.
Oleh : Yessy Eria. ID – 04201 EEPK 2020
.
“Bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang” –Soekarno (1901-1970)
Apa yang terjadi bila emak-emak berkumpul atau sengaja dikumpulkan? Heboh…! Gempar…dan menggemparkan!
Maha dahsyat dan ruaaar biasa. Kelas yang digawangi oleh The Founder of Wonderful Family Institute ini, benar-benar membuat saya terkagum-kagum dan kadang juga terpingkal-pingkal.
Saya sempat termangu lama di depan laptop karena susah merangkaikan kata yang tepat untuk melukiskan bagaimana spektekulernya kelas yang diberi nama Emak-Emak Punya Karya (EEPK) oleh Pak Cahyadi Takariawan.
Saya akan cerita sedikit bagaiman saya bisa terjebak di kelas ini. Awalnya saya bertandang di blognya Pak Cah LOKCDOWN 2020 dan membaca tulisan-tulisan beliau. Lalu sebagai murid yang kepo terhadap tulisan-tulisan gurunya, saya menemukan tulisan Pak Cah yang belum di share.
Tanpa berfikir panjang dan minta izin duluan saya langsung copas dan membagikannya ke group. Setelah itu baru saya katakan bahwa tulisannya telah saya share. Hahaha… maafkan saya ya Pak yang kala itu telah lancang membagi-bagikan tulisanmu.
Jawaban Pak Cah buat hati saya lega. “Silakan Mba Yessy. Tidak Apa…!”
Lalu kepo saya kembali kumat dan bertanya “Mengapa harus Emak-Emak yang jadi sasaran kelasnya Pak Cah?” lagi-lagi Sang Maha guru memberikan jawaban yang membuat hati saya terpikat.
“Untuk Manfaat!” itulah kira-kira jawaban beliu.
“Mba Yessy kalo mau gabung di kelas itu juga bisa!” ucap Pak Cah santai.
“Emang bisa Pak?”
“Bisa laa, kan mak-mak!” candaan Pak Cah buat saya tak bisa menahan tawa.
Betapa Pak Cah mampu melihat potensi para emak yang tadinya tidak bisa menulis, kurang PD menulis atau hanya menulis dan memosting hal-hal yang remeh temeh menjadi bermanfaat. Hasilnya belum satu bulan saya bergabung di group yang disingkat dengan EEPK ini mampu membakar semangat saya sebagai “emak” untuk segera menelorkan karya. Demikian pula dengan emak-emak lainnya. Thank you so much Pak Cah.
“Jangan harapkan orang lain untuk memberikan hadiah pada dirimu Mak. Engkau pantas mendapat hadiah yang luar biasa atas setiap rasa sakit, bahagia, lara dan berjuta rasa yang pernah kau lalui dalam hidup. Ayo tulis Mak dan hadiahilah dirimu sendiri. Karena kau pantas untuk dihadiahi Mak!” bikin saya mewek ketika Pak Cah menuliskan itu dalam kata pengantarnya.
Tiap pagi, siang, malam para emak-emak yang tergabung di EEPK ini saling lapor perkembangan tulisannya, saling berpacu dalam kebaikan dan saling menyemangati. Insyaallah!
“Ayo Mak, kamu bisa!”
“Mantap Mak, gas pool!”
“Wuiii saya udah ketinggalan banyak sama manteman. Harus kebut nich!”
“Waah lihat punya saya udah sampai 5000 karakter. Padahal saya nulisnya menjelang berangkat kerja lho Paak Cah…!”
“Wuidiih …kuereenn!”
Itulah di antara keseruan kelas emak-emak yang saya rasakan. Mereka saling kompor satu dengan yang lainnya. Ada yang bertindak sebagai kompor minyak, kompor gas, kompor jet, kompor Rinnai wk..wk…wk…
Seru-seruuuu pokoknya. Maka pahamlah saya mengapa pada kampanye tahun lalu para Capres mengumpulkan ‘emak-emak’ dalam menggalang suaranya. Itu karena mak-mak punya kekuatan luar biasa. Hidup mak-mak…!
“Kami ingin suara ‘emak-emak’ yang ingin harga-harga kebutuhan pokok stabil dan terjangkau di dengar. Kita ingin menghadirkan biaya hidup yang terjangkau untuk seluruh masyarakat dan membuka seluas-luasnya lapangan kerja di Indonesia” twittan seorang capres kala itu.
Emak-emak punya kekuatan lhooo. Maka ayo mak, aktualisasikan dirimu dan mari belajar di kelasnya EEPK! Saya sedang merasakan manfaatnya dan ingin mak merasakannya juga.
Untuk Pak Cah semoga niat baik mu tidak berhenti di kelas EEPK 01 ini saja dan bakalan ada terus kelas-kelas berikutnya tanpa jeda…
Amiin…