Kembali
Habit Menulis

Tulisan Berseri untuk Postingan Pagi dan Sore Hari

Serial SHSB “Seratus Hari Satu Buku”

Oleh : Cahyadi Takariawan

Pada empat postingan sebelumnya telah saya ajak Anda untuk membuat postingan di Facebook atau Instagram setiap pagi dan sore hari. Jika Anda konsisten melakukannya selama seratus hari, maka Anda akan memiliki satu buku kumpulan dari postingan di medsos. Namun Anda harus konsisten membuat satu kali postingan sejumlah 900 hingga 1.00 karakter. Jika Anda memiliki duaratus tulisan yang setiap tulisannya 900 hingga 1.000 karakter, maka sudah layak diterbitkan menjadi satu buku.

Simak kembali —terutama bagi Anda yang belum membaca tulisan saya sebelumnya— agar nyambung dengan tema postingan saya saat ini.

Tulisan Pertama, Membuat Buku dalam Seratus Hari

Tulisan Kedua, Berapa Halaman Buku yang Akan Dihasilkan?

Tulisan Ketiga, Mengapa Perlu 200 Postingan?

Tulisan Keempat, Bagaimana Cara Membuat Postingan Agar Layak Menjadi Buku?

Tulisan Kelima, Membuat Tulisan Berseri untuk Postingan Pagi dan Sore Hari

Tulisan saya kali ini, menjelaskan cara membuat tulisan berseri untuk postingan di Facebook atau Instagram. Mari saya ajak Anda belajar membuat tulisan berseri.

Kelebihan Tulisan Berseri

Untuk kepentingan pembuatan satu buku dalam seratus hari, Anda bisa menciptakan tulisan berseri untuk di posting pagi dan sore hari. Ada beberapa kelebihan tulisan berseri dibanding tulisan pendek yang dibuat untuk satu kali postingan.

  • Lebih leluasa mengekspresikan ide

Sebagaimana saya sampaikan dalam tulisan sebelumnya, bahwa satu kali postingan di Facebook atau Instagram, agar menjadi satu halaman buku standar, memerlukan tulisan sejumlah 900 hingga 1.000 karakter. Nah, kadang Anda merasa itu terlalu membatasi, dan tidak leluasa menuliskan ide. Maka dengan membuat tulisan berseri, Anda bisa lebih leluasa mengekspresikan ide.

  • Sekali menulis, bisa untuk beberapa kali postingan

Jika Anda menulis sebuah artikel —baik berupa kisah, ataupun pemikiran, yang mencapai enam ribu karakter, berarti Anda bisa membagi menjadi enam kali postingan. Nah, sekali menulis Anda sudah memiliki cadangan untuk postingan tiga hari di Facebook atau Instagram, tiap pagi dan sore hari. Ini membuat Anda tidak merasa dikejar-kejar deadline membuat status untuk diposting.

  • Membangkitkan rasa penasaran pembaca

Ketika tulisan Anda terpotong, kemudian Anda menyatakan bahwa tulisan itu bersambung, maka pembaca menjadi penasaran ingin mengetahui kelanjutan kisahnya. Mereka akan mengikuti bahkan menunggu tulisan berikutnya, sampai selesai. Ini tentu menguntungkan Anda sebagai penulis, karena tulisan Anda ditunggu oleh pembaca setia.

  • Menyemangati diri meneruskan tulisan

Saat Anda menulis secara berseri atau bersambung, sekaligus menyemangati diri untuk meneruskan tulisan hingga selesai dalam satu serial. Anda tidak mau kehilangan muka di hadapan pembaca yang menunggu kelanjutan cerita Anda. Dengan menyatakan tulisan Anda bersambung atau berseri memaksa Anda untuk menuliskan kelanjutannya hingga selesai.

  • Bisa memanfaatkan naskah yang telah ada

Mungkin Anda pernah membuat makalah atau artikel yang dimuat di koran, majalah atau diposting di web maupun blog. Biasanya artikel untuk media semacam itu, berada pada kisaran 5.000 hingga 10.000 karakter. Nah, jika Anda memiliki naskah panjang tersebut, bisa Anda bagi menjadi beberapa kali postingan di Facebook atau Instagram, dengan sekali posting pada kisaran 900  hingga 1.000 karakter.

Contoh Postingan Berseri

Berikut saya berikan contoh, postingan berseri yang saya ambilkan dari satu artikel saya di web Kompasiana. Ini artikel lama, sekitar 6.000 karakter. Maka saya bisa membaginya menjadi enam kali postingan, yang masing-masing sekitar 900 hingga 1.000 karakter. Postingan berseri ini saya beri judul “Jangan Sombong dengan Kedudukanmu”. Perhatikan bagaimana cara memotong, agar setiap bagian bisa berada di kisaran 900 hingga 1.000 karakter.

