Kembali
Keluarga

Selingkuh, Mengapa dan Harus Bagaimana?

–Bagian Terakhir dari 5 Tulisan

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

Jika suami atau istri melihat tanda-tanda selingkuh dari pasangan, hendaknya dirinya segera melakukan beberapa tindakan “marital check up”. Hal ini penting untuk memeriksa banyak bagian dalam kehidupan pernikahan.

Ini bukan soal pemeriksaan medis di laboratorium, namun pemeriksaan kejiwaan hubungan antara suami dan istri selama ini. Bisa jadi ada berbagai kondisi yang sudah mulai lemah, rapuh, usang dan perlu penguatan, perbaikan, penyehatan atau penyegaran.

Ada sangat banyak sisi ‘marital check up’, namun dalam contoh kasus dugaan perselingkuhan pasangan, minimal perlu dilakukan beberapa rangkaian langkah sebagai berikut.

Keempat, Selalu Bahagiakan Hatinya

Pemeriksaan ketiga dalam proses ‘marital check up’ adalah dengan memahami tipe bahasa cinta pasangan anda. Apakah anda sudah benar-benar mengerti dan memahami tipe bahasa cinta pasangan anda?

Anda harus mengetahui tipe ‘bahasa cinta’ pasangan anda. Jika anda mengetahui tipe bahasa cinta pasangan, maka anda telah menggenggam rahasia untuk menaklukkan hatinya. Jika anda mengekspresikan cinta sesuaitipe bahasa cinta pasangan, maka dia akan menjadi manusia paling bahagia di muka bumi. Di titik ini, tidak ada orang yang akan selingkuh, karena sudah merasakan kebahagiaan puncak bersama pasangan.

Bisa jadi karena kesibukan masing-masing, anda justru lupa untuk membahagiakan pasangan. Anda sibuk bekerja mencari rejeki, namun tidak sadar telah mengabaikan pasangan yang ingin anda bahagiakan dengan kesibukan anda tersebut.

Maka bahagiakan hatinya, karena ia akan rela melakukan apapun untuk anda jika anda berhasil membahagiakannya. Ia tidak akan tega mengkhianati anda jika dirinya bahagia bersama anda. Membahagiakan hati pasangan, adalah cara efektif untuk melelehkan hatinya untuk anda.

Kelima, Lakukan Tabayun dengan Cara yang Baik

Gejala, fenomena, tanda-tanpa yang dilihat mencurigakan dari pasangan, tidak serta merta bisa digunakan untuk menuduhnya sebagai selingkuh. Bisa jadi kondisinya tidak seperti yang anda duga.

Maka pemeriksaan berikutnya adalah, lakukan tabayun atau recheck kepada pasangan dengan cara yang baik dan bijak. Langsung melempar tuduhan adalah tindakan yang tidak baik dan tidak bijak. Langsung menghakimi adalah tindakan yang tidak baik dan tidak bijak.

Semua dugaan dan kecurigaan perlu dituntaskan dengan upaya tabayun, menggunakan cara yang baik dan bijak. Jangan menuduh, jangan menghakimi, jangan merusak kebahagiaan hidup berumah tangga anda dengan emosi.

Pilih waktu dan suasana yang tepat untuk berbincang dengan pasangan tentang kecurigaan anda atas munculnya tanda-tanda perselingkuhan pasangan. Jangan ada suasana emosional, karena itu akan merusak suasana. Jangan melebih-lebihkan keadaan, karena itu juga tidak akan memberikan solusi.

Pemeriksaan pada tahap ini sudah melibatkan pasangan. Duduklah berdua saja, dengan sikap tenang dan dewasa. Mintalah dia menjelaskan tentang hal yang anda curigai dari dirinya, misalnya perubahan dalam dirinya, komunikasi yang mencurigakan melalui gadget, interaksi yang tidak wajar, dan seterusnya.

Jika dirinya belum bisa menjawab, jangan dipaksa untuk menjelaskan pada waktu itu, mungkin ia lebih siap di waktu berikutnya. Jika ia tidak bisa menjawab dengan lisan, mungkin ia akan menjawab dengan tulisan di ruang chatting. Intinya, bersabarlah untuk mendapatkan penjelasan dari dirinya.

Ingat, ini forum tabayun. Bukan forum pengadilan datau persidangan. Bukan pula forum interogasi. Ini adalah forum hati suami istri yang saling mencintai dan saling menyayangi. Forum dua orang yang terikat janji setia dalam pernikahan suci.

Keenam, Cari Solusi yang Menenteramkan Hati

Pemeriksaan berikutnya adalah, apakah penjelasan dari pasangan dalam forum tabayun sudah bisa menjawab berbagai dugaan dan kecurigaan selama ini? Jika belum bisa menjawab, hendaknya segera berusaha untuk mendapatkan solusi.

Jika penjelasan dari pasangan membenarkan semua dugaan dan kecurigaan, dan pasangan mengakui bahwa dirinya terlibat dalam perselingkuhan, segeralah berusaha untuk mendapatkan solusi guna mengakhiri perselingkuhan tersebut.

