Kembali
Motivasi Menulis

Temukan Solusi Jitu untuk Kesulitan Menulismu

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“If your biggest problem right now is getting distracted from your writing so that when you sit down to write you’re not actually writing anything at all, you need to find a solution to that problem and you need it stat” –Blake Powell, 2017

.

Kesulitan menulis, sebagian besar bercorak subjektif. Berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Maka Anda harus sangat spesifik meneliti dan bertanya kepada diri sendiri, kesulitan apa yang paling Anda rasakan? Dengan mengetahui secara spesifik kesulitan menulis, Anda bisa menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi.

Tentu saja ada sangat banyak jenis kesulitan. Setiap jenis kesulitan, ada solusi yang tepat untuk mengatasinya. Yang diperlukan hanyalah tekad untuk menulis. Bukan sekedar keinginan dan mimpi memiliki karya tulis. Tekad yang disertai tindakan nyata.

Kesulitan Konsentrasi

Sebagian dari kita, mengalami masalah dalam konsentrasi. Selalu ada yang membuyarkan konsentrasi menulis. Sejak dari dering telepon, pesan chat dari sahabat, aktivitas di grup whatsapp, hingga kegiatan di rumah.

Jika masalah terbesar Anda dalam menulis adalah buyarnya konsentrasi, Anda harus berusaha menutup celah yang bisa membuat perhatian Anda teralihkan. Pengalihan perhatian ini sering kali merupakan respon atas kemandegan menulis yang tengah terjadi saat itu. Ketika tidak segera menemukan kata atau kalimat untuk ditulis, pikiran terbang melayang ke mana-mana.

“After all, it’s easy to give into little distractions that take us away from your writing like the internet rabbit holes you eagerly go through to avoid doing your work. It’s much harder to solve the larger problems at hand” –Blake Powell, 2017

Salah satu cara untuk membuat fokus adalah mematikan koneksi internet. Saat Anda mulai buntu, biasanya akan mencari pengalihan dengan aktivitas yang lainnya. Jangan biarkan beraktivitas dengan internet, karena di situlah pengalihan konsentrasi paling membahayakan.

Sekali Anda tergoda mampir Youtube, Netflix atau Tik Tok, bisa-bisa tidak akan kembali lagi ke layar menulis. Anda akan asyik menikmati aneka sajian video dan hiburan lainnya. Maka pilih jeda yang masih aman, jika ingin sejenak istirahat melepas kejenuhan.

Anda bisa mengalihkan sejenak dengan menggerakkan badan, berjalan-jalan, refreshing di sekitar tempat menulis. Jangan pergi jauh meninggalkan meja kerja menulis, khawatir tidak kembali lagi.

Kesulitan Meramu Ide Menjadi Tulisan

Sebagian dari kita, mengalami kesulitan besar dalam menemukan ide, dan meramu ide menjadi tulisan. Setelah menemukan ide, mendadak mandeg, tidak mengerti akan mulai menulis dari bagian mana.

Kesulitan seperti ini bisa Anda pecahkan dengan sangat banyak cara. Salah satunya adalah berdiskusi atau mengobrol dengan teman yang memiliki minat sesuai tema yang Anda tulis. Misalnya Anda menemukan ide akan menulis tentang parenting. Jika kesulita meramu dan mengembangkan ide, Anda bisa diskusi dengan teman yang memiliki minat pada parenting.

“So if you want to be a writer, but don’t have a habit of actually writing, you need to find ways to help yourself along to achieving that goal” –Blake Powell, 2017

Dari diskusi itu, mungkin Anda akan menemukan cara pandang dan langkah mudah menuangkan ide ke dalam tulisan. Anda bisa menyampaikan keinginan menulis, garis-garis besar terkait parenting yang hendak Anda tuliskan. Dengan mendialogkan keinginan tersebut, akan ada masukan dan pengembangan.

Cara lainnya adalah dengan membaca karya orang lain, yang memiliki kesamaan tema. Saya yakin, tema apapun yang akan Anda tulis, pernah ada orang lain yang menuliskannya. Jika Anda ingin menulis tema parenting, ada sangat banyak wacana dan teori parenting yang bisa Anda baca. Bacaan itu akan membuka cara pandang dan cakrawala berpikir Anda.

“Leave your phone in a different room and lock it in a cupboard on airplane mode. Find a way to trick yourself into doing the work” –Blake Powell, 2017

Kesulitan Ketatabahasaan

Adalah wajar bahwa kita tidak menguasai seluruh pedoman ketatabahasaan. Mungkin yang mendalami dan menguasai, adalah para guru dan dosen Bahasa Indonesia, serta para pengamat bahasa. Pada umumnya kita, hanya mengerti sebatas keperluan harian.

 Ketika merasa tidak menguasai pedoman ketatabahasaan, jangan dijadikan alasan untuk tidak menulis. Dengan rutin menulis, Anda akan lebih spesifik lagi tingkat kesulitannya. Misalnya, Anda belum mengerti tentang pedoman menulis judul tulisan. Bagian apa saja yang harus diawali dengan huruf kapital? Ada yang kesulitan membedakan kata di yang disambung dan di yang dipisah dari kata setelahnya.

Kesulitan spesifik seperti itu lebih mudah untuk menemukan jawaban. Anda bisa bertanya kepada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Bahkan sudah ada PUEBI versi daring yang sangat mudah menggunakannya. Semua sudah ada jawabannya, tinggal diaplikasikan.

Terbiasa Menunda-nunda

Sebagian dari kita kesulitan dalam disiplin menulis. Sering menunda-nunda, hingga akhirnya hari-hari berlalu tanpa ada tulisan yang berhasil diwujudkan. Mel Robbins menyatakan, “Anda bukan penunda, hanya saja Anda memiliki kebiasaan menunda-nunda. Suatu perbedaan yang besar.”

“You’re not a procrastinator. You’re someone who has a habit of procrastinating. Big difference” –Mel Robbins

Penunda itu jika ada selalu menunda untuk semua pekerjaan. Mungkin saja dalam bidang yang lain, Anda adalah orang yang disiplin dan tidak pernah menunda-nunda. Namun dalam hal menulis, ternyata Anda memiliki kebiasaan menunda-nunda hingga akhirnya tidak menulis sama sekali.

Kebiasaan menunda-nunda –padahal sudah menetapkan zona waktu menulis (ZWM), adalah masalah serius yang harus Anda atasi segera. Miliki target harian untuk posting tulisan di suatu media. Misalnya satu postingan di facebook setiap hari. Anda berikan nomer seri postingan Anda, agar bisa memacu disiplin diri dalam menulis setiap hari.

Tidak harus panjang, yang penting adalah rutin. Misalnya 200 kata untuk setiap postingan, setiap hari. Saya pernah memiliki “rubrik tetap” melalui grup whatsapp, yang saya beri judul One Day One Lesson (ODOL). Setiap pagi, saya menulis sekitar 200 hingga 300 kata, dan saya berikan nomer. Dengan demikian, akan membangun tanggung jawab untuk melanjutkan serial ODOL setiap hari.

“Most of the time, we want to do the work especially if it’s something we love (like writing). But our minds trick us to follow different paths for immediate sensations of reward, and while that hit of dopamine from checking our social media and seeing a notification can feel rewarding at times, doing it over and over will simply feed into that bad habit even more so than it already is” –Blake Powell, 2017

Selamat menulis. Anda bisa mengubah dunia dengan tulisan Anda.

Bahan Bacaan

Blake Powell, How to Be Unstoppable and Write Every Day, 26 Mei 2017,  https://writingcooperative.com/

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.