Kembali
Kutipan Inspirasi

20++ Pesan Kebaikan Hari Kedua Belas Ramadan

Oleh : Kantin Emak Produktif

(1)

Lakukan kebaikan sebanyak yang kita mampu. Lalu, lupakan dan jangan pernah mengungkitnya. Seseorang yang paling rugi di antara yang merugi adalah ia yang mengungkit-ungkit kebaikannya. Maka lenyaplah pahalanya, laksana butiran pasir melewati batu pualam, hilang tak berbekas.

–Atifah Saleha

(2)

Ramadan adalah bulan suci, bulan yang selalu  dinanti. Saatnya sucikan diri dari semua penyakit hati agar jiwa menjadi bersih. Berbaik sangkalah kepada Allah dan berbaik sangkalah kepada sesame, agar kita tergolong sebagai orang-orang yang beruntung. “Dan Sungguh beruntunglah orang yang membersihan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya” (QS. Asy-Syam [91]: 9-10)

–Ifah Latifah

(3)

Jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah Swt., ada kalanya jalan kehidupan ini berliku-liku, ada kalanya lurus. Masing-masing ada ceritanya. Para pendaki gunung rela menempuh jalan yang terjal dan mendaki untuk mendapatkan pemandangan yang spektakuler ketika di puncak. Selama kita terus berusaha dengan baik, kesuksesan dan solusi atas semua permasalahan pun akan datang. Just, never give up!

–Dwi Handayanti

(4)

Perhatikanlah apa yang engkau makan, begitulah inti nasihat Nabi Muhammad saw. ketika suatu hari Saad bin Abi Waqqash  meminta didoakan  supaya ia menjadi orang yang doanya segera dikabulkan. Nabi berkata, “Perbaikilah makanan yang engkau makan (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang doanya mudah terkabul.”

Makanan yang halal dan thayib akan membawa keberkahan dan kebaikan, tutur kata yang baik dan pancaran hikmah dari lisannya. Untuk itu, mari perhatikan dengan seksama apa yang kita konsumsi, pastikan makanan yang halal dan thayib.

–Ayu Mulyati

(5)

Setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Rezeki tidak selalu berupa harta, mobil ataupun emas. Janganlah iri dengan mereka yang terlihat  lebih dan janganlah sombong dengan mereka yang tak berharta. Kebahagian yang haqiqi adalah rasa syukur yang tinggi, semakin kita bersyukur semakin bahagia.

–Ndha Hilwa

(6)

Jika pagi ini dalam kesulitan, yakinlah bahwa akan segera hadir kemudahan. “Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan“ (QS. Al-Insyirah:5). Jika saat ini Allah memberi kenikmatan, terpenuhinya kebutuhan, ini adalah suatu keberuntungan. Rasulullah saw., bersabda, “Barangsiapa memasuki waktu pagi dengan perasaan aman dalam hatinya, sehat badannya, mempunyai makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia segala isinya digiring ke arahnya” (H.R. Turmudzi)”.

Nikmatilah hari ini tanpa bayang-bayang hari esok yang tidak pasti. “Sesungguhnya memberati pikiran dengan kesulitan yang belum tiba waktunya itu adalah suatu kebodohan yang nyata.” (Al-Ghazali dalam Perbarui Hidupmu).

–Puspa Mafazan

(7)

“Setiap perkara penting, yang tidak dimulai dengan ucapan bismillahirrahmanirrahiim, amalan tersebut terputus berkahnya” (HR. Al-Khatib). Kalimat bismillahirrahmanirrahiim sungguh dianjurkan kepada kita untuk membacanya. Tujuannya adalah untuk meminta kebaikan dan keberkahan kepada Allah atas apa yang dikerjakan. Tidakkah kita hamba yang senantiasa bergantung kepada-Nya? Maka mari kita minta restu dengan mengucap basmalah.

Keutamaan basmalah tentulah banyak. Di antaranya sebagai pembatas antara manusia dengan jin, pembuka rezeki, mencegah dari musibah dan sebagai pelindung. Hebat bukan?

–Yessy Eria

(8)

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa 12 hari Ramadan membersamai kita, mari optimalkan  ibadah wajib dan sunah kita. Di bulan Ramadan pahala ibadah sunah dilipatgandakan, pahalanya seperti ibadah wajib, tetapi ibadah yang wajib jangan sampai lalai. Pahala lain di bulan Ramadan adalah makan sahur, salat tarawih, salat wajib berjamaah di masjid. Semoga kita kita bisa menerapkan sekala prioritas ibadah

–Nur Pujiasih

(9)

Saat menjelang berbuka banyak yang disibukkan dengan ngabuburit kesana kemari atau para emak masih sibuk di dapur mempersiapkan hidangan berbuka puasa. Ingat, ada waktu khusus yang tidak tertolak, di antaranya adalah doa orang yang sedang berpuasa sampai berbuka. Nabi saw bersabda,

ﺛﻼﺙ ﻻ ﺗﺮﺩ ﺩﻋﻮﺗﻬﻢ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﻔﻄﺮ ﻭﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻌﺎﺩﻝ ﻭ ﺍﻟﻤﻈﻠﻮﻡ

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzhalimi.” (HR. Tirmidzi).

