Kembali
Keluarga

Remahan Roti

REMAH

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

REMAHAN ROTI

@Ummu Rochimah

 

Apa pembicaraan terpenting dari pasangan suami istri?

Ekonomi keluarga? Pendidikan anak-anak? Rumah? Kendaraan?

Ternyata pembicaraan terpenting bagi pasangan suami istri adalah MEMBICARAKAN HAL-HAL YANG TIDAK PENTING.

Pasangan suami istri adalah dua manusia yang pada awalnya berbeda sama sekali, beda latar belakang sosial, keluarga, beda budaya, beda cara berpikir, beda kesukaan, kemudian menyatu dalam sebuah ikatan pernikahan. Tidak bisa serta merta memiliki kesamaan dalam suatu hal. Supaya perbedaan-perbedaan yang ada dapat menjadi modal bagi kebersamaan  mereka, maka satu sama lain harus berusaha memperkecil perbedaan yang ada, agar tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk mewujudkan keluarga sakinah. Salah satu caranya adalah, dengan memperbanyak obrolan-obrolan tidak penting di antara keduanya.

Sering ditemui kebuntuan komunikasi antara suami dengan istri saat membahas hal-hal yang urgent dalam rumah tangganya, adalah karena ‘kurangnya pengalaman’ dalam dunia obrolan antara suami istri.

Suami istri kadang meremehkan obrolan-obrolan ‘tidak penting’ seperti misalnya,  bagaimana mereka menentukan posisi tempat tidur mereka, letak gantungan baju di kamar mereka, apa warna gorden untuk kamar mereka, atau hal-hal sepele lainnya. Karena merasa itu suatu yang tidak penting, terkadang menyerahkan urusan itu pada salah satu di antara mereka, seringnya para suami tidak mau tahu urusan itu. Dan para istri merasa itu salah satu kehebatan mereka sehingga merasa tidak perlu bertanya pada pasangan. Padahal sekedar menanyakan “Gordennya bagus warna apa ya?”  atau “Gantungan baju ini diletakkan di sebelah mana ya?”

Memang terkadang obrolan ini menjadi terputus ketika salah satunya sudah mengucapkan kata pamungkas “Terserah”. Kata ini dapat memutus suatu obrolan, padahal dari obrolan tidak penting ini bisa memberikan banyak informasi mengenai pasangan kita, satu sama lain bisa tahu tentang kesukaan pasangan atau cara pandang masing-masing tanpa perlu menginterogasi satu sama lain.

Pada sesuatu yang sepele itu sebenarnya terkandung satu pelajaran untuk memperkecil perbedaan di antara mereka, sehingga ketika dicapai suatu kesepakatan untuk hal-hal sepele, maka ini akan membantu kelancaran pembicaraan ketika keduanya harus membicarakan sesuatu yang urgent dan besar dalam urusan rumah tangganya.

Jadi mulai sekarang, yuk ngobrol yang ‘tidak penting‘ dengan pasangan kita supaya saat benar-benar bertemu pembicaraan yang urgent tidak perlu saling tarik urat leher.

Ga percaya?

Cobain aja 😊

Ditulis oleh Ummu Rochimah

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.