Setiap Anak Adalah Bintang

Setiap Anak Adalah Bintang

Oleh : Ummu Rochimah

Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At Tiin : 4)

Demikian Allah katakan dalam Al Quran, ayat ini juga bermakna bahwa tidak ada anak yg diizinkan lahir kecuali dia hebat.

Setiap orang tua harus memahami bahwa anak-anak yang mereka lahirkan berasal dari benih yang unggul, benih yang mampu mengalahkan jutaan benih lain hingga mewujud menjadi janin.

Maka jangan pernah meremehkan setiap capaian prestasi yang diperoleh sari hari ke hari.

Tak lama lagi kita akan berjumpa dengan Hari Raya Idul Adha. Hari Raya yang selalu ditunggu-tunggu oleh ananda Ukasyah. Sejak duduk di bangku sekolah dasar kelas 2, ia selalu berusaha menabung sepanjang tahun supaya bisa membeli seekor kambing untuk kurban di hari Raya Idul Adha, dan hal ini terus berlangsung hingga saat ini. Ia rela menyisihkan sebagian uang jajannya untuk dijadikan tabungan kurban.

Kini ia sudah duduk di bangku sekolah menengah kelas 10 pada sebuah SMA negeri di Jakarta. Sekolah yang bukan menjadi pilihan utamanya. Sejatinya saat lulus SMP pada tahun lalu ia ingin melanjutkan pendidikan ke SMK Peternakan, mengikuti naluri hati dan passionnya yang mencintai hewan ternak. Qodarullah karena sesuatu hal, tahun lalu keinginan itu belum bisa tercapai. Hingga ia memutuskan untuk melanjutkan ke SMA dan berdamai dengan impiannya.

Namun teryata kecintaannya pada hewan ternak dan impiannya untuk bersekolah di sekolah peternakan membuatnya merasa seperti berada di kolam yang salah ketika ia menempuh sekolah di SMA Negeri dan membuatnya merasa kurang bersemangat menjalani hari-hari sekolahnya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti naluri hati dan passionnya, ikut ujian masuk sekolah peternakan pada tahun ajaran ini. Dan Alhamdulillah, ia berhasil lulus seleksi.

Passionnya ini semakin menguat saat ia mulai menyembelih sendiri kambing yg dibeli dari hasil tabungannya pada hari raya beberapa tahun yang lalu, ketika ia berusia 12 tahun dan memasuki masa balighnya. Dan itu menjadi moment yang sangat berarti bagi kami. Dengan bimbingan ayahnya ia mampu menyelesaikan tugas penyembelihannya. Kami pun bersyukur atas pencapaian yang telah ia lakukan.

Hal ini memberi satu kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai orang tuanya, karena semangat berkurbannya tak pernah lepas semenjak berusia 7 tahun hingga saat ini. Ditambah lagi dengan keberanian dan kemauannya untuk menyembelih sendiri hewan kurbannya.

Semoga ia dapat meneladani semangat berkurban sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail.

Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqiina imaaman.

Ummu Rochimah

Tinggalkan Balasan