Kembali
Kutipan Inspirasi

20 ++ Pesan Kebaikan Hari Keenam Ramadan

.

Oleh : Kantin Emak Produktif

.

(1)

Sesungguhnya ada banyak sekali nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada manusia. Seberapa besarkah rasa syukur yang telah dipanjatkan kepada-Nya? Atau justru masih banyak yang mengeluh ini itu? Allah Ta’ala berfirman:

…, وَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.”

–Dewi Indrayati

(2)

Jagalah hati dari prasangka buruk. Jagalah hati dari sifat egois. Jagalah hati dari sifat riya. Hati itu ibarat besi jika tidak di jaga akan kotor dan berkarat. Maka jika terlanjur kotor dan berkarat, bersihkanlah dengan cara banyak-banyak mengucapkan istighfar.

–Ifah Latifah

(3)

Bulan Ramadhan ibarat kebun tempat bercocok tanam. Shaum dan zakat menjadi bibit unggulnya, sementara sholat, shodaqoh dan kebaikan lain menjadi pupuknya. Sebulan penuh dirawat agar  tumbuh dengan subur.  Tak kan dibiarkan hama menyerang.  Walau terkadang hama menggoda, ditepis berkali-kali agar tak sempat mengacaukan.

Merawat dan menjaganya adalah sebuah keniscayaan. Alangkah indahnya, bila masa panen tiba, menikmati hasil dengan sukacita. Jadikan Ramadhan kali ini lebih berkualitas.  Keberhasilan menuntaskannya saat ini secara lebih optimal adalah bekal kehidupan selanjutnya.

–Syasha Lusiana

(4)

Jangan tunda waktumu untuk berbuat. Bersegeralah memulai kebaikan, meski hanya satu aksi kecil. Sebab tiada suatu hal besar, melainkan diawali dengan langkah kecil terlebih dahulu. Bahkan, sekalipun engkau hanya bergerak mundur. Karena terkadang, mundur pun diperlukan, untuk memperoleh lompatan yang lebih tinggi.

–Junayda

(5)

Ada beberapa amalan yang sering terlupakan pada saat kita berpuasa. Yang pertama, menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Yang kedua, memperbanyak dzikir dan doa. Ketiga, Qiyamur romadhon. Keempat, memperkuat amalan di 10 hari terakhir dan yang kelima menantikan malam lailatul qodr dengan memperbanyak amalan.

–Meivany Azarini

(6)

Sampaikanlah ilmu yang kita miliki, walau hanya satu ayat. Ilmu yang kita punya akan lebih kuat melekat dalam hati jika di sampaikan kembali. Bukan orang lain yang butuh nasihat tapi kita sendirilah yang membutuhkan ilmu tersebut agar tidak mudah  berkarat dan jangan lupa perbanyak salawat di hari Jumat.

-Dede Nurjanah

(7)

Tangisan seseorang menyimpan beribu makna, diantara tangisan itu ada tangisan yang mengantarkan seseorang menuju surga. Jangan buang airmatamu sia-sia. Jadikan pemadam api neraka dengan sejuknya tangisan taubat karena cinta dan takut kepada Allah.

–Yuli Pinasti

(8)

Menggerutu adalah merugi. Banyak dari kita yang mengelola rasa kecewa, ahirnya menjadi bad mood, benci, tidak bahagia, bahkan rasa benci. Contohnya:

  • Menanti teman tak datang-datang
  • Membeli baju lewat online tidak sesuai dengan bayangan
  • Diberi hadiah, tapi tidak sesuai selera
  • Duduk bersebelahan dengan penumpang yang sedang ngorok dan lain sebagainya.

Padahal merugi loh membiarkan sikap menggerutu, karena justru kita yang tidak nyaman. Selama kita berhusnudhan, dan menerima dengan lapang bahwa mereka yang menurut kita mengecewakan, adalah tak ada unsur kesengajaan. Bagaimana jika memang Allah menakdirkan kita menerima  keadaan seperti itu?

–Ruri Ainiyah

(9)

Sungguh merugi orang yang bangkrut pada hari kiamat. Dia datang membawa pahala dari seluruh amal ibadahnya, namun seluruhnya habis dibagi-bagikan kepada orang lain. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, dia harus memikul dosa orang-orang yang dianiayanya.

“Muflis (orang yang bangkrut) dari umatku ialah orang yang datang pada hari Kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, namun ketika di dunia dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain tanpa hak”.

Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya, dosa-dosa mereka akan ditimpakan.

–Leni Cahya

(10)

Sekecil apa pun Allah penuh perhitungan. Jadilah orang yang berhati-hati dalam bertindak karena semua yang kita lakukan akan mendapat penghargaan yang setimpal baik di dunia maupun akhirat nanti.

–Wydiesti

(11)

Syukurku tak henti. Karena aku memiliki sahabat sejati. Tak hanya kala aku bahagia kau ada. Namun, saat aku terjatuh, kau didekatku. Kau tak menjauh.

–Hellen Patraliza

(12)

Salah satu nikmat yang sering kita lupakan yaitu nikmat sehat dan waktu luang. Kalau kita berniat melakukan kebaikan jangan di tunda lagi, lakukanlah. Kita tidak tahu dengan waktu yang akan datang

–Nur Pujiasih

(13)

Ketika kita sudah beristigfar dan memohon ampunan Allah, tetapi kita masih mengulangi dosa yang sama lagi dan lagi, berarti tobat kita masih berada pada level paling rendah. Tobat kita hanya sekadar ucapan “Astagfirullah” tanpa disertai emosi batin yang kuat dan gelombang penyesalan yang bergelora dalam hati.