Kendatipun dalam persoalan selingkuh selalu menimbulkan luka, kesedihan dan sakit hati, namun tetaplah berpikir matang dan dewasa. Bicarakan baik-baik, bagaimana solusi untuk mengakhiri kecurigaan terhadap pasangan. Bicarakan baik-baik bagaimana solusi untuk mengakhiri perselingkuhan yang dilakukan pasangan, jika memang ia terbukti selingkuh.

Pemeriksaan yang perlu ada lakukan dalam bagian ini adalah, solusi apa yang bisa menenteramkan hati semua pihak. Solusi yang bisa menyelesaikan persoalan hingga ke akarnya, bukan hanya permukaan saja. Langkah apa yang bisa digunakan dalam menghadapi situasi seperti itu.

Ketujuh, Libatkan Pihak yang Bisa Dipercaya

Jika upaya untuk tabayun dan mencari solusi tidak berhasil dilakukan oleh suami dan istri, maka mereka bisa meminta pertolongan kepada pihak ketiga yang dipercaya guna memediasi persoalan tersebut.

Pihak ketiga yang bisa diminta bantuan, misalnya psikolog, konselor, ustadz / ustadzah, ulama, atau orang-orang bijak yang telah dipercaya selama ini. Jangan sembarangan menceritakan masalah keluarga kepada orang lain, karena hal itu bisa semakin memperluas medan permasalahan.

Pemeriksaan yang perlu anda lakukan bersama pasangan adalah, apakah sudah tiba waktunya bagi anda berdua untuk melibatkan pihak ketiga yang dipercaya guna memediasi masalah keluarga anda?  Siapakah pihak yang anda berdua percaya untuk memediasi dan membantu menemukan solusi atas masalah yang sedang anda hadapi?

Ini memerlukan kesepakatan bersama pasangan, sehingga solusi benar-benar bisa didapatkan dengan sepenuh penerimaan.

Kedelapan, Berpikirlah Jangka Panjang

Di antara kesalahan yang lazim terjadi pada keluarga yang tersandung masalah perselingkuhan adalah mengambil langkah cerai tanpa pertimbangan yang matang. Cenderung praktis danpragmatis.

Mereka belum melakukan sejumlah usaha yang serius untuk menemukan solusi terbaik, namun karena desakan kemarahan, dendam dan kebencian kepada pasangan, maka tidak berpikir jauh ke depan. Yang dipikirkan adalah sesegera mungkin mengakhiri hubungan pernikahan. Maka betapa banyak kasus perceraian di Indonesia disebabkan oleh karena perselingkuhan.

Pada saat menghadapi musibah seperti ini, jangan berpikir sempit dan terbawa emosi sehingga anda mengambil keputusan semata-mata terdorong kemarahan dan kebencian sesaat. Ingat pernikahan adalah perjanjian yang sakral, disahkan oleh agama dan negara, disaksikan oleh keluarga dan masyarakat luas.

Apalagi jika anda sudah memiliki anak, mereka adalah aset paling berharga dalam kehidupan keluarga anda. Jangan sia-siakan dan jangan telantarkan mereka.

Lakukan pemeriksaan secara mendalam tentang dampak dan akibat dari pengambilan keputusan yang anda buat. Apa konsekuensi jika rumah tangga tetap dipertahankan, dan apa konsekuensi jika mengambil langkah perceraian. Pikirkan dengan masak dan mendalam, mintalah petunjuk kepada Allah, libatkan keluarga kedua belah pihak dari suami dan istri jika sudah sampai pada tahap pengambilan keputusan akhir.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan keluarga anda menemukan hikmah terbesar dan pelajaran terbaik dari masalah yang sedang anda hadapi bersama pasangan. Jangan biarkan persoalan itu berlalu tanpa memberikan dampak pembelajaran dan perbaikan bagi kualitas hubungan ada dengan pasangan. Perjalanan berumah tangga anda masih panjang membentang, berbagai persoalan berikutnya masih akan terjadi lagi.

Maka segera temukan penyelesaian agar masalah ini tidak berlarut-larut, karena masih sangat banyak hal penting harus anda lakukan bersama pasangan. Jangan menghabiskan waktu hanya untuk satu tema, padahal ada ribuan tema lain yang sangat fundamental dalam kehidupan anda berdua.

 

Bahan Bacaan

Abu Al Hamd Rabi’, Baitul Muslim Al Qudwah, Era Adicitra Intermedia, 2015

Abdul Wahhab Hamudah, Manajemen Rumah Tangga Nabi Saw, Pustaka Hidayah, 2002

Cahyadi Takariawan, Wonderful Love, Era Adicitra Intermedia, 2018

Gary Neuman, The Truth About Cheating, Wiley, 2009

Jasim Badr Al-Muthawwi, Menggapai Cinta Suami Isteri, Citra Islami Press, 1997

Nicole Yorio & Lindsey Palmer, The Truth About Why Men Cheat, https://www.today.com, 17 Oktober 2008

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.