Kembali
Keluarga

Selingkuh, Mengapa dan Harus Bagaimana?

–Bagian 1 dari 5 Tulisan

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

“So even if your husband swears he would never cheat, don’t assume it can’t happen. It’s important for both of you to take steps toward creating the marriage you want” –Nicole Yorio & Lindsey Palmer, 2008.

 

Kehidupan berumah tangga benar-benar sebuah laboratorium pembelajaran yang sangat dinamis. Setiap saat, selalu ditemukan hal-hal baru. Sejak dari ketersingkapan lapis demi lapis kepribadian pasangan, yang semula belum diketahui, hingga akhirnya tak ada lagi yang bisa disembunyikan.

Di saat yang sama, muncul konsekuensi akibat dari pertambahan usia biologis maupun usia pernikahan mereka. Kehadiran anak, pertumbuhan anak-anak, kondisi ekonomi keluarga, hingga suasana cinta kasih di antara suami istri yang selalu mengalami fluktuasi bahkan kontraksi.

Pada masa awal pernikahan, pengantin baru merasakan gelora cinta kasih yang membara. Masing-masing memiliki perasaan yang sangat kuat berpadu, tak ingin terpisahkan walau hanya sejenak. Namun seiring perjalanan waktu, kondisi cinta perlahan mengalami “normalisasi‟, hingga akhirnya mereka hidup sebagai keluarga yang menjalani berbagai rutinitas dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana keluarga yang lainnya.

Pada titik tertentu dari perjalanan kehidupan berumah tangga, akan berpeluang memunculkan berbagai kondisi yang harus disikapi dengan tepat dan bijak. Ada berbagai godaan yang datang, sejak dari hal yang sifatnya fluktuasi dan kontraksi perasaan, hingga godaan yang datangnya dari luar keluarga.

Sangat banyak kehidupan keluarga yang berakhir dengan perceraian, yang dilatarbelakangi oleh faktor hilangnya kesetiaan dan kepercayaan. Suami dan isteri yang sudah membangun kehidupan rumah tangga sekian lama, akhirnya terpaksa kandas dan berantakan karena diterpa persoalan kesetiaan.

Bukan hanya pada kalangan artis dan tokoh-tokoh selebritis lainnya, bahkan pada masyarakat pada umumnya banyak dijumpai problematika keluarga dalam menjaga kesetiaan dan kepercayaan antara suami dan isteri. Mereka gagal menjaga kesetiaan dan kepercayaan terhadap pasangan.

Setia dan saling percaya adalah bukti cinta antara suami dan isteri. Tanpa kepercayaan dan kesetiaan, cinta akan kehilangan makna. Suami dan isteri yang telah terikat oleh janji setia saat akad nikah, mereka terikat oleh sebuah perjanjian yang sakral (mitsaqan ghalizha) untuk saling mempercayai dan tidak mengkhianati satu sama lain. Jika terjadi ketidaksetiaan, muncullah ketidakpercayaan, dan pada akhirnya bisa melemahkan ikatan cinta dalam keluarga.

Bisa Dimulai Dari Siapa Saja, Tak Ada Pola Bakunya

Dalam sebuah perselingkuhan, melibatkan sepasang ‘kekasih’. Umumnya, laki-laki dan perempuan. Siapa yang memulai dan menghendaki, tidak ada polanya. Selingkuh bisa dimulai dari pihak  laki-laki maupun perempuan. Pihak yang aktif dan berinisiatif bisa laki-laki, bisa pula perempuan. Tidak ada pola baku dalam perselingkuhan.

Kasus selingkuh paling melegenda di dunia adalah Zulaikha, istri raja yang mengajak selingkuh Nabi Yusuf as. Dalam contoh kasus ini, perselingkuhan dimulai dari perempuan. Untuk contoh lain, pihak laki-laki yang memulai. Semua ada contohnya. Namun ada perbedaan kondisi pada laki-laki maupun pada perempuan.

Sebuah penelitian dilakukan terhadap 65 orang laki laki dan perempuan yang diminta mengenakan semacam alat pelacak untuk mendeteksi pandangan mata saat diminta memperhatikan sejumlah foto. Sarah Gervais, asisten profesor psikologi di University of Nebraska-Lincoln menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan, kelompok laki-laki secara otomatis akan memperhatikan wajah perempuan dan beralih ke bagian dada dan pinggang.

Kun Guo, peneliti dari University of Lincoln, menyatakan, gerakan mata laki-laki adalah hal yang spontan, tidak bisa dicegah, dan sulit dimanipulasi. Mata bisa menjadi alat pendeteksi terkuat untuk mengetahui seberapa besar hasrat laki-laki terhadap perempuan.

Hal ini menunjukkan, lelaki sangat mudah tergoda oleh perempuan melalui pandangan matanya. Perempuan menarik, tidak selalu karena kecantikan wajah, namun bisa karena bentuk tubuh, atau kesan menggoda lainnya dari seorang perempuan.

Perempuan bukan makhluk visual seperti laki-laki, maka perselingkuhan tidak dimulai dari sesuatu yang masuk ke dalam matanya, namun sesuatu yang masuk ke dalam hatinya. Saat perempuan mendapatkan kenyamanan emosional dari seorang laki-laki, mereka mulai merasa ada kedekatan tertentu.

Muncul perasaan nyaman dan bahagia, karena mendapatkan perhatian istimewa dari seorang laki-laki, atau karena obrolan yang selalu nyambung dan menyenangkan. Sesuatu yang tidak didapatkan dengan suami di rumah. Tanpa sadar, mereka mulai bermain api.

Pada umumnya perempuan tidak sadar bahwa ketika mereka meladeni obrolan dan bersedia menghabiskan waktu dengan seorang laki-laki akan membuatnya semakin dekat secara emosional dengan laki-laki tersebut. Bisa jadi awalnya hanya sekedar obrolan biasa, setelah merasa nyaman, mulai berkembang menjadi curhat.

Ketika perempuan merasa mendapatkan tempat curhat yang nyaman, mudah menjadi lepas kendali. Semakin banyak yang diceritakan, semakin intens mengadakan kontak dan pertemuan, dan akhirnya merasa semakin dekat secara emosional.

Kebanyakan perempuan menganggap kenyamanan emosional belum masuk definisi perselingkuhan. Ini yang membuat mereka tidak merasa bersalah saat memiliki kedekatan emosional dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya.

Perasaan nyaman karena merasakan kedekatan emosional dengan laki-laki, ditambah tidak ada perasaan bersalah, bahkan masih ditambah lagi dengan menyalahkan suami yang dianggap tidak pengertian, tidak perhatian, tidak peduli dan tidak berperasaan, membuat perempuan semakin jauh terlibat dalam jalinan hubungan perasaan dengan lelaki tersebut.

BERSAMBUNG.

 

Bahan Bacaan

Abu Al Hamd Rabi’, Baitul Muslim Al Qudwah, Era Adicitra Intermedia, 2015

Abdul Wahhab Hamudah, Manajemen Rumah Tangga Nabi Saw, Pustaka Hidayah, 2002

Cahyadi Takariawan, Wonderful Love, Era Adicitra Intermedia, 2018

Gary Neuman, The Truth About Cheating, Wiley, 2009

Jasim Badr Al-Muthawwi, Menggapai Cinta Suami Isteri, Citra Islami Press, 1997

Nicole Yorio & Lindsey Palmer, The Truth About Why Men Cheat, https://www.today.com, 17 Oktober 2008

 

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.