Kembali
Dunia Buku

Simulasi Biaya Penerbitan Buku Antologi

.

Ayuk Membuat Buku Antologi – 16

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Pada postingan sebelumnya, telah saya sampaikan perkiraan harga mencetak buku. Saya hadirkan perbandingan harga di tiga penerbit indi yang ada di Yogyakarta. Dengan spesifikasi yang sama persis, harga di ketiga penerbitan itu berbeda secara nyata.

Sekarang saya akan mengajak anda melakukan simulasi harga tersebut untuk buku antologi. Misalnya ada 50 orang anggota sebuah komunitas ingin membuat buku antologi. Mereka sebagai kontributor naskah sekaligus tim kerja untuk menerbitkan buku antologi.

Mereka membuat beberapa poin kesepakatan teknis sebagai berikut.

  1. Seluruh proses produksi / pracetak dikerjakan sendiri secara suka rela oleh tim yang mereka bentuk
  2. Tim produksi bekerja sukarela, tidak ada fee
  3. Buku dicetak 100 eksemplar, sehingga masing-masing mendapat jatah 2 buku
  4. Seluruh biaya ditanggung oleh 50 peserta

Yang dimaksud proses produksi / pracetak pada poin pertama, meliputi proses editing, profreading, setting / layout, dan desain cover.

Buku dicetak dengan cover biasa (bukan hard cover), dengan spot UV dan emboss. Spesifikasi buku, ukuran 14 x 21 cm, kertas jenis  Bp 72, ketebalan buku  300 halaman.

Perkiraan Biaya Cetak

Dari kesepakatan di atas, bisa dikalkulasi biaya mencetak buku antologi. Perkiraan biaya cetak ini didapatkan dari perbadingan pada 3 penerbit indi yang ada di Yogyakarta, harga bulan Maret 2021.

  • Penerbit Md

Biaya cetak 100 expl = @ 39.000 = Rp. 3.900.000

Dibagi 50 peserta = @ Rp 78.000.

Artinya, dengan iuran Rp. 78.000, setiap peserta berhak mendapat 2 (dua) eksemplar buku. Setiap buku seharga Rp. 39.000.

  • Penerbit Ag

Biaya cetak  100 expl = @ Rp 41.000 = Rp 4.100.000

Dibagi 50 peserta = @ Rp 82.000.

Artinya, dengan iuran Rp. 82.000, setiap peserta berhak mendapatkan 2 (dua) eksemplar buku. Setiap buku seharga Rp. 41.000.

  • Penerbit Di

Biaya cetak 100 expl = @ Rp. 50.500 = Rp. 5.500.000

Dibagi 50 peserta = Rp. 110.000

Artinya, dengan iuran Rp. 110.000, peserta sudah mendapat 2 (dua) eksemplar buku. Setiap buku seharga Rp. 55.000.

Skema 2 : Apabila Proses Pracetak Dikerjakan Pihak Lain

Apabila proses produksi / pracetak diserahkan kepada pihak lain (outsourcing), akan ada tambahan biaya yang tidak bisa dipastikan besarannya. Karena sangat bergantung kepada komponen biaya profreading / editing, setting / layout, serta desain cover. Harga ini sangat variatif, berbeda-beda tergantung kepada pihak pelaksana.

Saya ambil contoh untuk memberi gambaran. Sebuah lembaga penerbitan menawarkan pengerjaan produksi pracetak dengan biaya Rp. 2.000.000, untuk satu buku antologi tebal 300 halaman.

Dengan demikian, biaya yang harus ditanggung tiap peserta menjadi bertambah lagi, yaitu ditambah Rp. 2 juta. Coba kita simulasikan pada tiga contoh penerbitan indi tersebut.

  • Penerbit Md

Jika ditambah biaya produksi Rp. 2 juta + Rp. 3.900.000 = Rp. 5.900.000

Dibagi 50 peserta = @ 118.000

  • Penerbit Ag

Jika ditambah biaya produksi Rp. 2 juta + Rp. 4.100.000 = Rp. 6.100.000

Dibagi 50 = @ 122.000

  • Penerbit Di

Jika ditambah biaya produksi Rp. 2 juta + Rp. 7.500.000= Rp. 7.500.000

Dibagi 50 peserta = @ 150.000

Nah, lihat perbedaannya. Jika proses pracetak dikerjakan tim antologi, jauh lebih murah harga bukunya. Jika proses pracetak dikerjakan pihak lain, ada komponen biaya yang harus ditambahkan. Sangat jauh berbeda kan?

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan skema pertama : sangat hemat biaya, karena semua dikerjakan sendiri oleh tim. Tidak ada biaya tambahan di luar percetakan buku. Kekurangan, secara waktu pengerjaan, sulit untuk dipastikan. Bisa sangat lama. Karena bekerja secara suka rela, cenderung tidak profesional.

Kelebihan skema pertama : semua peserta bisa belajar proses pembuatan buku dengan detail. Benar-benar bisa mendapatkan pembelajaran yang optimal. Kekurangan : secara kualitas, harus menerima apa adanya, karena bukan tim profesional. Kualitas kelas pembelajaran, jangan dituntut untuk ‘sempurna’.

Kelebihan skema kedua : kualitas hasil (editing, setting / lay out, cover) lebih terjamin karena ditangani profesional. Kekurangan : berbiaya lebih tinggi, karena membayar tim profesional.

Kelebihan skema kedua : waktu pengerjaan lebih cepat dan cenderung bisa dipastikan. Kisaran 1 – 2 pekan. Kekurangan : kurang bisa memberi aspek pembelajaran proses pembuatan buku, karena semua dihandle oleh tim.

Saran dan Pertimbangan

Untuk kelas pembelajaran, atau persahabatan, disarankan lebih memilih skema pertama. Pertimbangan utama adalah agar hemat biaya dan agar lebih optimal dalam proses pembelajaran. Terlebih buku tidak untuk mencari keuntungan profit.

Caranya, dibentuk Tim Kerja, dengan job description yang rinci, disertai time-line, untuk evaluasi proses pengerjaan. Bisa melibatkan pihak di luar tim / di luar peserta, yang sekiranya bisa membantu proses pracetak secara suka rela.

Jika buku antologi diterbitkan untuk kepentingan profit, disarankan memilih skema kedua. Pilih pihak pelaksana profesional, yang lebih menjamin hasil penyuntingan, layout serta cover yang berkualitas nomer satu. Bukan kualitas pembelajaran. Buku antologi berpeluang lebih besar diakses oleh pasar.

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.