Kembali
Dunia Buku

Tiap Seratus Hari Terbit Satu Buku, Mau?

Serial SHSB “Seratus Hari Satu Buku”

Oleh : Cahyadi Takariawan

Anda punya akun instagram? Atau Facebook? Atau Fanspage? Atau Twitter? Anda rajin update status tiap hari? Jika sudah rutin update status tiap hari, bersyukurlah, karena berarti Anda sudah memiliki bahan untuk membuat buku. Jika belum rutin update status, mulai hari ini, bikin status yang bermakna untuk diposting di medsos Anda setiap hari.

Saya akan mengajak Anda membuat buku dalam seratus hari. Tiap seratus hari, Anda bisa menghasilkan satu buku. Berarti dalam setahun, Anda bisa menerbitkan tiga buku. Setahun terdiri 365 hari, jika satu buku ditulis dalam 100 hari dan diproses hingga terbit buku dalam 20 hari, maka 365 hari benar-benar terbit tiga buku. Setahun, Anda punya tiga buku mandiri. Mau?

Sebentar, mari saya ajak menghitung. Berapa lamakah seratus hari itu? Seratus hari itu sama dengan tiga bulan lebih sepuluh hari. Maka jika Anda memulai program ini pada tanggal 21  Mei 2020, bahan buku Anda selesai Anda tulis pada tanggal 28 Agustus, yaitu 11 hari di bulan Mei, 30 hari di bulan Juni, 31 hari di bulan Juli dan 28 hari di bulan Agustus. Total 100 hari, sejak 21 Mei hingga 28 Agustus. Apakah ini waktu yang lama? Jika Anda merasa itu lama, nanti akan saya ajak Anda membuat buku dengan cara yang lebih cepat.

SHSB, Seratus Hari SATU Buku

Oke, sekarang ikuti dulu Program SHSB atau Seratus Hari Satu Buku. Simak baik-baik, dan disiplinkan urutannya ya…. Saya mengajak Anda berkomitmen untuk mewujudkan SATU buku yang pertama dari program SHSB ini.

  • Fokus Pada SATU Tekad

Bismillah, pasang tekad dalam diri Anda. Tekad untuk membuat satu buku dalam seratus hari. Dari awal tekad Anda harus sudah clear, bahwa Anda ingin memiliki satu buku dalam waktu seratus hari. Tekad adalah hal sangat penting untuk menciptakan buku. Jika memiliki tekad yang kuat dan bulat (tekad kuad bulad) maka Anda akan bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya, dengan menempuh dan menghadapi kesulitan serta hambatan yang mungkin terjadi.

Selanjutnya, luruskan niat, bahwa membuat buku adalah untuk ibadah, membuat buku untuk menebar kebermanfaatan. Ini akan semakin menguatkan tekad Anda, dan menjadi energi untuk memproduksi tulisan untuk status.

Satu Tekad : Membuat Satu Buku.

  • Fokus Mengelola SATU Medsos

Anda boleh memiliki akun pada semua jenis medsos, Anda bahkan boleh beternak akun medsos seperti kebiasaan beberapa pebisnis online. Namun, untuk program SHSB ini Anda harus fokus menggarap satu medsos saja. Saran saya, facebook atau instagram. Jika Anda belum memiliki akun facebook atau instagram, silakan dibuat dulu. Bikin akun facebook atau akun instagram. Pilih salah satu saja, agar fokus dalam mengelola. Jika terlalu banyak akun yang Anda kelola, khawatir justru tidak fokus.

Saya ambil contoh, Anda mengambil satu medsos, yaitu facebook. Ini hanya untuk contoh saja ya, Anda tentu bebas boleh memilih jenis medsos apapun. Jika Anda memilih facebook, maka Anda harus membuat akun baru bagi yang belum punya, atau mengaktifkan akun bagi yang sudah punya.

Satu Medsos : Facebook.

  • Fokus Pada SATU Tema Besar

Tetapkan satu tema besar yang akan Anda jadikan sebagai buku. Tema yang paling mudah adalah yang menjadi aktivitas Anda sehari-hari. Jika Anda guru TK, maka dunia Anda adalah dunia pendidikan dan dunia anak-anak. Maka Anda bisa memilih tema perkembangan anak atau pendidikan anak sebagai tema besar tulisan Anda. Jika Anda ibu rumah tangga, Anda bisa menulis kejadian sehari-hari dalam kehidupan rumah tangga. Maka tema dinamika keluarga bisa menjadi pilihan Anda.

Saya ambil contoh, Anda memilih tema besar tentang dinamika keluarga. Ini hanya contoh, Anda boleh memilih tema masing-masing, bebas merdeka, tergantung kecenderungan dan kemudahan pada Anda.

Satu Tema : Dinamika Keluarga.

