Kembali
Ruang Tamu

NEKAT “NYEMPLUNG” KE EEPK

.

Oleh : Endang Supriati, ID – 00801 EEPK 2020

.

Belum selesai Kelas Antologi Jejak Cinta Ananda #3, sudah beredar info kelas EEPK (Emak-Emak Punya Karya). Haduh ikut nggak ya? Pingin ikut tapi nanti gak bisa hadir pertemuan gimana ya? Terus amanah yang lain bisa gak ya ke handle?

Aku pingin minimal membuat buku untuk empat anakku. Menuangkan isi hati akan besarnya cinta kami pada mereka itu saja.

Alhamdulillah, Allah pertemukan aku dengan orang-orang baik.

“Ustadzah… nanti dibimbing kan?”

“Soalnya saya kan pemula…” Aku wapri bu Ida Nurlaila.

“iya nanti selama sebulan bimbingan” balas bu Ida.

“Baik jazaakillah infonya”.

Selanjutnya, “Abi… Boleh nggak aku ikut kelas EEPK?”

“Terserah Umi aja… Kan yang njalanin Umi…” kata suamiku.

Bismillah…. Daftar !

Mungkin aku satu-satunya murid yang masih nol banget dibanding dengan emak-emak lain yang konon mereka sudah punya hobbi nulis dari kecil.

Awalnya ada rasa malu dan minder. Tapi pak guru mentor kami di EEPK selalu memotivasi. “Jadilah diri sendiri, tidak semua orang suka dengan tulisan kita. ingat tujuan kita menulis itu untuk ibadah”.

Menurut Pak Cah, tugas penulis itu ada tiga, yaitu:

  1. Menulis
  2. Menulis
  3. Menulis

Inilah yang membuatku termotivasi. “Kamu pasti bisa…” kata suara hatiku.

Memulai dengan komitmen aksi dan membuat outline. Ini semua sangat membantu, kità jadi lebih fokus apa yang akan kita tulis.

Ahamdulillah dalam waktu 7 hari aku bisa menyelesaikan 1 bab 7 sub bab.  Bagi orang lain mungkin biasa, tapi bagiku ini sudah lumayan bangeet…

Semua Allah mudahkan semua urusan dan terwujud apa yang aku inginkan.

Jazakumullah khairan gurunda pak Cah dan bu Ida atas ilmu dan kesempatan yang diberikan kepada saya.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.