Kembali
Habit Menulis

Tulis Saja, Di Manapun Anda Berada

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Start small. Write down what you’re thinking and build on it. Follow it wherever it’s supposed to go, and one day your small thought could change the world” – Drew Hansen, 2011.

.

Tahukah Anda, Richard Branson, penulis The Virgin Way dan puluhan buku lainnya, terbiasa membawa notesbook (buku tulis) di manapun ia berada? Kebiasaan semenjak kuliah. Ini bukan untuk mencatat bahan kuliah. Namun untuk mencatat ide dan inspirasi kehidupan.

Kebiasaan serupa telah dilakukan sebelumnya oleh Aristoteles Onassis. Ia memesankan dengan sangat kuat, agar selalu menulis semua ide yang melintas. Pesan Onassis dikutip oleh Drew Hansen (2011) sebagai berikut.

“Always carry a notebook. Write everything down. When you have an idea, write it down. When you meet someone new, write down everything you know about them. Bawalah selalu buku catatan. Tuliskan semuanya. Saat Anda memiliki ide, tulis saja. Saat bertemu orang baru, tulis yang Anda ketahui tentang orang-orang itu”.

“Saat mendengar sesuatu yang menarik, tulislah. Menulis membuat Anda bisa menindaklanjutinya. Jika Anda tidak menuliskan, Anda akan melupakannya. That is a million dollar lesson they don’t teach you in business school. Itulah pelajaran jutaan dolar yang tidak diajarkan di sekolah bisnis”, ujar Onassis.

Enam Tips Drew Hansen

Selanjutnya Drew Hansen menyampaikan enam tips untuk menuliskan ide atau inspirasi yang melintas dalam kehidupan sehari-hari.

  • Kenali Kebiasaan Anda

Masing-masing kita memiliki kebiasaan yang berbeda. Maka desainlah kebiasaan Anda menjadi sistem yang memudahkan Anda menuliskan ide-ide yang muncul di sembarang tempat dan waktu. “Create your own system”, ujar Drew.

Secara teknis, Anda bisa menyediakan alat tulis di dekat tempat beraktivitas, atau membawa selalu alat tulis kemanapun pergi. Misalnya di dekat tempat mencuci, jika tak membawa gadget untuk mencatat, bisa disediakan buku dan bulpen untuk mencatat. Begitu muncul ide, dia bisa berhenti sejenak dari aktivitas untuk mencatat ide, setelah itu baru meneruskan mencuci lagi.

Budayawan Kuntowijoyo terbiasa membawa kertas ‘notes’ kecil kemanapun beliau pergi. Tiap ada ide langsung dicatat di notes tersebut. Bahkan Leo Widrich (2018) menyarankan Anda memiliki “shower notes” yang Anda tempatkan di dekat shower kamar mandi. Lengkap dengan bulpen yang menggantung di dekatnya.

  • Tuliskan Segera

Suatu ketika Anda tengah naik motor atau mengendarai mobil, kemudian Anda melihat sebuah kejadian yang menyentuh hati Anda. Langsung terpikir Anda akan menuliskan peristiwa itu.

Namun begitu tiba di tujuan, Anda langsung sibuk dengan berbagai macam hal sehingga akhirnya Anda lupa untuk menulis. Ide itupun terlupakan dan tidak pernah Anda tuliskan. Segera tulis pokok pikiran ketika ide itu melintas. Jangan menunda lagi. “Write down your thoughts immediately”, ujar Drew.

  • Detailkan Ide Anda Pada Waktu yang Lain

Pada saat ide melintas, Anda cukup menulis garis besarnya saja. Misalnya, berupa kalimat penjelasan. “Aku ingin menuliskan pentingnya kehati-hatian dalam mengendarai sepeda motor. Aku menyaksikan kecelakaan sangat mengerikan akibat melanggar lampu lalu lintas. Tanggal 22 Oktober 2020, di perempatan Jalan Jendral Sudirman”.

Kalimat itu sudah akan mengingatkan Anda terhadap ide yang ingin Anda tuliskan nantinya. Detailkan ide-ide tersebut pada waktu yang lain. “Expound on your thoughts later”, ujar Drew.

Pada saat Anda telah memiliki waktu, Anda bisa menjabarkan ide besar tersebut menjadi kerangka tulisan. Misalnya, Anda perinci ide besar tersebut menjadi beberapa bagian. Di bagian pendahuluan, Anda bisa menceritakan kejadian kecelakaan yang telah Anda saksikan.

Di bagian pembahasan, Anda bisa membagi menjadi beberapa bagian. Diawali dengan pengenalan rambu-rambu lalu lintas, etika berkendara, serta aturan standar di jalan raya. Ditutup dengan himbauan dan ajakan untuk menaati aturan lalu lintas.

  •  Simpan Kumpulan Ide dengan Baik

Simpan catatan ide yang sudah Anda tulis tersebut dengan baik. Jika Anda terbiasa menulis dengan gadget, buatlah satu folder yang isinya “Kumpulan Ide Tulisan”. Atau ketika Anda biasa menulis dengan buku catatan atau potongan kertas, sesampai di rumah Anda bisa langsung memindahkannya ke laptop.

“Store your notebooks for future reference”, ujar Drew. Suatu ketika nanti, bisa jadi Anda memerlukan catatan ide tersebut. Terlebih ide yang sudah Anda kembangkan menjadi tulisan, akan sangat penting untuk menjadi rujukan pada suatu ketika nanti. Pastikan tulisan itu sudah terseimpan dengan baik.

  • Tinjau Secara Berkala

Tinjau dan lihat ulang kumpulan ide tersebut secara berkala. Bisa jadi Anda telah memiliki sangat banyak kumpulan ide. Mungkin saja Anda tidak memiliki waktu untuk meninjau setiap hari, karena tiap hari Anda telah memiliki sangat banyak ide untuk ditulis.

Maka sesekali waktu sempatkan meninjau kumpulan ide tersebut. “Review your archive regularly for patterns or associations”, ujar Drew. Bisa jadi ada satu atau beberapa ide yang tepat untuk dikembangkan pada saat itu.

Dari semua ide yang telah Anda tuliskan, bisa jadi ada ide yang sudah tidak relevan dituliskan, karena out of date. Bisa jadi ada ide yang tepat untuk dituliskan pada saat itu, lantaran menemukan momentum yang pas. Inilah pentingnya memeriksa kumpulan ide dalam file tersebut secara periodik.

Selanjutnya Drew menyarankan, “Start small. Write down what you’re thinking and build on it. Follow it wherever it’s supposed to go, and one day your small thought could change the world”.

Mulailah dari yang kecil. Tuliskan apa yang Anda pikirkan dan kembangkan pikiran itu. Ikuti arah pikiran Anda tersebut, dan pada suatu hari nanti pemikiran kecil Anda benar-benar dapat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Drew Hansen, Why Richard Branson And I Always Carry A Notepad, www.forbes.com, 15 Agustus 2011

Leo Widrich, Why We Have Our Best Ideas in the Shower: The Science of Creativity, https://buffer.com, 7 September 2018 

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.