Kembali
Kutipan Inspirasi

20 ++Pesan Kebaikan Hari Keempat Belas Ramadan

Oleh : Kantin Emak Produktif

(1)

Kalau bisa mempermudah urusan orang lain, kenapa harus dipersulit? Mudahkanlah urusan orang lain insyaAllah Allah SWT juga akan mempermudah urusanmu.

–Meivany Azarini

(2)

Ilmu yang Allah karuniakankan kepada manusia itu sangatlah luas. Pelajari langsung dari kitab, jangan lewat google saja. Begitu pun jika mau belajar dari Al-Qur’an, ya bukalah Al-Qur’an. Datangi juga orang-orang yang paham ilmu agama, belajarlah banyak-banyak dari beliau. Tetapi, ingat! Jangan sampai fanatik dan mengkultuskan beliau, yang akhirnya membuatmu jadi merendahkan guru-gurunya orang lain.

–Dewi Indrayati

(3)

Apa saja kebaikan yang kita lakukan, maka akan membahagiakan. Berbagi “sedikit” makanan pada bulan Ramadan, gembirakan orang- orang yang saum, akan meningkatkan kepekaan sosial. Rasulullah sangat perhatian terhadap kepekaan sosial. Hakikat rezeki bukan hanya yang kita makan, tetapi juga yang kita titipkan di jalan Allah melalui kegiatan “berbagi”. Mari berbagi, walau hanya memberi kurma sebiji.

–Yulia K Rohima

(4)

Ketika kita membalas kezaliman orang lain, dengan batin yang marah, maka sejatinya kita sedang menghancurkan energi kita untuk mewujudkan impian. Maka memaafkan adalah sikap yang paling terpuji di hadapan Allah. Perintah untuk memaafkan kesalahan orang lain disebutkan dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah surah al-A’raf ayat 199, “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.”

–Hellen Patraliza

(5)

Jangan anggap remeh setetes air. Sebab  jika setetes air senantiasa menetes maka sebongkah batu yang keras pun mampu dilubanginya. Begitupun amalan sekalipun kecil tapi jika dilakukan secara terus menerus akan memberikan manfaat yang besar. Rasulullah saw bersabda, “Tetaplah dalam kebenaran dan bersikaplah yang lurus. Ketahuilah bahwasanya amalan seseorang tidak dapat memasukkannya ke dalam surga. Dan bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah yakni yang di kerjakan secara terus menerus walaupun sedikit” (HR. Bukhari dan Muslim).

–Ifah Latifah

 (6)

Apa hubungannya orang ikhlas dan amnesia? Tentu saja ada. Orang yang ikhlas melakukan suatu kebaikan, biasanya dia lupa kalau telah melakukannya.

–Eli Halimah

(7)

Ketahuilah bahwa hadiah terbaik dari seorang sahabat adalah nasihat. Sedekah termudah adalah senyuman indah. Mata uang yang berlaku di manapun adalah kejujuran. Warisan yang penuh berkah adalah ilmu yang bermanfaat dan sebaik-baik bekal adalah takwa.

–Atifah Saleha

(8)

Ketahuilah bahwa hadiah terbaik dari seorang sahabat adalah nasihat. Sedekah termudah adalah senyuman indah. Mata uang yang berlaku di mana pun adalah kejujuran. Warisan yang penuh berkah adalah ilmu yang bermanfaat dan sebaik-baik bekal adalah takwa. Tugas berat selanjutnya setelah melakukan kebaikan dan kebermanfaatan adalah merahasiakannya.

–Nunun Nurlaila

 (9)

Bulan Ramadan disebut juga Sahrul Qur’an. Kesempatan bagi kita untuk mendulang pahala dengan mengisi waktu dengan senantiasa melantunkan ayat-ayat suci sebanyak mungkin. Namun jika itu masih juga terasa berat bagi lisan kita, Nabi saw. mengajarkan kita untuk zikir yang pahalanya besar di sisi Allah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam haditsnya, “Dua kalimat yang ringan di lisan. Namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)

–Leni Cahya

(10)

Kesedihan adalah sumber kekuatan hidup. Kegagalan adalah pendorong kesuksesan hidup. Kesombongan adalah kecelakaan hidup. Kelola semua rasa agar jadi penghantar sinar cinta kepada sang Maha Kuasa.

Pernikahan penuh makna, mewujud kata menjadi rasa, mengubah prilaku lebih tertata. Pernikahan yang Allah berikan adalah perwujudan ketaatan kepada yang memberi kehidupan. Ramadan menjadi motivasi, membenahi pernikahan yang rapuh menjadi tangguh, mengurai masalah menjadi berkah.

–Syasha Lusiana

(11)

Orang yang beriman akan meraih ketenangan dan ketentraman hati dan jiwanya dengan salat, membaca Al-Qur’an dan dzikir-dzikir lainnya. Allah Swt., berfirman, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingalah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram (QS.Ar Ra’du: 28). Mari di bulan Ramadan kita banyak bertaubat dan mohon ampun kepada Allah, memperbanyak istighfar, membaca shalawat dan membaca Al-Qur’an.

–Nur Pujiasih

(12)

“Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu.” (HR. Ath Thabrani). Jagalah selalu energi Ramadan dengan tetap semangat beramal, sungguh 10 hari terakhir disanalah Lailatul Qadar menanti.

