Kembali
Motivasi Menulis

Persahabatan di Masa Isoman

.

Catatan Isoman Hari Ke – 3     

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Terisolasi sendiri di kamar yang sepi, bisa membunuh akal sehat dan hati nurani. Maka selama masa isolasi mandiri, jangan biarkan diri kesepian. Tetap menjalin persahabatan, meskipun hanya secara online.

Saya pribadi, hari ini Ahad 8 Agustus 2021 masuk hari ketiga isoman. Alhamdulillah kondisi masih aman terkendali.

Saya tertarik untuk menerapkan konsep ajuan Martin Seligman selama menjalani isoman. Lima aspek yang diyakini bisa memberikan pertumbuhan bagi kebahagiaan, yakni positive emotion (emosi positif), engagement (kelekatan), relationship (relasi yang positif), meaning (kemampuan memberi makna) dan accomplishment (pencapaian / prestasi).

Pada postingan sebelumnya telah saya sampaikan aspek pertama (positive emotion) dan kedua (engagement). Kali ini saya ajak Anda untuk membahas aspek ketiga yang mampu memberikan pertumbuhan kebahagiaan, termasuk saat tengah isoman, yaitu membangun relationship.

Urgensi Relationship

Relationship atau lebih tepatnya positive relationship (hubungan positif) adalah kemampuan membangun relasi positif dengan orang lain. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu memerlukan orang lain. Tak akan bisa hidup sendiri, tak bisa bahagia hidup terpisah dari orang lain.

Merasa diri diterima, diakui keberadaannya dan dimengerti, adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Manusia akan depresi jika merasa tidak ada orang menerima dirinya. Tidak ada orang yang mau mengakui keberadaannya dan memahami dirinya.

Problem di masa pandemi adalah tidak ada teman berbagi, tidak ada teman bercanda secara nyata. Kehangatan hubungan sosial –termasuk dengan pasangan tercinta dan keluarga, terputus semua. Kondisi ini bisa memperburuk imunitas, karena merasakan ada tekanan sosial. Semua bentuk stres atau depresi berpotensi menurunkan imunitas.

Sadari sepenuhnya kondisi itu. Bangun hubungan positif dengan orang-orang luar. Jangan biarkan terisolasi tanpa ada komunikasi dan interaksi sama sekali.

Ada beberapa urgensi relationship di masa isolasi mandiri, di antaranya adalah:

  • Menjalin komunikasi dan interaksi dengan dunia luar

Manusia saling terikat satu dengan yang lainnya. Saat melakukan isolasi mandiri, kita tetap memerlukan orang lain untuk membantu berbagai keperluan. Misalnya membelikan obat, membelikan suplemen, dan lain sebagainya.

Bahkan membelikan makanan dan minuman melalui aplikasi online. Lakukan semuanya dengan cara yang aman, dan tidak membahayakan orang lain. Komunikasi tetap bisa berlangsung secara online. Dengan demikian kita tetap terhubung dengan dunia luar.

  • Mengabarkan kondisi dirinya kepada pihak lain

Berapa suhu tubuh saat ini? Berapa angka saturasi? Apakah ada sesak napas? Apakah ada pusing atau diare? Seseorang yang melakukan isoman harus rutin mengabarkan perkembangan kondisi kepada keluarga.

Meski tidak ditunggui siapapun, namun keluarga harus mengerti perkembangan kesehatan. Mereka akan segera mengambil tindakan khusus apabila suhu tubuh terlalu tinggi atau saturasi terlalu rendah. Harus segera mencari rumah sakit rujukan.

  • Melawan kesepian

Berteman adalah hal yang membahagiakan. Menjalin pertemanan selama masa isolasi mandiri, akan bisa menjadi sarana melawan kebosanan. Berteman, meski hanya secara virtual, akan bisa digunakan untuk melawan kesepian.

Bukan hanya melawan kesepian. Lebih dari itu, relationship mampu memberikan support dan kekuatan. Mereka akan mendoakan yang tengah sakit, berbagi tips sehat, dan berbagai succes story di masa isolasi mandiri.

  • Mendapatkan hiburan

Menjalin relationship selama masa isoman, juga bisa menjadi sarana untuk mendapatkan hiburan. Ada banyak teman yang postingannya menyejukkan dan menghibur. Mereka ini adalah teman-teman baik yang patut dipertahankan.

Mendapatkan kenyataan terpapar Covid dan harus menjalani isolasi mandiri adalah berita buruk bagi semua orang. Namun melalui relationship, ada sangat banyak teman memberikan dukungan moral dan hiburan segar.

  • Mendapatkan informasi penting

Melalui relationship, kita tidak akan ketinggalan informasi penting selama isolsi mandiri. Seorang staf suatu instansi, tetap bisa mengetahui semua informasi penting terkait kebijakan instansi. Demikian pula aktivis komunitas dan organisasi.

Informasi penting yang lain adalah tentang kegiatan-kegiatan bermanfaat yang bisa kita ikuti selama isolasi mandiri. Kelas-kelas pembelajaran online tetap bisa diakses selama isoman. Jadi ilmu pengetahuan tetap bertambah meski tengah dikurung sendiri.