  • Fokus Menulis SATU Status di Pagi Hari

Selanjutnya, mulai hari Kamis 21 Mei 2020, Anda harus fokus menulis satu status di pagi hari. Saya ambil batasan yang longgar, yang dimaksud dengan waktu pagi adalah sejak Anda bangun tidur, hingga waktu Duhur. Jika Anda bangun jam 03.00 untuk makan sahur atau untuk shalat malam, lalu sempat membuat satu status, lakukan itu. Jika baru sempat membuat status bakda Subuh, lakukan itu. Jika baru sempat membuat status setelah selesai mengantar anak sekolah, lakukan itu. Jika baru sempat membuat status saat istirahat makan siang, lakukan itu.

Saya ambil contoh, setiap hari Anda memiliki waktu luang jam 03.00 – 03.30 untuk menulis satu status pagi. Masing-masing dari Anda harus menentukan dan memilih waktu sendiri yang sesuai dengan kondisinya. Intinya, setiap pagi Anda tidak boleh mangkir. Harus menulis dan memposting satu status untuk medsos Anda, setiap pagi selama seratus hari. Tidak boleh beralasan, tidak boleh ada pagi yang kosong tanpa menulis status.

Oh ya, perlu saya ingatkan, Anda boleh memposting ulang status lama, yang menurut Anda relevan dengan tema yang Anda tetapkan untuk program SHSB ini. Jadi, tidak harus membuat status baru, boleh mengambil status lama.

Satu Status : Posting di Pagi Hari.  

  • Fokus Menulis SATU Status di Sore atau Malam Hari

Mulai Kamis 21 Mei 2020, Anda wajib menulis dan memposting satu status di sore atau malam hari untuk facebook Anda. Saya menggunakan batasan yang longgar, sore itu sejak habis Duhur sampai Maghrib. Sedangkan malam itu sejak maghrib sampaianda tidur. Namun Anda harus memastikan, bahwa Anda tidak menulis status saat Anda tidur. Khawatir isinya ngacau.

Apapun yang sedang terjadi, Anda harus tetap menulis satu status di sore atau malam hari. Misalnya, Anda memiliki waktu luang antara jam 18.30 – 19.00 untuk menulis satu status di malam hari. Lakukan dengan disiplin dan konsisten selama seratus hari. Status sore ini juga boleh memposting ulang postingan lama yang Anda anggap masih relevan, dan sesuai dengan tema besar yang Anda tetapkan untuk program SHSB. 

Satu Status : Posting di Sore / Malam Hari.

  • Fokus Mengolah Status Menjadi SATU Buku

Setelah seratus hari, tepat pada hari Jumat 28 Agustus 2020, anda telah memiliki 200 status di facebook. Ini jumlah yang keren, bukan? Tidak terasa, seratus hari Anda berjuang memproduksi satu status tiap pagi dan satu status tiap sore atau malam, sekarang Anda telah memiliki 200 status. Ini berarti sudah siap diolah untuk menjadi satu buku. Proses pengolahan menjadi buku dimulai dengan editing naskah, penentuan judul, lay out, desain cover, dan penerbitan atau percetakan.

Hari ke 101, Mulai Proses Penerbitan Buku

Setelah 100 hari memproduksi 200 status di facebook, maka pada hari ke 101 sudah bisa mulai proses penerbitan atau percetakan buku. Bagaimana cara mengolah 200 status tersebut menjadi satu buku? Ada cara sederhana, ada cara serius. Anda ingin yang mana? Ingin cara sederhana atau ingin cara serius? Saya bisa tunjukkan keduanya.

Saya tunjukkan cara sederhana dulu ya… Nanti lain waktu insyaallah akan saya tunjukkan cara yang tidak sedehana alias cara serius. Nah, cara sederhana ini bisa Anda lakukan sendiri, dengan langkah seperti ini.

  • Lakukan Editing Naskah

Duaratus status facebook tersebut adalah bahan naskah yang akan menjadi buku. Lakukan editing seperlunya, semampu Anda. Yang sangat penting adalah memastikan secara isi tidak ada yang salah. Anda yakin telah menulis yang benar dan bermanfaat, ini editing yang paling pokok bagi penulis. Syukur Anda sedikit mengerti PU EBI, sehingga bisa mengedit yang sesuai kaidah kebahasaan.

  • Tetapkan Judul Buku

Anda harus memiliki judul untuk buku yang akan Anda terbitkan sendiri. Pikirkan apa judul buku yang mewakili isi, sekaligus menjadi judul yang menarik bagi pembaca. Jika bingung membuat judul, minta pertimbangan kepada teman. Atau Anda bisa datang ke toko buku untuk studi banding judul-judul buku yang ada di toko buku tersebut. Dari situ Anda bisa mendapat inspirasi membuat judul yang menarik.

  • Lakukan Lay Out Naskah

Setelah selesai mengedit naskah, langkah selanjutnya adalah me-lay out naskah agar menjadi bentuk buku. Anda bisa melay-out sendiri dengan cara sederhana. Tidak perlu menggunakan program yang rumit dan canggih. Cukup dengan menggunakan MS-Word Anda sudah bisa melakukan lay out buku. Bagaimana cara lay out buku dengan program MS-Word? Lihat dan simak di sini ya. Jadi deh lay out buku Anda. Keren kan…

Saran saya, setiap satu status facebook, Anda usahakan untuk menjadi satu halaman buku. Jika status Anda tidak panjang, Anda bisa memperbesar ukuran font huruf, sehingga tetap patut untuk menjadi satu halaman buku. Anda boleh menambah gambar, kartun, atau foto, sesuai selera, agar buku Anda lebih “berwarna”. Nah, dengan cara ini minimal Anda sudah memiliki 200 halaman buku. Super keren !

