Kembali
Teknik Menulis

Tiga Fokus dalam Menulis Kisah Hidup Sendiri

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Mencari ide untuk menulis –fiksi maupun nonfiksi—sesungguhnya tidak perlu jauh-jauh. Kadang kita sebagai pemula membaca kisah yang ditulis oleh para penulis hebat, bagaimana mereka mencari ide. Ada yang keliling Eropa, sehingga mendapat ratusan ide menulis. Ada yang menjelajah Afrika sehingga mendapat inspirasi untuk ditulis.

“Saya lewati gang-gang kecil di kota Praha. Saya nikmati kabut di Charles Bridge. Semua pemandangan itu telah menghadirkan ribuan ide untuk ditulis”, ungkap seorang penulis di blog pribadinya.

Membaca kisah semacam itu, membuat beberapa pemula merasa pesimis. “Bagaimana mungkin saya melakukan perjalanan jauh seperti itu hanya untuk membuat tulisan?” Demikian pertanyaan yang akhirnya menjadi alasan untuk tidak menulis.

“Saya belum pernah ke Praha. Jadi saya tidak bisa menulis”, begitu kesimpulannya.

Ide Menulis dari Kisah Hidup Sendiri

Mencari ide menulis tak harus bepergian jauh. Seorang ibu rumah tangga fulltime, yang 24 jam sehari semalam mengurus rumah, memiliki sangat banyak ide untuk dituliskan. Berbagai kejadian dalam rumah, bisa menjadi ide menarik untuk ditulis. Kita pasti juga memiliki perjuangan dalam hidup yang layak untuk diabadikan dengan tulisan.

Semua dari kita memiliki kisah hidup yang layak menjadi pembelajaran. Mungkin pembelajaran bagi keluarga sendiri. Sekaligus warisan pelajaran bagi anak cucu. Mungkin juga pembelajaran bagi masyarakat luas.

Bahkan ketika itu kisah tentang kesedihan. Mereka yang memiliki kisah kesedihan mirip dengan kisah Anda, akan merasa senang membaca –sebab merasa tidak sendirian. Mereka bahagia membaca kisah Anda, karena telah mewakili kesedihan yang telah mereka alami bertahun-tahun dan tidak pernah bisa diungkapkan.

Bagaimana cara menuliskan kisah hidup sendiri? Paling tidak, ada tiga pendekatan. Yang pertama adalah fokus pada kronologi. Yang kedua, fokus pada peristiwa. Ketiga, fokus pada pelajaran.

Pertama, Fokus pada Kronologi

Yang dimaksud adalah, menulis kisah kehidupan dengan memperhatikan urutan kejadian. Misalnya dari peristiwa di masa kecil, lanjut peristiwa saat mulai masuk sekolah dasar. Kemudian disambung dengan kisah saat remaja SMP dan SMA. Lalu kisah di masa kuliah, dan seterusnya.

  • Menulis secara lengkap kisah hidup

Kisah hidup Anda bisa ditulis dengan lengkap. Urut sejak dari masa kecil hingga masa sekarang. Ini namanya autobiografi apabila yang menulis Anda sendiri. Disebut biografi apabila kisah hidup Anda ditulis orang lain.

  • Menulis bagian tertentu dari perjalanan kehidupan

Anda bisa juga menulis satu atau dua bagian tertentu dari perjalanan kehidupan yang Anda anggap paling mengesankan. Misalnya bagian kehidupan di masa SMA. Mungkin Anda memiliki sangat banyak kisah indah saat SMA dan tak ingin melewatkannya. Maka tuliskan satu bagian dari perjalanan kehidupan Anda, agar tak hilang begitu saja.

Kedua, Fokus pada Peristiwa

Yang dimaksud adalah, Anda menulis kisah hidup tanpa harus berpikir urutan kejadian. Namun langsung menuliskan potongan-potongan kejadian atau peristiwa yang pernah menimpa. Mungkin saja Anda sudah lupa waktunya, namun masih terasa bekas sakit atau bahagianya.

  • Menulis satu peristiwa atau kejadian

Ini cara yang paling mudah, dan bisa Anda lakukan setiap hari secara rutin. Misalnya, tadi pagi Anda terkena minyak goreng yang sangat panas, saat memasak di dapur. Dalam kebingungan, di meja dekat dapur Anda melihat ada minya butbut.

Tanpa pikir panjang Anda langsung oleskan minyak butbut tersebut ke bagian yang terkena minyak panas. Ajaib, sembuh tanpa bekas luka. Satu kisah sederhana ini bisa Anda tulis, yang bisa memberi manfaat bagi orang lain.

  • Menulis beberapa kejadian yang serupa

Bisa jadi ada beberapa kejadian beruntun dimana Anda sulit untuk memisahkan satu dengan yang lainnya. Atau beberapa kejadian yang serupa, sehingga bisa dituliskan sekalian. Misalnya kejadian “terlambat membawa nikmat” dalam kehidupan sehari-hari.

Suatu ketika terlambat check in pesawat, sehingga tidak jadi ikut dalam penerbangan tersebut. Ternyata pesawat mengalami kecelakaan. Suatu ketika yang lain, terlambat berangkat ke kantor, sehingga saat tiba di kantor tempat parkir sudah penuh semua. terpaksa parkirdi luar area kantor. Ternyata hari itu ada angin beliung yang membuat sebuah pohon besar di depan kantor roboh menimpa mobil-mobil yang parkir.

Ketiga, Fokus pada Pelajaran

Yang dimaksud adalah, Anda menulis pelajaran yang bisa diambil dari beberapa penggal kisah hidup. Tidak perlu berpikir kronologis, tidak perlu berpikir urutan kejadian. Namun ada pelajaran yang terkandung dalam peristiwa kehidupan, untuk membuat hidup selalu tenang dan nyaman.

  • Menulis satu pelajaran penting dari kisah hidup

Misalnya, Anda merasakan beratnya kehidupan di masa kecil. Orangtua yang sangat miskin, tidak mampu menghidupi keluarga dengan layak. Namun dengan kerja keras, Anda mampu selesai sekolah hingga kuliah dan menjadi sarjana. Kini Anda menjadi pegawai negeri.

Anda bisa mengambil satu pelajaran penting dari banyak sekali pelajaran dalam kehidupan masa kecil Anda. Contohnya, kegigihan berusaha akan bisa mengubah nasib. Ini contoh satu pelajaran yang bisa ditulis setiap hari, karena pasti sangat banyak pelajaran berharga dalam kehidupan.

  • Menulis semua pelajaran dalam kehidupan

Jika Anda memiliki cukup waktu, Anda bisa menulis semua pelajaran yang pernah Anda dapatkan dalam kehidupan. Tentu sebatas yang berhasil Anda ingat. Ini semacam membuat autobiografi lengkap, namun tidak berfokus kepada kronologi. Lebih mementingkan value dan pelajaran yang bisa diambil dan dijadikan inspirasi kebaikan.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.