Memilih Relationship

Meski relationship adalah hal sangat penting, namun selama masa isolasi mandiri kita harus pandai memilih teman dan persahabatan. Tidak sembarangan teman dan tidak sembarangan interaksi. Harus sangat selektif dalam memilih relasi.

  • Pilih teman-teman yang konstruktif

Pastikan, Anda hanya berteman dengan orang-orang yang konstruktif. Mereka ini adalah orang-orang salih, orang-orang baik, yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan. Bukan mengingatkan kepada dosa dan kemaksiatan.

  • Jauhi teman-teman yang destruktif

Jauhi teman atau grup chatting yang menjadi pusat penyebaran berita-berita hoax. Semakin sering Anda membaca berita hoax dan menyesatkan, akan semakin meningkatkan kecemasan.

  • Batasi jumlah grup aktif

Jika selama ini Anda memiliki banyak grup aktif, saat isoman batasi jumlah grup aktif. Mungkin hanya satu atau dua grup saja yang Anda aktif menjalin komunikasi. Yang lainnya, hanya sebagai anggota pasif.

  • Pilih nomer-nomer penting untuk komunikasi

Simpanlah nomer-nomer penting untuk komunikasi darurat. Selain keluarga, siapa pihak yang akan Anda hubungi jika terjadi situasi darurat? Misalnya nomer dokter rujukan, rumah sakit, petugas medis, satgas, dan lain sebagainya.

******

Tulisan di atas adalah contoh, bagaimana kita bisa rutin menulis setiap hari (rumesha). Meski tengah menjalani isolasi mandiri, kita bisa produktif menulis, dan menginspirasi banyak kalangan.

Dengan menulis dan memosting tulisan, Anda akan terhubung dengan sangat banyak orang di dunia ini. Jika Anda memposting melalui media sosial, maka sangat banyak teman-teman Anda akan membaca dan merespon tulisan Anda.

Hubungan positif yang Anda ciptakan dengan banyak kalangan, akan membuat kebahagiaan Anda terus bertumbuh. Inilah salah satu bentuk relationship itu.

Bahan Bacaan

Martin Seligman, Flourish, A Visionary New Understanding of Happiness and Wellbeing, Atria Books, 2012

Melissa Madeson, Seligman’s PERMA+ Model Explained: A Theory of Wellbeing, 22 Mei 2021, https://positivepsychology.com/

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.

Motivasi Menulis

Persahabatan di Masa Isoman

.

Catatan Isoman Hari Ke – 3     

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Terisolasi sendiri di kamar yang sepi, bisa membunuh akal sehat dan hati nurani. Maka selama masa isolasi mandiri, jangan biarkan diri kesepian. Tetap menjalin persahabatan, meskipun hanya secara online.

Saya pribadi, hari ini Ahad 8 Agustus 2021 masuk hari ketiga isoman. Alhamdulillah kondisi masih aman terkendali.

Saya tertarik untuk menerapkan konsep ajuan Martin Seligman selama menjalani isoman. Lima aspek yang diyakini bisa memberikan pertumbuhan bagi kebahagiaan, yakni positive emotion (emosi positif), engagement (kelekatan), relationship (relasi yang positif), meaning (kemampuan memberi makna) dan accomplishment (pencapaian / prestasi).

Pada postingan sebelumnya telah saya sampaikan aspek pertama (positive emotion) dan kedua (engagement). Kali ini saya ajak Anda untuk membahas aspek ketiga yang mampu memberikan pertumbuhan kebahagiaan, termasuk saat tengah isoman, yaitu membangun relationship.

Urgensi Relationship

Relationship atau lebih tepatnya positive relationship (hubungan positif) adalah kemampuan membangun relasi positif dengan orang lain. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu memerlukan orang lain. Tak akan bisa hidup sendiri, tak bisa bahagia hidup terpisah dari orang lain.

Merasa diri diterima, diakui keberadaannya dan dimengerti, adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Manusia akan depresi jika merasa tidak ada orang menerima dirinya. Tidak ada orang yang mau mengakui keberadaannya dan memahami dirinya.

Problem di masa pandemi adalah tidak ada teman berbagi, tidak ada teman bercanda secara nyata. Kehangatan hubungan sosial –termasuk dengan pasangan tercinta dan keluarga, terputus semua. Kondisi ini bisa memperburuk imunitas, karena merasakan ada tekanan sosial. Semua bentuk stres atau depresi berpotensi menurunkan imunitas.

Sadari sepenuhnya kondisi itu. Bangun hubungan positif dengan orang-orang luar. Jangan biarkan terisolasi tanpa ada komunikasi dan interaksi sama sekali.

Ada beberapa urgensi relationship di masa isolasi mandiri, di antaranya adalah:

  • Menjalin komunikasi dan interaksi dengan dunia luar

Manusia saling terikat satu dengan yang lainnya. Saat melakukan isolasi mandiri, kita tetap memerlukan orang lain untuk membantu berbagai keperluan. Misalnya membelikan obat, membelikan suplemen, dan lain sebagainya.

