Kembali
Keluarga

Selingkuh, Mengapa dan Harus Bagaimana?

–Bagian 3 dari 5 Tulisan

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

“Only 12 percent of cheating men said their mistress was more physically attractive than their wife” –Gary Neuman, 2008.

 

Selingkuh adalah dosa dan kesalahan. Apapun alasannya, selingkuh tak bisa dibenarkan. Jika kita mencoba memahami alasan-alasan perselingkuhan, adalah agar bisa mencegah dan menghindarinya. Bukan untuk membenarkan dan memakluminya.

Mari coba kita pahami, sejumlah alasan mengapa terjadi perselingkuhan. Selingkuh bukan dimensi tunggal, maka harus dilihat dari sangat banyak sisi.

Alasan-alasan “Akademik” dalam Perselingkuhan

Gary Neuman, seorang penasihat pernikahan dan  penulis buku “The Truth About Cheating” melakukan survei terhadap 200 suami untuk mengungkap alasan laki-laki melakukan selingkuh. Berikut beberapa di antara alasan mereka, yang saya sebut sebagai “alasan akademik” karena merupakan hasil studi.

  1. Pengaruh Lingkungan Pergaulan

Gary menemukan, sebanyak 77% lelaki mengaku berselingkuh karena teman-temannya juga melakukan perselingkuhan. Banyak suami merasa mendapat pembenaran karena banyak teman melakukan perselingkuhan.

  1. Hilangnya Kelekatan Emosional dengan Pasangan

Hasil temuan Gary, 48% lelaki mengaku alasan terbesar mereka berselingkuh adalah ketidakpuasan secara emosional. Mereka butuh diapresiasi, dipercaya dan didukung. Mereka butuh merasa bahwa kerja keras dan perannya diakui dan dihargai oleh istri.

  1. Interaksi dan Komunikasi yang Rutin dan Intens

Gary menemukan, sebanyak 40% suami mengaku berselingkuh dengan rekan kerjanya di kantor. Jika ia merasa tidak dihargai di rumah, sementara di kantor ada yang secara rutin mendukung, memuji dan mengagumi mereka, maka perselingkuhan rentan terjadi.

Alasan-alasan Pelarian dalam Perselingkuhan

Sebagian orang melakukan selingkuh untuk melarikan diri dari sejumlah kondisi. Berikut beberapa contoh pelarian tersebut.

  1. Pelarian dari Rasa Rendah Diri

Anda pernah dengar, ada suami yang tidak memiliki pekerjaan tetap, hidupnya banyak bergantung kepada istri, namun ia justru berselingkuh? Sebagian lelaki berpaling ke perempuan lain bukan karena ia merasa hebat atau tampan.

Sebaliknya ia justru tengah merasa tidak percaya diri. Mungkin karena merasa lemah, kehilangan otoritas di rumah, merasa gagal menjadi suami. Pada saat suami merasa tidak produktif, atau tidak menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan istri, ini menjadi masa kritis baginya.

  1. Pelarian dari Kejenuhan dan Kehambaran Hidup Berumah Tangga

Pada saat perjalanan hidup berumah tangga menemukan kehambaran dan kejenuhan, sebagian orang berpikir mencari variasi. Bermula dari tindakan iseng untuk mencari pelarian, akhirnya menemukan keasyikan pada perempuan / laki-laki lain. Jadilah perselingkuhan.

  1. Pelarian dari Kebisingan Masalah dengan Pasangan

Didera masalah bertubi-tubi dengan pasangan, membuat suasana rumah tangga menjadi bising dan tidak nyaman. Suami dan istri ingin hidup tenang. Di saat seperti itu, mudah menemukan ketenangan dari orang lain.

  1. Pelarian dari Kekecewaan terhadap Pasangan

Kadang setelah hidup berumah tangga, ada harapan terhadap suami / istri yang tidak kunjung terwujudkan.

Misalnya mengharap sifat kelembutan dan kesantunan dari istri, penghormatan dan pelayanan dari istri, namun saking sibuknya sang istri tidak sempat memberikan itu semua kepada suami. Ternyata suami menemukan perempuan lain yang halus, lembut, santun dan sangat menghormati maupun memuliakan dirinya. Seperti harapannya.

Atau mengharap sifat romantisme dan perhatian penuh dari suami. Namun sang suami sangat sibuk sehingga tidakmampu memenuhi harapan istri. Ternyata istri menemukan lelaki lain yang perhatian, romantis, hangat dalam komunikasi dan sangat memuliakan dirinya. Seperti harapannya.

Keempat, Alasan Ekspresi Diri

Sebagian orang melakukan selingkuh untuk kebutuhan ekspresi diri. Berikut beberapa contoh kebutuhan ekspresi diri tersebut.

  1. Ekspresi Kemapanan Ekonomi dan Gaya Hidup

Kemapanan ekonomi yang tidak dibarengi dengan sikap positif, bisa melahirkan gaya hidup menyimpang. Menyimpan “koleksi” pacar dan berganti-ganti pasangan selingkuh, karena menganggap hal itu sebagai simbol kehebatan dan kesuksesan seorang lelaki.

  1. Ekspresi Fantasi Seksual

Sebagian lelaki menjadi ketagihan seksual, atau memiliki fantasi seksual yang liar dan tidak bisa didapatkan dari istri. Mungkin karena pecandu tontonan porno, sehingga menjadi ketagihan seksual. Ini sudah menjadi kelainan dan penyakit yang harus disembuhkan.

  1. Ekspresi Harga Diri

Ada suami yang merasakan sakit hati atas perbuatan istri, lalu melakukan balas dendam dengan cara selingkuh. Dengan itu ia merasa telah gantian membalas sakit hatinya.Ada istri yang menemukan suami melakukan selingkuh lalu ia membalasnya dengan berselingkuh.

BERSAMBUNG.

 

Bahan Bacaan

Abu Al Hamd Rabi’, Baitul Muslim Al Qudwah, Era Adicitra Intermedia, 2015

Abdul Wahhab Hamudah, Manajemen Rumah Tangga Nabi Saw, Pustaka Hidayah, 2002

Cahyadi Takariawan, Wonderful Love, Era Adicitra Intermedia, 2018

Gary Neuman, The Truth About Cheating, Wiley, 2009

Jasim Badr Al-Muthawwi, Menggapai Cinta Suami Isteri, Citra Islami Press, 1997

Nicole Yorio & Lindsey Palmer, The Truth About Why Men Cheat, https://www.today.com, 17 Oktober 2008

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.