Kembali
Habit Menulis

Tiga Komitmen untuk Menjadikan Anda Penulis Produktif

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“If you are not willing to commit, than you might as well stop writing” – Jack Heimbigner (2019)

.

Suatu ketika Anda ingin membuat buku, namun tidak selesai. Saat yang lain Anda mengirim tulisan ke media massa, dan tidak diterima. Itu biasa saja. Itu bagian dari dinamika proses.

Orang yang sukses bukan berarti tidak boleh gagal atau tidak pernah gagal. Orang sukses, sangat kuat memegangi komitmen, sehingga semua resiko bisa ia terima tanpa putus asa. “Successful people are unrelenting toward the pursuit of their goal. Sure they experience setbacks and failures like everyone else”, ujar Tony Fahkry.

Yang membedakan pribadi sukses dengan yang lain adalah pada sikap positif mereka yang tak pernah putus ada menggapai cita-cita. Ini karena mereka telah mengikat kontrak dengan diri mereka sendiri —komitmen, itu yang mereka miliki.

“What sets them apart is the ability to get back on track and learn from their mistakes immediately. It’s the ability to do this time and time again until they gain the prize that sets them apart” ujar Fahkry. Orang sukses selalu belajar dari kesalahan atau kegagalan di masa lalu. Mereka segera bangkit untuk melakukan perjuangan lebih keras lagi sampai berhasil.

Orang-orang yang telah membuat kontrak dalam dirinya untuk menulis, selalu mampu menuntaskan dialog batin yang mengajaknya keluar dari komitmen. Sangat banyak ajakan untuk meninggalkan proses menulis, karena menemukan banyak kendala. “You see, successful people believe in themselves”, ukar Fahkry.

Ada dialog batin yang berhasil dimenangkan oleh orang-orang sukses. “They’ve developed an inner resolve — an inner dialogue that continually feeds them with successful images, thoughts and beliefs. These inner dialogues have the power to cancel out any external misgivings that arise in the pursuit of their goal”, lanjut Fahkry.

Agar mampu memenangkan dialog batin yang kerap mengajak Anda untuk meninggalkan dunia menulis, Jack Heimbigner mengajak Anda mencanangkan tiga komitmen berikut.

  • Commit to a Time

Anda harus berkomitmen pada waktu menulis. Masing-masing kita memiliki ‘zona waktu menulis’ yang khas. Sebagian dari Anda termasuk kelompok burung hantu yang menulis pada malam hari. Jack Heimbigner termasuk penulis ayam jago, yang menulis pada setiap dini hari.

“For me, it is in the early morning hours. This time is sacred writing time for me. And it is when I get the majority of my writing done”, ujar Heimbigner. “If my wife is out with her friends and my daughters are asleep, I will write. But these are bonus times, icing on the cake”, tambahnya.

Waktu menulis utama bagi Heimbigner adalah pagi-pagi dini hari. Itu merupakan waktu ‘sakral’ yang wajib menulis baginya. Namun ia juga bisa menulis pada waktu lainnya. Misalnya saat sang istri lagi ada kegiatan dan anak-anak tengah tidur, ia akan menulis. Namun ia menganggap ini sebagai ‘waktu bonus’.

  • Commit to a Place

Anda harus memiliki komitmen terhadap tempat menulis. Heimbigner menyatakan memiliki tiga tempat menulis. Dua di dalam rumahnya, dan satu di luar rumah. Selalu di tiga tempat itu. Alasan dia, agar tidak memerlukan penyesuaian diri.

“This way, it gives me the same feel every time I sit down to write”, ujar Heimbigner. Dengan komitmen terhadap tempat menulis, ia akan merasakan perasaan serta kenyamanan yang sama. Itu membantunya untuk mengurangi distraksi, serta tidak perlu adaptasi lagi dengan tempat baru.

Jika ia selalu berpindah-pindah dalam menulis, ia akan membuang waktu untuk adaptasi dengan tempat baru. Padahal waktu untuk adaptasi itu selalu diambil dari waktu yang mestinya digunakan untuk menulis. Ia tidak ingin membuang waktu untuk adaptasi.

  • Commit to Your Process

Anda harus berkomitmen pada proses menulis. Jika Anda memiliki impian untuk menjadi penulis produktif, Anda harus berkomitmen untuk melalui prosesnya. Anda harus membangun komitmen untuk tetap menulis, bahkan ketika Anda sedang tidak ingin melakukannya.

“It is the commitment to do it when we don’t want to write”. Inilah yang menyebabkan Anda bisa menjadi penulis produktif. Karena Anda telah berkomitmen untuk menulis pada zona waktu yang telah Anda tetapkan, di tempat yang telah Anda siapkan, serta berkomitmen pada proses menulis. Bahkan saat Anda sedang tidak ingin melakukannya.

Mengapa komitmen bisa membuat Anda menjadi penulis yang lebih baik? Jack Heimbigner menjawab, “Because it will force you to treat your writing with respect and help you learn ways to focus in on it”. Karena komitmen akan memaksa Anda untuk memperlakukan tulisan dengan hormat, dan membantu Anda untuk memusatkan perhatian pada proses menulis.

Komitmen membuat Anda mampu menghargai proses dan menikmatinya. Ini yang membuat Anda bekerja dengan sepenuh kehadiran jiwa. Anda akan menjadi penulis yang semakin baik dari hari ke hari.

Bahan Bacaan

Jack Heimbigner, Why Your Commitment as a Writer will Help You Get Better, www.writingcooperative.com, 19 Januari 2019

Tony Fahkry, 4 Steps To Help You Stay Committed And Inspired To Achieve Your Goals, www.medium.com, 7 November 2017

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.