–Ayu Mulyati

(13)

Orang yang baik adalah orang yang pernah salah, namun dia memperbaikinya. Orang baik adalah orang yang menjalankan kebaikan walaupun pernah melakukan kesalahan. Orang yang tidak baik adalah orang yang tidak pernah memandang orang lain baik.

–Khiriyatul Ainiyah

(14)

Kematian adalah sebuah rahasia. Tak ada satu pun yang mengetahui kedatangan ajalnya. Tak bisa dipercepat ataupun diperlambat. “Seandainya manusia tahu kapan ajalnya tiba, niscaya tak akan dilewatkan sedetik pun tanpa berbuat kebaikan”.

–Dwi Handayanti

(15)

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tak disangka-sangka” (H.R. Abu Dawud). Tidak ada yang tidak ada jalan keluar dari segala persoalan bila kita bersandar pada Allah Swt..

–Yessi Eria

(16)

Sungguh, tiada suatu peristiwa yang kebetulan di muka bumi ini. Semua telah Allah tentukan atas kehendak-Nya, untuk menjadi pengantar hikmah bagi siapa pun yang mampu menemukan dan memahami maknanya. Yang terbaik, tak selalu tampak indah dan terlihat menyenangkan. Seringkali, ia terbungkus dengan rasa tak nyaman. Adakalanya memalukan, kadang menyakitkan. Kerap juga berupa kesedihan, kekecewaan, bahkan penuh gelora kebencian.

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, sedang ia amat baik bagimu. Boleh jadi pula, kamu menyukai sesuatu, sedang ia tidak baik bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 21)

–Junayda

(17)

Seringkali manusia sulit untuk mengendalikan emosinya, tahu kah Anda apa yang terjadi ketika emosi tak terkendali? Emosi akan melelahkan hati, menyakitkan diri sendiri. Ketika marah, kemarahan akan meluap dan sulit diredam, pada akhirnya seluruh tubuh bergetar, mulut memaki siapa saja. Namun, tidak demikian halnya dengan orang-orang yang khusyuk dalam salatnya. Mereka menjadikan salat sebagai benteng dalam dirinya, mampu berdiri seimbang antara gelombang kesedihan yang keras dan luapan  emosi kegembiraan.

Barang siapa yang mampu menguasai perasaannya dalam setiap peristiwa baik yang memilukan dan juga menggembirakan maka sejatinya ia memiliki kekukuhan iman dan keteguhan keyakinan karena keberhasilan mengalahkan nafsu.

–Warlinah

(18)

Sesuatu yang terjadi adalah ketetapan Allah Swt.. Janganlah berprasangka jelek terhadap sesuatu yang  terjadi. Manusia hanya diberi sedikit pengetahuan  sedang Allah Swt.  Maha Tahu segalanya baik yang nyata maupun tersembunyi. Jadi berprasangka baiklah terhadap sesuatu yang terjadi maka kamu akan mendapatkan ketenangan dan tetap bersyukur.

–Wydiesti

(19)

Seperti pohon yang lebat buahnya, ketika dilempari batu tidak membalas, malah menjatuhkan buahnya. Seakan-akan mau bilang, “Ambillah buahku.” Begitulah terkadang rasa sakit atau keburukan yang kita terima dari orang lain, tidak perlu untuk dibalas dengan hal serupa. Justru ulurkan tangan untuk menyapa dan memberi kebaikan yang kita punya.

Mencoba memberikan manfaat, sekedar membuka hati, melapangkan dada, untuk kemanfaatan lebih besar. Seperti pohon kelapa, yang bermanfaat seluruh bagiannya. Akar, batang, daun, dan buahnya sangat berguna bagi kehidupan. Rasulullah saw. dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Jabir,  “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).”

–Puspa Mufazan

(20)

Tujuh belas Ramadan adalah pertempuran besar Badar. Kemenangan disambut dengan suka cita dan nikmat syukur tiada tara. Pasukan yang berjumlah 313 dan 2 kuda mampu mengalahkan tentara lawan yang jauh lebih banyak hingga 1.300 dan 70 unta. Di manakah letak keseimbangannya, kalau bukan Allah Swt. yang membelanya?

Kemenangan diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang selalu sabar dan tawakal. Menegakan amar ma’ruf nahi mungkar.  Bulan Ramadan adalah momen yang sangat baik dan tepat untuk mengenang kembali peristiwa kemenangan tersebut.

–Dede Nurjanah

(++)

Kita seringkali membicarakan tentang Allah, tapi apakah kita tahu bagaimana berbicara dengan-Nya? Kita berbicara dengan Allah dengan cara salat khusyuk, thuma’ninah, menyelami bacaan salat seakan-akan sedang berhadapan dengan Allah.

–Sri Rohmatiah

(++)

Belajar adalah hadiah terindah untuk diri dalam menjemput kebijaksanaan. Bersabarlah dengan prosesnya. Jika tidak bersabar dalam belajar, bagaimana Anda akan bersabar menjalani kehidupan?

Sejalan dengan nasehat indah dari Imam Syafi’i dalam kitab Diwan Al-Imam Asy-Syafi’i, “Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru. Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya. Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar, ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya. Barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya, aka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya. Demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa. Bila keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya.”

–Ida Nur Laila

(++)

Tugas Anda adalah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada potensi kebaikan untuk tumbuh. Maka jadilah penumbuh, dan jangan menjadi pembunuh. Tiga pembunuh potensi kebaikan adalah mencela, mengkritik dan membanding-bandingkan. Hindari ketiganya, agar Anda menjadi penumbuh.

–Cahyadi Takariawan

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.