Postingan Pagi Hari Pertama

JANGAN SOMBONG DENGAN KEDUDUKANMU – 1

Suatu pagi, sepasang suami istri tengah mengobrol ringan.

Suami : Dek, kamu percaya kan, sukses suami itu ditentukan oleh doa istri?

Istri : Iya Bang. Adek percaya. Makanya Adek selalu doakan Abang.

Suami : Nah karena sukses suami ditentukan doa istri, maka semakin banyak istrinya berarti semakin banyak pula yang mendoakan. Itu akan membuat suami semakin sukses Dek…

Istri : Hah? Kok gitu jadinya? Tapi begini Bang…. Isi doa istri itu menyesuaikan dengan kelakuan suami….

Suami : Maksudnya?

Istri : Ya kalau kelakuan suaminya baik-baik, isi doa istri pun baik-baik. Kalau suami kelakuannya aneh-aneh, ya isi doa istripun aneh…

Suami : Hah? Tapi Abang baik kan Dek?

Istri : Iya Bang. Pokoknya selama Abang baik terus ya isi doa Adek akan baik terus.

Kita sudah sering mendengar ungkapan di atas, bahwa kesuksesan suami banyak ditentukan oleh doa istri. Hal ini menandakan betapa suami dan istri selalu saling memberikan pengaruh dalam kehidupan, termasuk dalam urusan pekerjaan.

Maka jangan pernah sombong dengan kesuksesan yang Anda raih. Ada doa-doa istri dalam menghantarkan kesuksesan Anda.

Bersambung.

Jumlah : 965 karakter.

Postingan Sore Hari Pertama

JANGAN SOMBONG DENGAN KEDUDUKANMU – 2

Saat Thomas Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Co, dan istrinya tengah berkendara, mendadak sadar bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya menuju pompa bensin terdekat, yang kondisinya sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin.

Setelah meminta satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya, dia berjalan-jalan untuk melemaskan kaki.

Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas sedang asyik mengobrol dengan istrinya.

Obrolan mereka berhenti ketika dia membayar si petugas. Saat hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.”

Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.

“Astaga, untung kau ketemu aku,” ungkap Wheeler. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.”

“Bukan begitu, sayang,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin.”

Bersambung.

Jumlah : 984 karakter.

Postingan Pagi Hari Kedua

JANGAN SOMBONG DENGAN KEDUDUKANMU – 3

Pada postingan sebelumnya telah saya sampaikan kisah Thomas Wheeler dan istrinya. Kita mendapatkan pelajaran penting bahwa para suami tidak boleh sombong dengan prestasi dan karier yang didapatkannya.

Mungkin ia mengira bahwa dengan kerja kerasnya maka bisa mencapai posisi puncak di perusahaan. Mungkin ia mengira bahwa semua dari hasil jerih payahnya sendiri.

Mungkin ia mengira sang istri hanya “sedikit membantu-bantu” dirinya, atau bahkan istri dianggap tidak pernah memberikan bantuan dalam upaya menggapai kesuksesan kariernya.

Pertanyaan pentingnya adalah, “Bisakah suami sukses sendirian?”

Saya ambil contoh keluarga Budi dan Novi. Budi bekerja profesional penuh waktu di perusahaan, dan Novi di rumah sepenuh waktu, mengurus tiga anak mereka. Apakah peran Novi dalam membantu sukses Budi? Apakah Novi yang “hanya di rumah saja” itu tidak penting untuk karier Budi?

Anak pertama mereka sekolah di bangku SD, anak kedua sekolah di TK dan anak ketiga masih balita. Mereka tidak memiliki pembantu rumah tangga. Anak-anak berangkat dan pulang sekolah dengan jasa layanan antar jemput.

Bersambung.

Jumlah : 965 karakter.

Postingan Sore Hari Kedua

JANGAN SOMBONG DENGAN KEDUDUKANMU – 4

Saya lanjutkan kisah keluarga Budi dan Novi ya..

Ritme kegiatan Budi setiap hari kurang lebih seperti ini: setelah Subuh mulai bersiap-siap berangkat kerja. Pada jam 06.30 sudah pergi dari rumah menuju tempat kerja.

Pulang sampai di rumah sudah jam 18.00. Masih ditambah kegiatan organisasi maupun kegiatan kemasyarakatan di sore atau malam hari.

