serupa. Sudah tersimpan di sini jawabannya. Alhamdulillah.
Tapi, “bagaimana cara meng-copy naskah?” Aduuuuuhhhhh……
Pertama kali Anda harus punya naskah dulu. Jadi Anda harus menulis naskah dulu, baru bisa meng-copy naskah untuk dihitung jumlah kata dan karakternya.
Lalu, “bagaimana cara menulis naskah?” Naaaah, ini baru kelas saya. Silakan belajar di Kelas Menulis Online (KMO) Alineaku baik yang Basic maupun Antologi. Boleh juga ikut Kelas Menulis Remaja, Kelas Emak-Emak Punya Karya, atau Bapak-Bapak Punya Karya, untuk membuat buku mandiri.