Kembali
Motivasi Menulis

Spirit Menulis dari Tokoh Dunia – 12

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“The great art objects are only great because they are accessible and understandable to everyone” –Leo Tolstoy.

.

Terkadang penulis pemula malu, bahwa tulisannya terlalu sederhana. Ia merasa tidak mampu membuat keindahan bahasa, tidak mampu memilih kosa kata yang merdu mendayu. Ia merasa menulis dengan datar-datar saja.

Saya punya jawaban tentang kekhawatiran semacam ini. Bahwa sayapun mengakui sepenuh hati, bahwa tulisan saya biasa saja dan sangat sederhana. Saya tidak mampu menyusun kalimat-kalimat indah memesona. Karena saya hanya ingin pesan saya sampai kepada pembaca.

Maka jangan khawatir soal kosa kata maupun kalimat yang sederhana dan biasa saja. Khawatirlah bahwa tulisan Anda tidak dipahami maksudnya. Ini berarti, pesan yang Anda sampaikan tidak tersampaikan. Pembaca justru bingung dengan isi tulisan Anda. Ini yang harus dihindari.

Jadilah Sederhana dan Mudah Dimengerti

“Try to write about something you really know in a simple way and consider if other people will understand your point” –Yulia Shamporova, 2018.

Sebenarnya, proses kreatif menulis adalah pilihan. Anda boleh saja menulis dengan memilih ‘madzhab’ tertentu. Jadi, menulis kreatif itu sebenarnya tidak terkungkung dengan aturan-aturan yang kaku dan beku. Namanya saja menulis kreatif, maka harus memiliki ruang berkespresi yang leluasa.

Namun jika Anda tengah menyampaikan pesan kepada pembaca, maka Anda perlu melakukannya dengan sederhana agar mudah dipahami. Misalnya jenis tulisan artikel atau esai, yang tengah membahas tema tertentu. Tema yang Anda bahas akan mudah dipahami oleh pembaca apabila Anda menggunakan kosa kata dan gaya bahasa yang sederhana.

Yulia Shamporova (2018) menyatakan, “Hanya jika pembaca merasa bahwa Anda menulis tentang sesuatu yang dekat dengan mereka, bahwa mereka memahaminya dan berempati, mereka akan membaca karya Anda sampai akhir”. Artinya, jika pembaca merasa tidak bisa memahami tulisan Anda, mereka tidakan akan tertarik untuk membaca tulisan Anda sampai selesai.

Leo Tolstoy pernah menyatakan, “Objek seni dikatakan hebat hanya apabila dapat diakses dan dimengerti oleh semua orang.” Demikian pula dalam konteks menulis untuk menyampaikan suatu pesan kepada pembaca, keberhasilan tulisan adalah ketika bisa dipahami oleh pembaca.

“Only if your readers feel that you write about something close to them, that they understand it and empathize with, will they read your piece till the end” –Yulia Shamporova, 2018.

Maka Shamporova menyarankan, “Cobalah menulis tentang sesuatu yang benar-benar Anda ketahui dengan cara yang sederhana; dan pertimbangkan apakah orang lain akan memahami maksud Anda”. Jangan berkecil hati apabila Anda merasa tulisan Anda sangat sederhana. Yang paling penting, tulisan Anda dipahami dan dimengerti oleh pembaca.

Tulis Apa yang Anda Ketahui

“That’s the idea: if you’ve known longing, then you can write longing. And that’s the knowing behind ‘write what you know”” –Nathan Englander.

Yulia Shamporova menyarankan agar Anda menulis sesuatu yang benar-benar Anda ketahui. “Try to write about something you really know”, ujar Shamporova. Saran ini sudah sangat sering kita dapatkan dari para mentor menulis. Namun, apakah makna dari saran seperti ini?

Nathan Englander menceritakan pemahaman dia tentang saran “write what you know” dalam dunia tulis menulis. “Saya pikir nasihat menulis paling terkenal adalah ‘tulis apa yang Anda ketahui’. Dan saya pikir itu adalah nasihat terbaik yang pernah ada, tetapi itu adalah nasihat yang paling sering disalahpahami’, ujar Englander.

“Saran ‘tulis apa yang Anda ketahui’ dulu menakutkan saya”, ujar Englander. “Saya bermimpi, tengah berada di pinggiran kota, di rumah saya, bermimpi menjadi seorang penulis, dan saya berpikir, apa yang akan saya lakukan dengan saran ‘tulis apa yang Anda ketahui’ itu?” lanjutnya.

“I think the most famous piece of writing advice that there is is “write what you know,” and I think it’s—honestly, I think it’s the best piece of advice there is, but I think it’s the most misunderstood, most mis-taught, most misinterpreted piece of advice that there is” –Nathan Englander.

“Yang saya tahu sejak kecil adalah, saya berada di sofa, menonton TV. Apakah saya hanya boleh menulis ulang seluruh rangkaian acara di televisi? Apakah saya harus menulis buku berjudul What’s Happening? dan kemudian saya harus menulis buku berjudul Little House on the Prairie pada pukul 5 sore?” ungkap Englander.

“Mengapa kita mencintai buku-buku itu, mengapa mereka mengubah kita, mengapa mereka menyentuh hati kita, mengapa mereka memiliki begitu banyak makna? Karena mereka lebih benar daripada kebenaran; karena ada pengetahuan hebat di dalam diri mereka, dan saya pikir apa yang ada di balik ‘tulis apa yang Anda ketahui’ adalah emosi”, tambah Englander.

Cerita Nathan Englander di atas memberikan pemaknaan yang lebih luas kepada kita tentang  ide ‘write what you know’. Saran itu bukan dalam konteks membatasi hanya boleh menuliskan hal-hal di ruang sempit pengetahuan kita. Sebab pengetahuan manusia pasti sangat terbatas.

“What I know from childhood is I was on the couch, watching TV. So I should simply rewrite a whole series of sitcoms for you. I should write a book called What’s Happening? And then I should write a book called Little House on the Prairie is on at 5 o’clock” –Nathan Englander.

 “Apakah Anda mengerti kebahagiaan? Pernahkah Anda benar-benar sedih? Pernahkah Anda mendambakan sesuatu? Itulah intinya. Jika Anda merindukan Atari 2600, seperti yang saya rasakan ketika berusia dua belas tahun, yang saya inginkan hanyalah konsol game itu”.

“Jika Anda merasakan kerinduan yang mendalam, itu bisa menjadi kerinduan akan cinta yang hilang, atau untuk pembebasan negara Anda, atau untuk mencapai Mars”, lanjut Englander. “Inilah intinya: jika Anda sudah mengetahui kerinduan, maka Anda bisa menulis kerinduan. Ini makna di balik pesan ‘tulis apa yang Anda ketahui’”, sambung Englander.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah menuliskan perasaan yang Anda ketahui?

Bahan Bacaan

Emily Temple, Should You Write What You Know? 31 Authors Weigh In, https://lithub.com, 7 Februari 2018

Yulia Shamporova, How to Start Your Writing Career, Advice From the Greats of Russian Literature, https://www.rbth.com, 13 Maret 2018

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.