Mari gunakan waktu spesial yang sudah Allah berikan, jangan disia-siakan, ajak keluarga berdoa memohonkan hajat saat jelang berbuka puasa.

–Endang SP Usman

(10)

Jika kau ingin disayang, sayangilah dulu orang lain. Jika kau ingin dihormati, hormatilah dulu orang lain. Jika kau ingin orang lain memperlakukanmu dengan baik, berlaku baiklah dulu pada orang lain. Apa yang kau tanam, maka itu pulalah yang akan kau tuai. Jika sering berbuat kejahatan pada orang lain, suatu hari nanti semua kejahatan yang kau lakukan akan berbalik pada dirimu. Segeralah bertaubat sebelum terlambat.

–Eli Halimah

(11)

Jangan mengatakan tidak apabila belum mencoba. Alah bisa karena biasa. Belajar dari pengalaman karena pengalaman adalah guru yang terbaik.

–Meivany Azarini

(12)

Sebab kekecewaanmu, bukanlah karena ketakpedulian orang-orang di sekitarmu. Akan tetapi, karena terlalu besarnya pengharapanmu kepada mereka. Marah, benci, sedih, kecewa, sakit hati, bukanlah tentang dia yang selalu menyakiti, melainkan tentang makna yang kautanam dalam hati. Pun tentang rasa yang kauizinkan menyiksa diri.

–Junayda

(13)

Menyambungkan ikatan yang renggang, tali yang nyaris putus atau merajut benang kusut agar kembali rapi adalah “pekerjaan” hati. Pendekatan fisik memang penting, tetapi tanpa sentuhan hati, semua hampa dan jauh dari makna. Satukan hati melalui silaturahmi, efektif menghilangkan gejala su’udzon.Selamat Mencoba…

–Yulia K Rohima

(14)

Al-Qur’an, adalah sarana top up mental yang paling ampuh. Benar-benar mood booster bagi jiwa yang kering dan merasa terpuruk. Setiap ayatnya adalah obat, petunjuk, dan solusi bagi masalah-masalahmu. Maka bacalah Al-Qur’an, paling tidak sehari satu juz.

Kalau tidak bisa satu juz, satu halaman engga apa-apa. Atau bahkan satu halaman pun masih terasa berat? Ya sudah, satu ayat dulu. Kalau satu ayat masih engga mampu juga, tanyakan pada hatimu. Punya dosa apa, sampai-sampai hatimu tidak tergerak untuk membaca Al-Qur’an? Padahal itu surat cinta dari Allah untukmu.

–Dewi Indrayati

(15)

Berbicara tentang kemuliaan, tanyalah pada diri. Mana sujud-sujud panjangmu? Mana susah payahnu menahan haus dan lapar serta melawan ego dalam puasamu? Mana hartamu yang engkau gunakan menggembirakan anak yatim?

Namun, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sesuatu yang paling berat timbangannya adalah budi pekerti yang agung.” Ar-Rafi’i, dalam karyanya, “Wahyul Qalam” mengatakan, “Seandainya aku diminta untuk menghimpun kandungan filsafat Islam, maka dua kata cukup untuk mewakilinya, yaitu ‘keteguhan akhlak’.

–Tatiek Rahayu Anwar

(16)

“Kebenaran itu seperti matahari, terbit setiap hari, jika awan menghalangi maka akan disingkapnya dan pasti terbit kembali meski setelah berlalunya waktu.”

–Yuli Pinasti

(17)

Seburuk apapun musibah yang menimpamu, itu adalah bagian dari takdirmu. Telah tertulis lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Berprasangka baiklah pada Allah, sebab Allah sesuai persangkaanmu. Takdirmu takkan pernah tertukar dengan yang lainnya. Allah Maha Sempurna pengetahuan dan kehendak-Nya. Yakinlah, tak ada yang luput dari-Nya. Sesungguhnya skenario Allah adalah yang paling sempurna.

“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga dia beriman kepada qadar baik dan buruknya dari Allah, dan hingga yakin bahwa apa yang menimpanya tidak akan luput darinya, serta apa yang luput darinya tidak akan menimpanya.” (HR Tirmidzi)

–Leni Cahya

(18)

Tantangan terberat dalam beramal kebaikan adalah istiqomah. Istiqomah mudah diucapkan tapi sulit direalisasikan dalam kehidupan nyata. Istiqomah bermuara dari hati maka mintalah kepada pemilik hati yakni Allah SWT agar diberikan istiqomah dalam beramal kebaikan.

