.
Ayuk Membuat Buku Antologi – 17
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Jika buku antologi diterbitkan melalui penerbit indi, pemasaran harus dilakukan sendiri oleh inisiator, para penulis, maupun tim kerja. Semua pihak hendaknya terlibat dalam memasarkan buku antologi agar semakin luas jangkauannya.
Jika buku diterbitkan oleh penerbit mayor, proses pemasaran, distribusi dan penjualan dilakukan oleh pihak penerbit. Pihak penulis dan pihak lain bisa ikut menjualkan dengan ketentuan yang dibuat oleh penerbit. Pada dasarnya penerbit mayor berkewajiban menjualkan semua buku yang diterbitkan.
Ini adalah salah satu keuntungan menggunakan penerbit mayor, yaitu memiliki jaringan distribusi yang luas dan relatif sudah mapan. Pemasaran menjadi semakin luas, dibandingkan dengan jika dilakukan hanya oleh para kontributor antologi saja.
Memasarkan Buku Antologi
Jika buku antologi dibuat untuk mendapatkan keuntungan finansial, maka harus dipasarkan dengan serius. Di zaman sekarang, buku sudah bisa dijual sejak sebelum terbit. Proses promosi dan publikasi dan sekaligus pemesanan awal alias preorder bisa dilakukan ketika buku sudah ditangani penerbit.
Teori tentang teknik memasarkan (marketing) produk, sangat banyak dan beragam. Namun berbagai teori, strategi, cara, metode, teknik, tips tersebut, kembali kepada kita. Cara mana yang paling tepat bagi kita, pun bagi jenis buku kita.
Tidak semua teori pemasaran itu cocok bagi Anda. Tidak semua teori pemasaran itu tepat bagi jenis buku dan jenis pangsa pasar yang Anda bidik.
Dalam konteks memasarkan dan menjual buku, strategi pemasaran (marketing) dan penjualan (selling), saya rumuskan dengan istilah : “memahami banyak strategi, dan memilih yang sesuai”. Ini istilah saya sendiri –yang bukan ahli marketing.
Memahami banyak strategi adalah tindakan yang sangat penting. Bisa jadi kita tidak melakukan suatu tindakan pemasaran atau penjualan tertentu, disebabkan kita tidak mengerti. Memilih yang strategi sesuai juga penting, karena tidak semua strategi yang kita pelajari sesuai dengan kondisi diri kita dan pangsa pasar yang hendak kita raih.
Memilih Strategi Marketing
Joey Iazzetto, dari UniCom Marketing Group menyatakan, “Marketing is defined as we help people sell more stuff.” Marketing atau pemasaran adalah membantu orang untuk menjual lebih banyak barang.
Jadi, hakikat marketing adalah mempermudah terjadinya penjualan, atau membantu agar tercipta banyak penjualan. Ada beberapa strategi yang sudah sangat sering kita dengar dan bahkan kita lakukan, sebagai berikut.
- Marketing Langit dan Marketing Bumi
Anda sudah sering mendengar istilah marketing langit, sebuah proses marketing dengan pendekatan spiritual. Sebagai insan beriman, kita percaya bahwa rejeki adalah pemberian Allah. Manusia hanya wajib berusaha, Allah yang memberikan hasilnya.
Oleh karena itu, harus ada usaha ‘langit’ dengan berdoa, memohon pertolongan Allah, agar usaha kita lancar, berhasil dan diberkahi. Siapa yang menggerakkan seseorang membeli buku kita di antara ribuan buku di toko? Apakah hanya karena bagusnya judul, cover dan penampilan buku? Tentu tidak.
Yang paling utama adalah ‘intervensi Tuhan’, yang menggerakkan hambaNya untuk membeli buku. Ini terkait pemberian dan pembagian rejeki yang menjadi hak prerogratif Allah.
Maka selain berdoa, harus ditopang pula dengan marketing bumi. Ini adalah aktivitas menyapa manusia di bumi, berbuat baik kepada mereka, berwajah cerah, ramah, dan supel. Juga harus jujur serta amanah, mudah menolong orang, membantu mereka yang memerlukan pertolongan, dan berbagai bentuk perbuatan baik lainnya kepada sesama.
Marketing langit dilakukan dengan mengetuk pintu langit. Marketing bumi dilakukan dengan mengetuk pintu hati manusia. Keduanya jangan dipertentangkan, namun keduanya bisa dilakukan secara bersamaan.
- Traditional Marketing dan Digital Marketing
Pemasaran dengan cara tradisional biasanya dilakukan dengan iklan melalui koran, majalah, radio dan TV. Bisa pula dengan memasang bilboard, banner, flyer, poster, spanduk di pinggir jalan dan tempat-tempat strategis. Bisa pula membuat dan membagikan brosur, leaflet dan lain sebagainya.
Cara-cara tradisional ini sudah dikenal sejak lama, dan sampai sekarang masih ditempuh oleh banyak pihak untuk memasarkan produk. Tidak semua sarana ini cocok untuk memasarkan buku, karena relatif berbiaya besar.
Untuk menyiasati agar tidak berbayar mahal, metode pemasaran tradisional bisa dilakukan dengan “soft”. Pada jenis produk buku, bisa dilakukan dengan model menulis resensi di koran dan majalah, atau bedah buku melalui radio.
Ini adalah model pemasaran tidak langsung yang sangat murah, karena tidak perlu membayar. Berbeda dengan mengiklankan secara langsung melalui koran, majalah dan TV, tentu berbayar cukup mahal.
Digital marketing adalah pemasaran melalui jaringan internet, atau sistem online. Biasanya menggunakan website, media sosial, online advertising, dan email marketing.
Kelebihan cara digital marketing adalah jangkauan yang lebih luas, lebih tersegmentasi dari segi pangsa pasar yang dibidik. Dari segi biaya juga relatif lebih murah. Jangkauan digital marketing luas tanpa batas wilayah, tempat dan waktu. Sangat berbeda dengan traditional marketing.
Kedua model marketing ini —traditional dan digital— jangan dipertentangkan. Namun lakukan sesuai kondisi, situasi dan kebutuhan. Pada dasarnya kita hanya melakukan usaha terbaik, dengan berbagai cara yang memungkinkan untuk memasarkan buku kita.
Selamat memasarkan buku antologi.