Kembali
Teknik Menulis

Pilih Telling atau Showing?

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Brakkk!! Walikota menggebrak meja dengan sangat keras. Suara hentakannya memecah keheningan pagi. Semua aparat balaikota anggota gugus tugas Covid-19 yang hadir, terdiam tak bersuara. Wajah mereka pucat pasi, tertunduk ke bawah.

Sementara itu Walikota berdiri dengan gemetar. Wajahnya memerah. Giginya gemertak. Matanya memelotot, seakan hendak keluar dari kelopaknya. Napasnya tersengal-sengal.

“Kalian bodoh semua!!!” Walikota berteriak, nyaris histeris.

Mata merahnya menatap seluruh aparat yang hadir. Satu per satu. Tanpa kecuali. Suara napas Walikota tampak sangat jelas. Terengah-engah tidak beraturan.

******

Walikota sangat marah dengan kinerja para aparat yang dinilai sangat lambat mengantisipasi perkembangan Covid-19.

******

Pilih Mana?

Perhatikan dua contoh tulisan di atas. Keduanya menyampaikan hal yang sama. Namun dengan cara penulisan yang berbeda. Contoh pertama disebut gaya showing. Contoh kedua disebut gaya telling. Anda lihat, dengan gaya telling sebuah informasi disampaikan dengan singkat dan tidak bertele-tele.

Demikianlah dalam proses kreatif menulis, Anda memiliki pilihan cara mengungkapkan karakter atau sifat tokoh, serta mengungkapkan peristiwa atau kejadian. Secara umum dikenal gaya telling, dan gaya showing. Apa perbedaan keduanya?

Gaya telling bercorak abstrak dan tidak melibatkan pembaca untuk berimajinasi bebas. Pembaca diberikan kesimpulan tentang apa yang diceritakan, tanpa diajak untuk mengolah informasi dalam cerita. Pembaca telah diajak memiliki kesimpulan yang sama dengan penulis.

Sedangkan gaya showing bersifat lebih konkret, dan secara aktif melibatkan pembaca untuk berimajinasi bebas menggambarkan karakter, sifat, atau kejadian dan peristiwa. Dengan demikian, showing memerlukan lebih banyak kata atau kalimat, dibanding telling.

Showing berusaha menciptakan gambaran dari dunia konkret ke alam pikiran pembaca sehingga menjadikan karakter atau cerita semakin hidup —disertai imajinasi pembaca. Showing mengajak pembaca ikut mengolah apa yang disampaikan penulis dan bahkan mengambil kesimpulannya sendiri.

Contoh 1

Gaya telling, “Cenna, gadis muda belia itu, berparas cantik jelita”.

Gaya showing, “Memiliki bentuk wajah oval, dengan hidung mancung, bibir tipis, alis mata melengkung dan bulu mata lentik, membuat Cenna menjadi wanita yang diidamkan banyak pria. Rambutnya yang berurai sebahu, kulit putih mulus dan tinggi badan ideal, terlihat penampilannya kian sempurna”.

Dengan gaya telling, penulis telah menyimpulkan, bahwa Cenna adalah gadis yang cantik jelita. Pembaca akan menerima kesimpulan itu tanpa terlibat mengolah informasi dalam benaknya.

Sementara dengan gaya showing, penulis menggambarkan wajah Cenna secara konkret, dan memindahkan ke alam pikiran pembaca untuk diolah dengan imajinasi bebas. Pembaca akan membayangkan, dan bisa sampai kepada kesimpulan yang sama —bahwa Cenna adalah gadis yang cantik jelita. Pembaca tidak disodorkan sebuah kesimpulan, namun bisa mengambil kesimpulan sendiri.

Contoh 2

Gaya telling, “Lelaki tua itu terlihat aneh dan mengerikan”.

Gaya showing, ”Tubuh lelaki tua itu sangat tinggi, rambutnya panjang sampai kaki, giginya tajam, seakan semua giginya adalah taring. Matanya merah darah, tatapannya sangat dalam. Tumbuh rambut di seluruh tubuhnya. Tidak seperti manusia pada umumnya”.

Contoh 3

Gaya telling, “Rumah Rudi terbakar sampai ludes”.

Gaya showing, “Api menjalar dengan sangat hebat. Lidah api menyala, memerahkan langit malam di atas rumah Rudi. Seluruh penjuru rumah Rudi telah terkepung lautan api, tak ada lagi yang terlihat. Hanya api. Tak ada lagi rumah Rudi”.

Contoh 4

Gaya telling, “Aida menangis meraung-raung”.

Gaya showing, “Aida, anak imut umur tiga tahun yang biasanya begitu ceria, kini wajahnya tampak memerah. Air matanya tumpah ruah, deras membasahi pipinya yang lesung. Bukan hanya air mata yang terkuras, namun terdengar pula raungan keras dari mulut mungil bayi imut itu. Suaranya mengiris-iris hati siapapun yang mendengarnya”.

Memilih yang Paling Sesuai dengan Konteks

Pada dasarnya, gaya telling dan gaya showing adalah pilihan bebas. Baik tulisan fiksi maupun nonfiksi, bisa menggunakan pilihan keduanya. Penulis bebas memilih, sesuai konteks cerita dan tujuan yang ditetapkan penulis dalam mengolah tulisan. Juga —akan diposting dimana tulisan itu nantinya, dan untuk siapa?

Gaya telling ringkas, to the point, dan membuat pembaca memiliki kesimpulan sama dengan harapan penulis. Ketika penulis ingin memastikan bahwa pembaca memiliki kesimpulan yang sesuai keinginan penulis, gaya telling paling tepat. Demikian pula ketika ingin menulis dalam jumlah kata yang terbatas, telling lebih tepat.

Gaya showing lebih aktif dan dinamis, melibatkan imajinasi pembaca dan mendorong pembaca mengambil kesimpulan sendiri. Ini membuat pembaca —yang memiliki banyak waktu untuk membaca— merasa lebih asyik dan terhipnotis dalam dunia khayalan yang bebas. Ketika penulis ingin melibatkan pembaca dalam mengolah informasi dan mengambil kesimpulan sendiri, gaya showing paling tepat.

Gaya telling dan showing —silakan Anda memilih sesuai konteks, sesuai tujuan penulisan, sesuai segmen pembaca, dan sesuai selera Anda.

Saatnya Latihan

Sekarang coba Anda berlatih. Lihat foto di atas. Buat penjelasan dalam bentuk telling, dan dalam bentuk showing.

Selamat berlatih.

.

Foto ilustrasi : https://parenting.firstcry.com

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.