  • Bikin Cover Buku

Saat ini kita hidup di zaman yang super mudah untuk membuat buku. Tidak harus menjadi seorang desainer jika hanya ingin membuat cover buku sederhana. Anda bisa menggunakan aplikasi Canva, di sana ada banyak desain cover buku gratisan yang bisa Anda gunakan untuk buku Anda. Pasang aplikasi Canva di android Anda, pilih cover buku sesuai selera, lalu tinggal mengganti judul, nama penulis dan keterangan lain. Jadi deh covernya.

  • Bawa ke Penerbit Indie atau ke Percetakan

Sekarang Anda sudah memiliki naskah yang ter-lay out, dan sudah memiliki cover buku. Tinggal Anda bawa ke penerbit indie yang terpilih, atau ke percetakan, untuk menerbitkan buku Anda. Jika memilih penerbit indie, Anda bisa mengurus ISBN sendiri. Karena syarat untuk mendapatkan ISBN adalah legalitas lembaga penerbitan. Namun jika Anda membawa ke percetakan untuk melakukan self-publishing, maka Anda tidak bisa mengurus ISBN karena percetakan tidak memiliki izin penerbitan.

Setelah buku terbit, proses berikutnya adalah penjualan buku. Untuk pemasaran buku, bisa Anda lakukan saat buku itu sedang proses cetak di penerbit indie atau di percetakan. Tidak perlu menunggu buku jadi. Anda bisa memasarkan dan menjual secara pre-order.

Beberapa Catatan Tambahan

Untuk menambah ‘kekuatan’ buku Anda, bisa dilakukan dengan meminta Kata Pengantar atau endorsment kepada tokoh publik, sesuai tema buku Anda. Kata Pengantar atau endorsment tokoh akan menaikkan ‘gengsi’ buku Anda, karena pertanda buku Anda diakses oleh sang tokoh.

Tentang ISBN, bolehkah buku beredar tanpa ISBN ? Boleh, karena di Indonesia belum ada aturan yang mengharuskan buku wajib ber-ISBN. Jadi, santai saja. Kan saya sedang menjelaskan cara sederhana? Jadi jangan dibuat rumit. Apalagi jika ini adalah buku perdana Anda, tidak masalah jika tidak memiliki ISBN. Namanya juga baru belajar.

Berapa lama menerbitkan buku melalui jasa penerbit indie? Kisaran normalnya adalah satu pekan. Tentu tergantung banyak faktor, seperti ketebalan buku, jumlah eksemplar yang dicetak, dan kerumitan bentuk buku. Dari segi penerbit, tergantung pada banyaknya antrian yang tengah dikerjakan penerbit. Bisa lebih dari sepekan

Berapa biaya menerbitkan atau mencetak buku di penerbit indie? Ini sangat banyak faktor, dan tidak ada standar baku. Saya ambil contoh, buku saya The Butterfly Effect yang terbit pada Ramadhan 1440 lalu setebal sekitar 300 halaman, saya cetak 500 eksemplar di sebuah penerbit indie, jatuhnya di harga Rp. 30.000 tiap bukunya. Berarti modal untuk menerbitkan atau mencetak 500 buku adalah Rp. 15.000.000.

Perlu Anda ketahui, semakin banyak jumlah buku yang dicetak, semakin murah harga cetak per buku. Jadi jika Anda hanya menerbitkan 50 atau 100 eksemplar, harga cetak bisa lebih mahal dibanding jika menerbitkan 500 eksemplar. Dan jika Anda menerbitkan 5.000 eksemplar, biaya cetak per buku akan lebih murah dibandingkan dengan mencetak 500 eksemplar.

Berapa keuntungannya? Jika saya melakukan semuanya sendirian, termasuk menjual sendiri secara online, maka tidak pihak lain yang harus saya bayar. Dengan demikian keuntungan sepenuhnya milik saya. Jika buku itu saya jual dengan harga Rp. 65.000, lalu saya berikan diskon 15.000 kepada para reseller, berarti saya mendapatkan keuntungan Rp. 20.000 setiap buku. Diskon ini sekitar 23 %.

Jika buku laku semua, maka saya mendapat keuntungan Rp. 10.000.000. Dengan modal 15 juta, keuntungan saya bisa 10 juta. Dengan catatan, buku itu laku semua, dan tidak ada kasus dengan pihak penerbit atau percetakan.

Bagaimana, sudah ada gambaran? Mudah kan membuat buku sendiri? Hanya dari status facebook yang dikumpulkan selama seratus hari, jadilah satu buku mandiri. Sungguh kerrrrrennnnn.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.