Bahkan membelikan makanan dan minuman melalui aplikasi online. Lakukan semuanya dengan cara yang aman, dan tidak membahayakan orang lain. Komunikasi tetap bisa berlangsung secara online. Dengan demikian kita tetap terhubung dengan dunia luar.

  • Mengabarkan kondisi dirinya kepada pihak lain

Berapa suhu tubuh saat ini? Berapa angka saturasi? Apakah ada sesak napas? Apakah ada pusing atau diare? Seseorang yang melakukan isoman harus rutin mengabarkan perkembangan kondisi kepada keluarga.

Meski tidak ditunggui siapapun, namun keluarga harus mengerti perkembangan kesehatan. Mereka akan segera mengambil tindakan khusus apabila suhu tubuh terlalu tinggi atau saturasi terlalu rendah. Harus segera mencari rumah sakit rujukan.

  • Melawan kesepian

Berteman adalah hal yang membahagiakan. Menjalin pertemanan selama masa isolasi mandiri, akan bisa menjadi sarana melawan kebosanan. Berteman, meski hanya secara virtual, akan bisa digunakan untuk melawan kesepian.

Bukan hanya melawan kesepian. Lebih dari itu, relationship mampu memberikan support dan kekuatan. Mereka akan mendoakan yang tengah sakit, berbagi tips sehat, dan berbagai succes story di masa isolasi mandiri.

  • Mendapatkan hiburan

Menjalin relationship selama masa isoman, juga bisa menjadi sarana untuk mendapatkan hiburan. Ada banyak teman yang postingannya menyejukkan dan menghibur. Mereka ini adalah teman-teman baik yang patut dipertahankan.

Mendapatkan kenyataan terpapar Covid dan harus menjalani isolasi mandiri adalah berita buruk bagi semua orang. Namun melalui relationship, ada sangat banyak teman memberikan dukungan moral dan hiburan segar.

  • Mendapatkan informasi penting

Melalui relationship, kita tidak akan ketinggalan informasi penting selama isolsi mandiri. Seorang staf suatu instansi, tetap bisa mengetahui semua informasi penting terkait kebijakan instansi. Demikian pula aktivis komunitas dan organisasi.

Informasi penting yang lain adalah tentang kegiatan-kegiatan bermanfaat yang bisa kita ikuti selama isolasi mandiri. Kelas-kelas pembelajaran online tetap bisa diakses selama isoman. Jadi ilmu pengetahuan tetap bertambah meski tengah dikurung sendiri.

Memilih Relationship

Meski relationship adalah hal sangat penting, namun selama masa isolasi mandiri kita harus pandai memilih teman dan persahabatan. Tidak sembarangan teman dan tidak sembarangan interaksi. Harus sangat selektif dalam memilih relasi.

  • Pilih teman-teman yang konstruktif

Pastikan, Anda hanya berteman dengan orang-orang yang konstruktif. Mereka ini adalah orang-orang salih, orang-orang baik, yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan. Bukan mengingatkan kepada dosa dan kemaksiatan.

  • Jauhi teman-teman yang destruktif

Jauhi teman atau grup chatting yang menjadi pusat penyebaran berita-berita hoax. Semakin sering Anda membaca berita hoax dan menyesatkan, akan semakin meningkatkan kecemasan.

  • Batasi jumlah grup aktif

Jika selama ini Anda memiliki banyak grup aktif, saat isoman batasi jumlah grup aktif. Mungkin hanya satu atau dua grup saja yang Anda aktif menjalin komunikasi. Yang lainnya, hanya sebagai anggota pasif.

  • Pilih nomer-nomer penting untuk komunikasi

Simpanlah nomer-nomer penting untuk komunikasi darurat. Selain keluarga, siapa pihak yang akan Anda hubungi jika terjadi situasi darurat? Misalnya nomer dokter rujukan, rumah sakit, petugas medis, satgas, dan lain sebagainya.

******

Tulisan di atas adalah contoh, bagaimana kita bisa rutin menulis setiap hari (rumesha). Meski tengah menjalani isolasi mandiri, kita bisa produktif menulis, dan menginspirasi banyak kalangan.

Dengan menulis dan memosting tulisan, Anda akan terhubung dengan sangat banyak orang di dunia ini. Jika Anda memposting melalui media sosial, maka sangat banyak teman-teman Anda akan membaca dan merespon tulisan Anda.

Hubungan positif yang Anda ciptakan dengan banyak kalangan, akan membuat kebahagiaan Anda terus bertumbuh. Inilah salah satu bentuk relationship itu.

Bahan Bacaan

Martin Seligman, Flourish, A Visionary New Understanding of Happiness and Wellbeing, Atria Books, 2012

Melissa Madeson, Seligman’s PERMA+ Model Explained: A Theory of Wellbeing, 22 Mei 2021, https://positivepsychology.com/

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.