Praktis Budi tidak memiliki waktu yang untuk melakukan aktivitas kerumahtanggaan karena habis untuk pekerjaan dan kegiatan. Masih ditambah lemburan dan kegiatan tambahan di hari Sabtu dan Ahad.

Sedangkan ritme kegiatan Novi setiap hari kurang lebih seperti ini : setelah Subuh mulai bekerja di dapur, sambil membersihkan rumah, mengurus dua anaknya untuk menyiapkan keperluan berangkat sekolah.

Novi pun menyiapkan sarapan untuk Budi dan ketiga anak mereka.

Setelah Budi berangkat, Novi menyiapkan kedua anak untuk berangkat sekolah. Setelah dua anak berangkat sekolah, ia menyelesaikan mengurus keperluan rumah tangga, seperti mencuci baju, membersihkan kamar tidur, merapikan rumah, sambil mengurus si bayi yang masih kecil.

Bersambung.

Jumlah : 953 karakter.

Postingan Pagi Hari Ketiga

JANGAN SOMBONG DENGAN KEDUDUKANMU – 5

Saya lanjutkan lagi kisah keluarga Budi dan Novi ya..

Siang hari anak kedua yang sekolah di TK sudah pulang, Novi mulai menemaninya untuk bermain. Sore hari anak pertama pulang dari sekolah SD, iapun bertambah kegiatan dengan mengurus keperluan tiga anak sekaligus di rumah.

Novi harus menyiapkan makan malam untuk suami dan ketiga anak. Malam hari Novi menemani dua anaknya belajar, sambil berusaha menidurkan si bayi.

Setelah anak-anak tidur, ia masih harus melayani Budi sembari berangkat tidur di ranjang. Begitulah aktivitas Novi yang sangat padat dan sangat sibuk di rumah.

Bayangkan saja jika Novi mogok melakukan kegiatan rutin tersebut. Anak-anak pasti akan terlantar karena tidak ada yang mengurus. Rumah pasti akan sangat kotor dan berantakan karena tidak ada yang membersihkan dan merapikan.

Suasana itu apabila berlangsung dalam waktu lama, akan membuat semakin tidak kondusifnya keluarga. Anak-anak yang merasa tidak mendapatkan perhatian akan menjadi liar dan nakal. Mereka sulit konsentrasi belajar, bisa jadi akan lebih asyik membolos dan bermain play station bersama teman-temannya.

Bersambung.

Jumlah : 972 karakter.

Postingan Sore Hari Ketiga

JANGAN SOMBONG DENGAN KEDUDUKANMU – 6

Masih saya lanjutkan kisah keluarga Budi dan Novi ya..

Jika anak-anak menjadi nakal, suasana rumah tidak beraturan, pasti akan membuat suasana jiwa Budi merasa tersiksa. Hal ini akan memberatkan dirinya dalam menjalankan aktivitas keseharian. Tidak tenang bekerja, tidak nyaman beraktivitas.

Apalagi jika Novi sampai berlaku serong, pasti semakin membuat Budi menjadi sangat kacau. Ia tidak akan bisa konsentrasi melakukan aktivitas apapun. Bagaimana akan bisa menggapai sukses jika kondisinya seperti ini?

Maka suami tidak akan bisa mencapai sukses sendirian. Sebagai pasangan yang terikat oleh pernikahan, suami dan istri pasti saling memerlukan, saling tergantung, saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.

Mereka tidak bisa lagi hidup sendiri-sendiri secara bebas dan mandiri, karena ada banyak konsekuensi akibat pernikahan. Mereka telah menjadi satu bagian yang saling menguatkan ataupun melemahkan.

Jangan menganggap pasangan anda hanya pelengkap, apalagi dianggap ‘pelengkap penderita’. Sungguh besar peran istri dalam kesuksesan suami, sebagaimana sangat besar peran istri dalam keterpurukan suami.

Selesai.

Jumlah : 995 karakter.

Demikianlah contoh enam tulisan berseri untuk enam kali postingan di Facebook atau Instagram selama tiga hari. Bermula dari satu artikel yang pernah saya tampilkan di Kompasiana, bisa dibagi-bagi menjadi enam kali postingan. Semoga bisa menjadi isnpirasi. Membuat postingan Facebook atau Instagram dengan konsisten pada 900 hingga 1.000 karakter, setiap pagi dan sore hari, selama seratus hari.

Selamat berkarya.

Bahan Bacaan

Cahyadi Takariawan, Suami Tidak Bisa Sukses Sendirian, www.kompasiana.com, 17 Maret 2015

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.