Maka, benarlah dan renungkanlah perkataan Rabi’ah al-‘Adawiyah, “Istigfarku masih membutuhkan istigfar yang lebih banyak lagi.” Meskipun demikian, ini tetap lebih baik dari pada tidak sama sekali.

–Eli Halimah

(14)

Bersama kesulitan memang selalu ada kemudahan. Jika kau tidak menemukannya, barangkali mata yang kurang awas mencari atau keliru mengarahkannya. Bila keburukan yang kau tuju, kemudahan tak akan pernah kau temui. Arahkan mata, hati, dan pikiran hanya pada yang baik, positif, dan meningkatkan kualitas diri. Dengan begitu, kau akan menyadari betapa Alloh amat menyayangimu. Nikmat Alloh yang manalagi yang kau dustakan?

–Sri Wahyuningsih

(15)

“Play is the highest form of research” (Albert Einstein). Adakah yang mengenal istilah Ngabuburit? Sebagian masyarakat Jawa Barat akrab dengan ngabuburit sebagai rangkaian aktifitas menunggu waktu berbuka puasa tiba. Terutama bagi anak-anak, ngabuburit ini sangat bermanfaat dan berkesan hingga ia dewasa.

Permainan tradisional dan kelompok menjadi pilihan. Sebut saja; ucing-ucingan, huhuwian, ngadu karet, langlayangan, maen catur, congklak, beklen, ular tangga, ludo, monopoli, gagarudaan, dan masih banyak lagi. Masa telah berganti. Kini usia mendekat setengah abad. Kenangan Ramadhan di masa kecil masih melekat. Tak terasa air mata menetes. Kangen ngabuburit: menunggu waktu burit/ magrib.

–Yulia K Rohimah

(16)

Hidup adalah perjuangan, kita tinggal memilih menjadi pejuang atau pecundang

–Wince Jaminan

(17)

“Dunia ibarat bayangan. Bila ada di depan kita tak pernah bisa mengejarnya, bila ada di belakang kita maka dia akan mengikuti”. Ya Allah, berikan kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat dan selamatkan dari siksa api neraka. Doa yang selalu terpanjat kepada-Nya. Dalam menjalani kehidupan, ketika kita menempatkan akhirat sebagai tujuan maka keuntungan-keuntungan dunia pun bisa teraih.

–Dwi Handayanti

(18)

Kehidupan ini hakikatnya adalah perjalanan menuju Allah. Jadikan Alqur’an sebagai penunjuk arah, sunnah Nabi sebagai penyemangat, dan amal shalih sebagai perbekalannya. Jika lelah, beristirahatlah, tetapi jangan lemah apalagi berbalik arah.

–Atifah Saleha

(19)

Setiap orang memiliki rasa takut. Ketakutan itu manusiawi. Ketakutan merupakan rasa tidak nyaman yang timbul karena ada sesuatu yang mengancam di masa depan. Objek rasa takut adalah imajinasi tentang sesuatu yang menguasai pikiran, serta  pengetahuan seseorang yang tidak lengkap akan memunculkan penafsiran yang salah.

Bersyukurlah Allah masing memberikan rasa takut, rasa yang menjadi pengendali diri untuk tidak melakukan semua kegiatan yang merugikan. Segala sesuatu itu hakekatnya netral atau kosong, baik tidaknya diri tergantung pikiran yang mengolah, Bahagia kuncinya di pikiran, tanggapi segalanya secara sehat.

Hadapi ketakutanmu, di sana kan engkau temui sebuah harapan. Takut hanyalah kepada Allah, dengan takut kepada Allah dapat menambah ketauhidan seorang hamba.

–Warlinah

(20)

Cinta membuat seseorang merasa memiliki dan menguasai apa yang dicintainya. Padahal bukan demikian hakikat cinta. Cinta itu rasa kasih dan sayang, peduli, dan cemburu.  Boleh dikatakan cemburu tanda cinta.

Seseorang terhadap kekasihnya akan cemburu ketika menduakan cinta. Orang beriman cemburu jika orang yang dikasihi jauh dari ketaatan. Allah SWT cemburu ketika seorang hamba dalam berbuat maksiat dan menjauhi-Nya.

Abu Hurairah r.a meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

— Puspa Mafazan    

(++)

Jika kamu kesepian di tengah kawan-kawan, bisa mereka belum menjadi sahabatmu.  Kawan akan membuatmu tidak sendirian. Sahabat akan membuatmu tidak kesepian.

–Ida Nur Laila

 (++)

Sedekah itu tidak sama dengan matematika, fisika yang memakai rumus pasti, dikurangi, ditambah, dibagi, sama dengan. Sedekah itu akan berlimpah ruah dan akan kembali kepada kita

–Sri Rohmatiah

(++)

Berbuat baiklah karena Allah dan untuk Allah. Bukan karena manusia dan untuk manusia. Allah tidak pernah mengecewakanmu. Karena Ia tak pernah mengingkari janjiNya. Manusia, terlalu sering mengecewakan dan menyakitimu. Maka jangan pernah berharap kepada manusia. Berharaplah hanya kepada Allah saja. Pasti kamu tak akan kecewa.

–Cahyadi Takariawan

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.