Kembali
Keluarga

Pertanyaan-pertanyaan Penting dalam Proses Ta’aruf

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Kata “ta’aruf” [التعارف] secara bahasa berasal dari kata ta’arafa – yata’arafu [تعارف – يتعارف], yang artinya saling mengenal. Kata ini disebutkan di dalam al-Quran:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal” (QS. Al-Hujurat: 13).

Ini adalah pengertian umum dari ta’aruf. Sedangkan pengertian khusus dari ta’aruf adalah saling mengenal antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, dalam rangka menjajagi kecocokan menuju proses pernikahan. Di zaman Nabi Saw, tatkala sahabat hendak menikah, beliau arahkan agar melihat calon terlebih dahulu. Ini yang disebut sebagai nazhar.

Nabi Saw bersabda,

إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا، فَلْيَفْعَلْ

“Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang perempuan, jika dia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah”. (HR. Ahmad 3/334, Abu Dawud  2082, dinyatakan hasan oleh Al-Albani).

Proses ta’aruf dalam pengertian khusus ini, harus benar-benar diniatkan dalam upaya untuk menemukan jodoh yang tepat sesuai dengan ajaran Islam, baik dari segi teknis, cara maupun kriteria.

Delapan Poin Penting yang Perlu Kamu Tanyakan Saat Melakukan Ta’aruf

Sesungguhnya tidak ada daftar pertanyaan yang baku dalam melaksanakan ta’aruf, karena proses inipun bukan sebuah kewajiban atau keharusan. Proses menuju pernikahan di zaman Nabi sangatlah simpel dan sederhana.

Jika ada yang memilih percaya kepada orang tua atau ulama untuk memproses nikahkan dirinya dengan seseorang, dan ia rela dengan siapapun pilihan orangtuanya atau ulama tersebut tanpa melalui ta’aruf, hal itupun dibolehkan. Namun ta’aruf dilakukan sebagai upaya untuk menghindari hal-hal yang mengecewakan, disebabkan tidak diketahui sebelum menikah.

Untuk menjajagi kecocokan dan kemantapan hati menuju pernikahan, berikut beberapa panduan global dalam proses ta’aruf. Beberapa pertanyaan berikut ini patut dijadikan bahan obrolan saat melakukan ta’aruf.

  1. Pemahaman tentang Agama dan Pembinaan Diri

Bagaimana kamu belajar agama selama ini?

Bagaimana kamu menjalankan kewajiban agama selama ini?

Jika kamu belum pernah belajar agama, apakah kamu bersedia untuk mempelajarinya dengan serius?

Jika kamu belum rajin menjalankan kewajiban agama, apakah kamu bersedia untuk menjalankannya dengan serius?

Apakah kamu aktif dalam kegiatan dakwah?

Apakah kamu aktif dalam organisasi dakwah?

Bagaimana kamu menjalankan kegiatan dakwah?

Bagaimana kamu mensikapi perbedaan pendapat dalam beragama?

Bagaimana kamu menjaga kebaikan diri kamu selama ini?

Apakah kamu punya komunitas salih / salihat untuk menjaga kebaikan diri kamu?

Bagaimana nanti kamu menjaga kebaikan pasangan dan anak-anak kamu setelah berkeluarga?

  1. Aktivitas Spiritual, Intelektual dan Fisik

Apakah ada ibadah atau amalan unggulanmu untuk mendekatkan diri kepada Allah?

Ibadah sunnah apa saja yang rutin kamu lakukan?

Seberapa rutin kamu menjalankan shalat malam dan tilawah Al Qur’an?

Apakah kamu biasa mengerjakan puasa sunnah?

Apakah kamu rutin melaksanakan shalat wajib berjama’ah di masjid?

Apakah kamu suka membaca buku? Biasanya buku tentang apa?

Apakah kamu suka menghadiri seminar atau forum diskusi? Tentang apa?

Apakah kamu suka olah raga? Apa olah raga yang rutin kamu lakukan?

Bagaimana kamu menjaga kesehatan selama ini?

Apakah kamu punya riwayat sakit?

  1. Pemahaman tentang Pernikahan dan Keluarga

Apa makna pernikahan menurutmu?

Apa pendapatmu tentang berkeluarga?

Apa visi yang ingin kamu capai dengan menikah dan berumah tangga?

Apa tujuan kamu menikah dan berumah tangga?

Bagaimana langkah kamu nanti untuk mencapai visi dan tujuan itu?

Bagaimana pandanganmu tentang poligami?

Apakah kamu akan melakukan poligami?

Apakah kamu siap jika aku melakukan poligami?

  1. Pemahaman tentang Pembagian Peran Suami dan Istri dan Manajemen Keluarga

Menurut kamu, setelah hidup berumah tangga, seperti apa pembagian peran antara suami dan istri?

Apa saja peran suami? Apa saja peran istri?

