.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Creativity is an integral, organic property of human nature. It is a necessary accessory of the human spirit. It is just as legitimate in a human being like two hands, two legs, or a stomach. It is inseparable from a human being and is part of a human being” – Fyodor Dostoevsky.
.
Apakah Anda masih merasa kesulitan menulis? Mungkin Anda merasa tidak dikaruniai bakat menulis. Mungkin Anda merasa sulit menemukan ide dan inspirasi untuk ditulis. Mungkin Anda merasa tidak memiliki teknik jitu atau jurus andalan untuk menulis.
Jangan khawatir soal itu. Sastrawan besar Rusia, Fyodor Dostoevsky meyakini bahwa inspirasi dan kreativitas menulis adalah hasil dari kerja keras. Artinya, selama Anda bersedia untuk bekerja keras, Anda akan mendapatkan banyak inspirasi dan kreativitas untuk menulis.
Berusaha Sekuat Tenaga
“If you start working and are persistent, even if you don’t feel particularly inspired, then inspiration and creativity may emerge as a result of your hard work” –Yulia Shamporova, 2018.
Saat masih kuliah di UGM, saya menulis buku ‘berat’ berjudul Dialog Peradaban. Susah payah saya menyelesaikan penulisan buku itu, di tengah keterbatasan sarana. Belum ada internet waktu itu, belum ada smartphone waktu itu. Mencari referensi yang saya perlukan adalah proses yang melelahkan.
Saya percaya kerja keras akan membuahkan hasil, karena saya merasa bukanlah orang yang memiliki ide ataupun kreativitas cemerlang. Maka saya curahkan perhatian, pikiran, waktu dan tenaga untuk menyelesaikan penulisan buku tersebut.
“Pikirkan proses ini (inspirasi >kreativitas >menulis) dengan cara yang berbeda”, ujar Yulia Shamporova (2018). “Misalnya, jika Anda mulai bekerja dan gigih, bahkan jika Anda tidak merasa terinspirasi secara khusus, maka inspirasi dan kreativitas dapat muncul sebagai hasil kerja keras Anda”, lanjutnya.
Saya sangat senang dengan ungkapan ini, karena sesuai dengan pengalaman menulis saya selama ini. Saya meyakini, kita hanya memerlukan kerja keras untuk terus menghasilkan karya tulis, jika kita merasa tidak memiliki bakat yang melimpah, tidak memiliki kreativitas yang cerdas, tidak memiliki cadangan ide dan inspirasi yang datang setiap hari.
Pembahasan tentang hal ini sudah saya sampaikan dalam postingan sebelumnya. Anda tidak perlu menunggu inspirasi untuk menulis. Yang harus Anda lakukan adalah rutin menulis setiap hari, maka inspirasi dan kreativitas akan menjumpai Anda di sepanjang proses penulisan.
Kreativitas adalah Potensi Intrinsik
“Dostoevsky was sure that creativity is a natural trait; intrinsic to every person, and you just need to work hard in order to feel creative” –Yulia Shamporova, 2018.
Fyodor Dostoevsky meyakini, bahwa kreativitas adalah sifat alami dan potensi intrinsik setiap manusia. Artinya, Anda hanya perlu bekerja keras untuk merasa kreatif (Yulia Shamporova, 2018). Bahwa setiap manusia sudah dikaruniai potensi kreativitas, hanya saja ada yang sadar mengembangkannya, ada yang tak berusaha mengembangkannya.
“Kreativitas,” ujar Dotoevsky, “adalah potensi organik integral dari sifat manusia. Ini adalah aksesori yang melekat dalam jiwa manusia. Itu sama halnya seperti dua tangan, dua kaki, atau perut pada dirimanusia. Tidak dapat dipisahkan dari manusia dan merupakan bagian dari manusia,” lanjutnya.
Ini adalah pengakuan yang luar biasa dari seorang sastrawan besar dunia. Dotoevsky meyakini bahwa manusia telah dikaruniai berbagai sarana untuk hidup, seperti tangan, kaki, mata, hidung, dan organ-organ tubuh lainnya. Seperti itulah kreativitas dalam diri manusia.
Persoalannya adalah bagaimana membangkitkan dan mengembangkan kreativitas yang sebenarnya sudah built oin dalam diri setiap manusia? Cara yang paling sederhana adalah dengan ‘memaksa’ kreativitas itu untuk bangkit dan berkembang. Ya, memaksa diri sendiri. Itulah yang saya lakukan setiap hari.
Karena saya merasa bukan pribadi penuh kreativitas, maka saya harus memaksa kreativitas dalam diri saya untuk bangkit dan berkembang. Setiap hari saya menulis, dimanapun saya sedang berada.
Saya mencanangkan dua hal untuk memacu kemunculan inspirasi dan kreativitas dalam diri saya. Pertama adalah menciptakan keteraturan. Kedua adalah menantang diri dengan target.
Saya menciptakan keteraturan menulis harian. Tidak ada satupun hari saya lewati, kecuali telah menghasilkan tulisan. Saya belum bisa tidur dan istirahat di malam hari, jika di hari itu belum menghasilkan karya tulis. Saya memang tidak mengharuskan untuk menulis pada jam dan kondisi tertentu, namun saya ciptakan keteraturan dengan menulis harian.
Saya menantang diri dengan target menulis harian, untuk memacu otot-otot kreativitas. Saya menargetkan diri untuk menulis tiga naskah setiap hari. Satu naskah bertema pernikahan dan keluarga, satu naskah bertema konseling keluarga, dan satu naskah bertema tulis menulis.
Dengan cara menciptakan keteraturan dan menantang diri sendiri menggunakan target, maka saya telah memaksa kreativitas saya muncul dan berkembang. Bagaimana dengan Anda?
Bahan Bacaan
Yulia Shamporova, How to Start Your Writing Career, Advice From the Greats of Russian Literature, https://www.rbth.com, 13 Maret 2018