Kembali
Motivasi Menulis

Spirit Menulis dari Tokoh Dunia – 14

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Not knowing how to hold an ax in your hand – you cannot cut a tree, and not knowing language well –language which is beautiful and clear to everyone- you will not manage to write” –Maxim Gorky.

.

Jika Anda ingin belajar menjadi penulis produktif, bahkan profesional, hal apakah yang penting untuk Anda pelajari? Tentu saja –sangat banyak hal. Namun saya ingin tunjukkan salah satu yang penting untuk Anda pelajari, yaitu kemampuan berbahasa.

Yang dimaksud dengan kemampuan berbahasa –dalam dunia menulis kreatif atau menulis populer, bukanlah menghafalkan aturan-aturan dan kaidah-kaidah baku kebahasaan. Saya meyakini, yang lebih penting dari itu adalah kemampuan Anda menggunakan bahasa dalam berkomunikasi atau menyampaikan pesan secara tertulis.

Kenali Kemampuan Bahasa Anda

“Language is your only instrument for working with the audience; it makes abundant sense to perfect it” –Yulia Shamporova, 2018.

Menulis –apapun jenisnya, selalu melibatkan aspek bahasa. Bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Jepang, bahasa Indonesia, bahasa Jawa atau apapun bahasanya, adalah modal untuk membuat tulisan. Tentu saja memiliki kemampuan berbahasa menjadi sangat penting bagi para penulis.

Yulia Shamporova (2018) menyatakan, “Penguasaan bahasa yang baik adalah keharusan bagi penulis, dan memiliki gaya yang konstan adalah sumber kehidupan dunia kreatif Anda”. Selanjutnya Shamporova menyatakan, “Bahasa adalah satu-satunya instrumen Anda untuk menyapa segmen pembaca; serta membuat masuk akal untuk menyempurnakan pesan anda”.

Maxim Gorky, seorang sastrawan Rusia menyatakan, “Jika tidak tahu cara memegang kapak di tangan,  Anda tidak dapat menebang pohon, dan jika tidak tahu bahasa dengan baik, indah dan jelas bagi semua orang, Anda tidak akan bisa menulis”.

Ungkapan Gorky dengan sangat jelas mengumpamakan bahasa di tangan penulis, setara dengan kapak di tangan penebang pohon. Jika kita teruskan, setara dengan cangkul di tangan petani tradisional, dan setara jaring di tangan nelayan tradisional. Bahasa adalah alat atau sarana menghasilkan sesuatu, sebagaimana kapak, cangkul atau jaring.

Menguasai alat atau sarana, adalah syarat untuk bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Tidak mungkin bisa menebang pohon jika tidak menguasai cara menggunakan kapak. Tidak mungkin bisa menanam padi, jika petani tidak menguasai cangkul untuk mengolah lahan sawah. Sebagaimana tidak mungkin bisa menghasilkan karya tulis, jika penulis tidak menguasai bahasa untuk menyampaikan pesan.

Mengetahui Aturan Dasar

“Any piece of writing is prepared to communicate a particular idea or message to others with the intent to attain feedback. In the event of language distortion or misinterpretation, the message communicated may be misunderstood by the recipient, hence hindering effective communication” –Maria OCadiz, 2022.

Dalam tulisan kreatif atau tulisan populer, penggunaan bahasa sangatlah leluasa. Sangat berbeda dengan tulisan akademik untuk kepentingan skripsi, tesis, disertasi atau untuk karya tulis yang akan dikirim untuk jurnal ilmiah. Bahasa dalam tulisan akademik cenderung formal dan sangat mengikuti pedoman berbahasa secara baku.

Meskipun Anda menulis untuk kepentingan fiksi, di mana Anda mengandalkan kemampuan imajinasi dalam menyajikan cerita, tetap saja Anda harus mengetahui aturan dasar berbahasa. Jika Anda melanggar dan menabrak aturan dasar kebahasaan, pesan Anda bisa tidak dipahami atau bahkan menjadi berubah arti.

“Kamu mengerti?”

“Kamu mengerti!!”

