.
The 30-Day Writing Challenge – 7
Oleh : Cahyadi Takariawan
“A good title won’t make your book do well. But a bad title will almost certainly prevent it from doing well” — Tucker Max
.
Bagaimanakah cara agar tulisan yang Anda buat selama Ramadhan bisa menjadi buku yang diterbitkan lengkap dengan ISBN? Ikuti 10 langkah berikut ini.
- Kumpulkan 30 Tulisan Selama Ramadhan
- Pilahkan Tulisan, dan Buat Sistematika
- Tentukan Target Akhir
- Lakukan Penyesuaian terhadap Naskah
- Lengkapi Bagian-Bagian Buku
- Lakukan Swasunting (Self Editing)
- Pilih Judul yang Inspiratif
- Bikin Layout Kreatif
- Bikin Cover yang Menarik
- Serahkan Kepada Penerbit
Pada postingan-postingan sebelumnya, telah saya bahas poin pertama hingga keenam. Berikut saya bahas poin ketujuh. Silakan disimak, dan diaplikasikan dengan urut. Insyaallah tulisan Anda bisa menjadi buku.
Ketujuh, Pilih Judul yang Inspiratif
Setelah Anda selesai melakukan swasunting, tugas selanjutnya adalah memikirkan judul buku. Ini bagian yang sangat menentukan sekaligus ‘menegangkan’. Tidak mudah mencari judul buku. Pilihlah judul yang inspiratif.
“Your book title is the most important marketing decision you’ll make” — Tucker Max
Judul adalah hal pertama yang dilihat calon pembaca tentang buku Anda. Membuat judul dengan tepat adalah keputusan pemasaran buku terpenting yang harus Anda buat. Judul membentuk dasar penilaian calon pembaca tentang buku Anda.
Scott Berkun menyatakan, “Seringkali [judul] adalah semua yang bisa dilihat oleh calon pembeli, dan jika mereka dapat menarik minat, buku tersebut melewati rintangan pertama dari banyak rintangan dalam perjuangan yang mustahil untuk mendapatkan perhatian.
“Often [the title] is all a potential buyer ever gets to see, and if they can draw interest the book crosses its first of many hurdles in the improbable struggle of getting noticed” — Scott Berkun
Tucker Max menyatakan, “judul buku yang bagus tidak menjamin buku Anda sukses di pasaran. Akan tapi judul yang buruk bisa dipastikan menyulitkan pemasaran”.
Selanjutnya Max memberikan contoh tentang pentingnya judul buku. Pada tahun 1982 Naura Hayden merilis sebuah buku berjudul “Astro-Logical Love.” Buku ini tidak laku di pasaran.
“The title is the first thing the reader sees or hears about your book—even before the cover in most cases—and getting it right is the single most important book marketing decision you’ll make” –Tucker Max
Hayden merancang strategi. Dengan mengubah sedikit isi dan mengubah judul bukunya secara total. Judul baru buku itu adalah “How to Satisty a Woman Every Time, and Have Her Beg for More”. Bagaimana Memuaskan Wanita Setiap Saat, dan Membuat Dia Memberi Lebih Banyak”, ini judul yang sensasional.
Ajaib. Buku itu menjadi fenomena dan menjadi buku terlaris, best seller di zamannya. Buku yang sama, isi yang nyaris sama, hanya karena judul yang berbeda, maka nasibnya juga berbeda. Dari buku tak laku, menjadi buku best seller.
“Spend time figuring out the best possible title for your book, because it will largely determine what people think about your book, and thus, your book’s success” — Tucker Max
Max menyarankan, agar Anda meluangkan waktu guna menemukan judul terbaik untuk buku Anda. Sekali lagi, judul buku akan sangat menentukan persepsi orang tentang buku Anda. Dengan demikian, kunci awal sukses buku sudah Anda miliki.
Pertimbangan dalam Memilih Judul Buku
Karena sedemikian penting judul buku, Anda harus memilih dengan seksama. Jangan tergesa-gesa. Tucker Max memberikan saran, agar membuat judul buku dengan memperhatikan beberapa aspek berikut.
- Menarik perhatian
Buku Anda akan bersaing dengan sangat banyak buku lain yang sejenis dan satu tema. Maka pilih judul yang mampu menarik perhatian segmen pembaca Anda. Tentukan dengan jelas siapa segmen pembaca Anda, dan fokuskan perhatian untuk ‘bertanya’, hal apa yang menarik begi mereka?
Buku karya Asma Nadia, “Surga yang Tak Dirindukan” adalah contoh judul yang menarik perhatian segmen pembacanya –yaitu kaum wanita.
- Mudah diingat
Judul hendaknya mudah diingat. Jangan membuat judul terlalu panjang, yang membuat pembaca sulit mengingatnya. Ada judul utama yang bisa Anda tonjolkan, kemudian ditambah dengan anak judul atau sub judul, untuk memberikan penjelasan tambahan. Judul utama, harus mudah diingat pembaca.
Contoh judul buku, “Wonderful Family, Merajut Kebahagiaan dalam Rumah Tangga”. Judul utamanya adalah Wonderful Family. Ini mudah diingat.
- Informatif
Judul buku hendaknya bisa menjelaskan kandungan isinya. Sebab pembaca tidak akan mengetahui isi buku Anda sebelum mereka membaca. Padahal mereka membaca setelah membeli. Keputusan membeli, dipengaruhi oleh informasi yang terkandung dalam judul buku.
Contoh judul buku, “Wonderful Family, Merajut Kebahagiaan dalam Rumah Tangga”. Informasi terletak terutama pada anak judul, Merajut Kebahagiaan dalam Rumah Tangga.
- Mudah diucapkan
Jangan membuat judul buku yang sulit diucapkan. Calon pembaca bahkan bingung cara mengucapkan, sekaligus tidak mengerti maksudnya. Misalnya, biar tampak keren, Anda membuat judul “Worcestershire”. Namun ini sangat sulit diucapkan masyarakat Indonesia. Mereka juga tidak mengerti maksudnya.
Judul utama “Wonderful Family”, meskipun berbahasa Inggris, namun mudah diucapkan masyarakat Indonesia.
- Tidak memalukan atau ‘bermasalah’ untuk diucapkan
Adakah judul buku yang memalukan dan bermasalah untuk diucapkan? Tentu saja ada. Misalnya saja, yang sempat ramai mendapat penentangan netizen adalah buku berjudul The Vagina Bible karya Dr. Jennifer Gunter (2019). Judul tersebut bukan saja bermasalah untuk diucapkan, namun menyinggung kalangan umat beragama.
Terlebih buku Anda berkategori religius, maka harus memilih judul yang sopan dan elegan. Tidak semata judul yang bombastis dan apalagi aneh. Ini tidak sesuai dengan spirit kehadiran buku –untuk memotivasi kebaikan.
Selamat berkarya.
Bahan Bacaan
Tucker Max, How To Write The Perfect Book Title, https://scribemedia.com