Siapa yang harus mencukupi kebutuhan nafkah keluarga?

Bagaimana apabila nafkah keluarga tidak tercukupi?

Siapa yang harus memasak, membersihkan rumah, mencuci dan menyeterika pakaian, dan pekerjaan teknis lainnya?

Bolehkah istri studi lanjut S2 atau S3 ke luar negeri?

Bolehkah istri bekerja formal di suatu instansi/perusahaan?

Siapa yang harus mengurus dan mendidik anak?

Bagaimana kamu nanti akan mendidik anak?

Kamu ingin memiliki berapa anak?

Bagaimana mengambil keputusan dalam rumah tangga nantinya?

Siapa yang mengambil keputusan dalam keluarga nantinya?

  1. Regulasi Emosi dan Manajemen Konflik

Apakah kamu pernah marah? Hal apa saja yang biasanya memicu amarahmu?

Apa yang kamu lakukan saat marah? Bagaimana kondisi terburukmu ketika marah?

Pernahkah kamu memukul orang atau merusak barang saat marah?

Apa yang kamu lakukan saat sedang stres atau bermasalah dengan orang lain?

Apakah kamu mudah membenci orang yang tidak kamu sukai?

Menurut kamu, apakah kamu bertipe tertutup atau terbuka? Apakah kamu suka mengobrol dan bercerita? Apakah kamu suka memendam perasaan?

  1. Manajemen Kehidupan

Apakah kamu punya rencana masa depan? Bisa diceritakan?

Apakah kamu punya target yang harus kamu capai dalam waktu tertentu?

Apakah semua hal dalam hidup kamu selalu kamu rencanakan?

Apakah kamu sudah punya rencana akan tinggal dimana setelah menikah?

Apakah kamu sudah punya rencana akan bekerja dimana setelah menikah?

Bagaimana jadwal kegiatanmu sehari-hari selama ini?

Apa saja yang kamu lakukan saat memiliki waktu luang?

  1. Manajemen Keuangan

Apa pekerjaanmu untuk mendapatkan penghasilan selama ini?

Bagaimana kamu mengatur penghasilan dan pengeluaranmu?

Bagaimana manajemen keuangan keluarga nanti?

Siapa yang memegang uang dalam keluarga?

Apakah kamu memiliki tanggungan hutang? Berapa banyak? Kepada siapa?

Apakah kamu punya skema pengembalian hutang tersebut?

Apakah kamu suka berhutang?

Apakah kamu suka belanja dan jajan?

Apakah kamu senang menabung?

Apakah kamu suka travelling?

Bagaimana pandangan kamu tentang riba?

Apakah ada aktivitas ekonomi kamu yang terkait dengan riba?

Apakah kamu memiliki kewajiban / tanggungan untuk membantu keuangan keluarga besar kamu?

Apakah kamu punya rencana untuk membantu rutin keuangan keluarga mertua kamu?

  1. Hubungan dengan Keluarga Besar

Bagaimana kondisi keluarga orangtua kamu?

Bagaimana kamu berinteraksi dengan ayah ibu kamu selama ini?

Bagaimana kamu berinteraksi dengan saudara-saudaramu selama ini?

Siapa yang lebih banyak memutuskan hal penting di dalam keluarga orangtua kamu?

Apakah ada tradisi musyawarah keluarga dalam keluarga orangtua kamu?

Apakah ayah dan ibu kamu selama ini sering konflik?

Adakah masalah besar dalam keluarga orangtua kamu?

Bagaimana kamu memandang dan menyikapi konflik serta permasalahan keluarga orangtua kamu?

Penutup

Demikian delapan poin penting berikut daftar pertanyaan yang perlu ditanyakan pada saat melakukan ta’aruf. Keseluruhan poin dan daftar pertanyaan tersebut bersifat tentatif, karena situasi dan kondisi setiap orang saat ta’aruf sangat berbeda-beda.

Ada yang sudah saling mengenal sejak sebelum ta’aruf, karena teman sekolah, teman kuliah, teman kerja, partner bisnis, dan lain sebagainya. Ada yang mengenal sebatas medsos, karena teman facebook, teman instagram, teman di twitter, teman di web atau blog, dan lain sebagainya. Ada pula yang saat ta’aruf belum pernah mengenal sama sekali.

Oleh karena sangat variatif kondisinya, maka tidak ada standar baku untuk dibahas atau ditanyakan saat ta’aruf. Di atas semua itu, luruskan niat, ikhlas karena Allah semata-mata. Ta’aruf adalah ibadah, menikah adalah ibadah, berumah tangga adalah ibadah, maka lakukan dengan penuh keikhlasan niat.

Insyaallah jika niat ikhlas bertemu dengan niat ikhlas, semua akan dimudahkan olah Allah.

.

 

Ilustrasi foto : www.popbela.com

 

 

 

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.