“Kamu mengerti…”

Perhatikan tiga kalimat pendek di atas. Pesan apa yang akan Anda tangkap dari ketiganya? Bukankah Anda menangkap secara berbeda? Hanya karena yang satu menggunakan tanda tanya, yang kedua menggunakan tanda seru, dan yang ketiga menggunakan titik-titik belakangnya.

“Having a good command of traditional rules of grammar, sentence structure, punctuation and usage will provide the foundation to write clear sentences when communicating with others” –Maria OCadiz, 2022.  

Maria OCadiz (2022) mengingatkan, “Setiap tulisan disiapkan untuk mengomunikasikan ide atau pesan tertentu kepada orang lain dengan maksud untuk mendapatkan umpan balik. Dalam hal terjadi distorsi bahasa atau salah tafsir, pesan yang dikomunikasikan dapat disalahpahami oleh penerima, sehingga menghambat komunikasi yang efektif”.

Lebih lanjut OCadiz menyatakan, “Memiliki perintah yang baik dari aturan tata bahasa tradisional, struktur kalimat dan tanda baca, akan memberikan dasar untuk menulis kalimat yang jelas ketika berkomunikasi dengan orang lain”. Jangan meremehkan aturan baku dalam berbahasa, karena kesalahan tanda baca saja bisa membuat kesalahpahaman dan penyimpangan makna.

“Penguasaan aturan dasar kebahasaan dapat membantu penulis untuk menghindari kesalahan kalimat, termasuk salah eja, hilangnya tanda baca yang seharusnya ada, performa akademik yang buruk, dan bahkan peluang kerja yang akan terlewatkan”, lanjut OCadiz.

Misalnya sebuah perusahaan memasang iklan mencari tenaga kerja, namun dilakukan dengan bahasa yang kacau, membuat orang tidak tertarik untuk mendaftar. Perhatikan contoh kalimat iklan berikut ini: “Dibutuhkan karyawan untuk di foto kopy, pria / wanita usia max 20 tahun”. Tentu saja sangat sulit mencari karyawan yang mau difotokopi.

Jangan Mengabaikan Kaidah Berbahasa

“A good writer will draw you into the story through a variety of techniques, especially plot, characterisation, dialogue and description. The quality of the writing itself will almost certainly be so adept that the words will become invisible and the page will magically transform into a window” –Collins Secondary, 2022.

Saat Anda membaca sebuah novel thriller, ketegangan yang dibangun membuat Anda tidak akan peduli dengan gaya bahasa. Seperti apapun gaya bahasa yang digunakan, selama Anda bisa memahami alur ceritanya dengan baik, Anda sudah bisa menikmati ketegangannya.

Ini yang diungkapkan oleh Collins Secondari, “Seorang penulis yang baik akan menarik Anda ke dalam cerita melalui berbagai teknik, terutama plot, penokohan, dialog, dan deskripsi. Kualitas tulisan itu sendiri hampir pasti akan sangat mahir sehingga kata-kata akan menjadi tidak terlihat dan halaman akan secara ajaib berubah menjadi jendela”.

Mskipun demikian, sebagus apapun kualitas novel dan karya fiksi lainnya, tetap berpijak kepada kaidah dasar kebahasaan. Tanpa menggunakan kaidah dasar dasar kebahasaan, pembaca tidak akan bisa memahami cerita, ketegangan, roman ataupun kelucuan yang dibangun di dalamnya.

“But the illusory realm of the novel is, of course, built on a foundation of words and phrases even though you may have become so engrossed in the plot that you cease to notice them” –Collins Secondary, 2022.

Sebagai contoh, penggunaan kosa kata, tanda baca, penyusunan kalimat aktif dan pasif, dan lain sebagainya, bukankah itu merupakan aturan kebahasaan yang sangat standar? Seatraktif apapun Anda berbahasa, jika tidak dipahami pembaca,lalu apa gunanya tulisan Anda?

Bahan Bacaan

Collins Secondary, Packing a Punch: How a Writer’s Use of Language Can Create Effects! https://freedomtoteach.collins.co.uk, diakses 22 Januari 2022

Maria OCadiz, The Importance of Good Command of Sentence Skills, https://www.theclassroom.com, diakses 22 Januari 2022

Yulia Shamporova, How to Start Your Writing Career, Advice From the Greats of Russian Literature, https://www.rbth.com, 13 Maret 2018

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.