 –Wydiesti

(19)

Sering kali manusia dengan ego-nya, tidak mampu bersabar dalam sesuatu hal, berusaha sekuat tenaga ingin mencapai keinginan secepatnya, dengan instan tanpa melalui proses. Kesabaran pun tertutup dengan ego, mereka lupa bahwa sabar akan mendatangkan kemudahan, mengetahui tempat kembali yang baik, berharap pahala dan mengingkari kejahatan. Bersabarlah karena Allah. Seberapun besarnya permasalahan yang ada di depan mata tetaplah bersabar, karena kemenangan sesungguhnya akan datang bersamaan dengan kesabaran, setiap kesulitan disitu ada kemudahan.

–Warlinah

(20)

Rezeki itu banyak jenisnya. Tidak sekadar uang atau materi, tetapi kesehatan, anak yang salih dan salihah, keluarga yang qurota’ayun, teman-teman yang membawa kepada kebaikan. Serta masih banyak pundi-pundi rezeki yang sering kita nikmati, tetapi lalai untuk mensyukuri. Ramadan bulan penuh rezeki dan keberkahan di sana-sini. Tak terhingga dan tak terbatas lipatan pahala yang diberi. Sambut dengan senyum wajah berseri, rezeki pun selalu datang menghampiri. Aamiin

–Dede Nurjanah

(++)

Ramadan bulan Al-Qur’an, karenanya interaksi kita dengan Al-Qur’an harus diperkuat dengan membacanya, mentadaburinya dan mengamalkannya. “Siapa yang tidak membaca Al-Qur’an maka ia telah meninggalkannya, siapa yang membacanya tetapi tidak mentadaburinya maka ia telah meninggalkan Al-Qur’an, siapa yang membaca dan mentaburinya tetapi tidak mengamalkannya maka ia telah meninggalkan Al-Qur’an.”

“Al-Qur’an itu bisa menjadi pembelamu atau musuh bagimu.” (HR. Muslim no. 223)

Utsman bin Affan berkata, “Kalau hati kita bersih maka kita tidak akan pernah puas untuk membaca Al-Qur’an.” 

Mata dan mulut ini enggan membaca Al-Qur’an, maka periksalah dosa apa yang kita lakukan? sehingga selalu mengantuk ketika membaca Al-Qur’an. 

–Nunun Nurlaila

(++)

Entah apa yang kita kejar di dunia ini, semua serba ingin. Tidak pernah ada berhentinya. Cobalah untuk mengubah mindset agar yang kita kejar itu adalah sebuah misi untuk bekal akhirat. Diri ini “menghamba” hanya kepada-Nya. Misi penting dalam hidup adalah ibadah, kita dapat menjalani kesadaran yang utuh. Membangun kesadaran tentang apa-apa yang paling penting dan menghidupkannya dalam setiap tarikan nafas.

Tidak dipungkiri, dalam hidup masalah datang silih berganti. Beban berat seakan menggelayuti. Jadikan ini pengingat diri atas khilaf yang pernah terjadi.

–Hellen Patraliza

(++)

Terkadang orang yang kamu anggap bodoh, justru dialah yang menolong kesulitanmu. Jadi janganlah menghina seseorang yang lebih rendah dari kamu, karena setiap orang mempunyai kelebihannya.

–Khuriyatul Ainiyah

(++)

Ketika seorang istri dengan suaminya, anak dengan ibunya, bapak dengan anaknya, sahabat, adik dengan kakaknya dan hubungan lainnya, yang satu masuk ke neraka sementara yang lainnya masuk ke surga. Itulah perpisahan yang sesungguhnya. Perpisahan yang benar-benar perpisahan.

–Carolina Destika

(++)

Dalam kehidupan itu kita hanya mengalami dua peristiwa, satu peristiwa menyenangkan dan lainnya peristiwa menyedihkan. Keduanya hanya membutuhkan reaksi yang sama yakni bersyukur.

–Sri Rohmatiah

(++)

Jangan takut melangkah, apa yang menghalangimu mencoba sesuatu. Selama itu jalan kebaikan, janganlah ragu. Lebih baik pernah salah karena mencoba melangkah, dari pada tak pernah melangkah karena takut salah. Terjatuh akan menguatkan kaki. Dibully akan menguatkan hati. Melangkahlah dengan niat baik, maka Allah akan memberi petunjuk.

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي سَيَهْدِينِ

“Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Qs. Ash-Shaffat: 99.

— Ida Nur Laila

(++)

Sudah sangat banyak amal engkau lakukan di bulan Ramadan ini. Pintu-pintu kebaikan, penuh sesak oleh mereka yang berharap keberkahan Ramadan. Namun, apakah engkau melakukan semua amal itu dengan penuh cinta?

نظرت الى الابواب فوجدتها كلها مزدحمة فنظرت الى باب الحب فلم اجد عليه الا الواحد بعد الواحد فدخلت منه

“Aku melihat ke pintu-pintu, lalu aku dapati semuanya padat. Kemudian aku melihat ke pintu cinta dan aku dapati tidak banyak orang di sana, maka aku masuk darinya” –Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.

–Cahyadi Takariawan

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.