–Bagian 4 dari 5 Tulisan
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Men are good at compartmentalizing feelings. They can hold on to their emotions and deal with them later” –Gary Neuman.
Jika suami atau istri melihat tanda-tanda selingkuh dari pasangan, hendaknya dirinya segera melakukan beberapa tindakan “marital check up”. Hal ini penting untuk memeriksa banyak bagian dalam kehidupan pernikahan.
Ini bukan soal pemeriksaan medis di laboratorium, namun pemeriksaan kejiwaan hubungan antara suami dan istri selama ini. Bisa jadi ada berbagai kondisi yang sudah mulai lemah, rapuh, usang dan perlu penguatan, perbaikan, penyehatan atau penyegaran.
Ada sangat banyak sisi ‘marital check up’, namun dalam contoh kasus dugaan perselingkuhan pasangan, minimal perlu dilakukan beberapa rangkaian langkah sebagai berikut.
Pertama, Muhasabah Kondisi Ruhaniyah
Suami dan istri harus mengupayakan evaluasi terhadap kondisi ruhaniyah mereka. Apakah mereka jauh dari Allah? Apakah mereka meninggalkan rasa takut terhadap Allah? Apakah mereka jauh dari keteladanan Nabi saw?
Jika kondisi ruhaniyah kering, mudah tergoda setan. Dengan mudah setan menjadikan indah semua perbuatan buruk dan menyimpang. Tidaklah seseorang melakukan penyimpangan dan pelanggaran syariah dalam situasi ruhaniyah mereka yang prima.
Tidaklah seorang lelaki yang takut kepada Allah akan melakukan penyimpangan yang berat. Nabi Yusuf memberi pelajaran, lebih baik dipenjara daripada disuruh melakukan penyelewengan.
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ () فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Yusuf berkata, ‘Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.’ Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka” (QS. Yusuf : 32-34).
Kedua, Lakukan Pemeriksaan terhadap Diri Sendiri
Dalam suatu perselingkuhan, terdapat kenyamanan perasaan atau ‘nyambung’ rasa diantara dua insan. Jika suami diduga selingkuh, ia mendapatkan kenyamanan perasaan dalam hubungan dengan perempuan di luar sana.
Jika istri diduga selingkuh, ia tengah mendapatkan tempat curhat yang bisa menampung dan menenangkan semua resahnya di luar sana. Maka hendaknya momentum itu dijadikan sarana memeriksa diri sendiri, sebelum menuding dan menyalahkan pasangan.
Cobalah lakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap disi sendiri, mengapa suami / istriku berperilaku seperti itu? Adakah yang kurang dari diriku? Apakah aku kurang memperhatikannya? Apakah aku kurang mengurusnya? Atau aku tidak bisa menjadi sahabatnya dalam suka dan duka? Apakah tampilanku tidak lagi menarik bagi dirinya? Apakah aku tidak bisa memuaskan dirinya? Apakah aku tidak bisa menjadi tempat curhat yang nyaman baginya?
Berbagai pertanyaan tersebut untuk membimbing suami atau istri dalam rangka menemukan sisi lemah yang menyebabkan pasangan jatuh ke lain hati. Tentu saja harus disertai usaha untuk melakukan perbaikan diri.
Ketiga, Lakukan Usaha untuk Merebut Kembali Perhatian Pasangan
Pemeriksaan kedua dari ‘marital check up’ adalah dengan mengevaluasi kualitas penampilan dan pelayanan kepada pasangan, yang membuatnya selalu merasa nyaman. Karena perselingkuhan terkait dengan kenyamanan perasaan dua insan, maka hendaknya segera lakukan usaha untuk merebut kembali perhatian pasangan.
Ada sangat banyak cara untuk kembali mendapatkan perhatian dari pasangan, di antaranya adalah dengan jalan memperbaiki penampilan dan pelayanan kepada pasangan. Tampillah menarik dan menyenangkan untuk pasangan, berikan pelayanan yang menawan, lakukan hal terbaik untuk dia.
Jadilah sahabat untuk berbagi dengan pasangan, penuhi kebutuhan emosional dan materialnya, hargai dan penuhi kebutuhan sisi feminin dan maskulin pasangan anda. Jika dia asyik bersama yang lain, mungkin anda selama ini sudah tidak mengasyikkan lagi bagi dirinya.
Periksalah kualitas penampilan dan pelayanan kepada pasangan selama ini, dan sekaligus perbaiki kekurangan anda di sisi itu. Dalam berbagai kesempatan seminar keluarga, sering saya sampaikan kepada pasangan suami istri, agar mereka memberikan penampilan dan pelayanan terbaik untuk pasangan.
“Jangan menunggu berita buruk terjadi”, itu yang sering saya pesankan kepada pasangan suami istri di ruang konseling.
BERSAMBUNG.
Bahan Bacaan
Abu Al Hamd Rabi’, Baitul Muslim Al Qudwah, Era Adicitra Intermedia, 2015
Abdul Wahhab Hamudah, Manajemen Rumah Tangga Nabi Saw, Pustaka Hidayah, 2002
Cahyadi Takariawan, Wonderful Love, Era Adicitra Intermedia, 2018
Gary Neuman, The Truth About Cheating, Wiley, 2009
Jasim Badr Al-Muthawwi, Menggapai Cinta Suami Isteri, Citra Islami Press, 1997
Nicole Yorio & Lindsey Palmer, The Truth About Why Men Cheat, https://www.today.com, 17 Oktober 2008