Kembali
Kutipan Inspirasi

20 ++ Pesan Kebaikan Hari Kesepuluh Ramadan

Oleh : Kantin Emak Produktif

(1)

Percayalah pada kekuatan doa karena doa merupakan senjata umat muslim. Ketika kita berdoa, sejatinya sedang berkomunikasi dengan Pencipta, mengakui bahwa Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Kita pun akhirnya hanya meminta dan memohon kepada Allah Swt. Jangan pernah berhenti dan letih untuk berdoa.

–Meivany Azarini

(2)

Asyik tidaknya kehidupan itu, tergantung pada caramu merespon apa yang Allah hidangkan di hadapanmu. Seberapa besar rasa percayamu kepada Allah Ta’ala, bahwa semua takdir-Nya itu pasti baik. Jadi, jalani saja hari-harimu dengan penuh semangat. Tebar manfaat dan kebahagiaan pada sekitar, yah. Keep fighting.

–Dewi Indrayati

(3)

Tujuan puasa adalah meraih takwa. Sejauh mana puasa kita telah mendekati jalan takwa itu atau malah tidak nyambung. Destinasi mesti ditempuh dengan rute yang paling efisien, bukan “muter- muter” hingga membuang waktu dan makin menjauh dari tujuan.

–Yulia K Rohima

(4)

Dalam hidup ini, kita tidak sedang berlomba dengan siapa pun. Tiada kata terlambat untuk memulai suatu kebaikan. Kapan pun kita siap, sesungguhnya, itulah waktu yang paling tepat. Tidak ada yang lebih cepat, ataupun lebih lambat dalam hal apa pun di dunia ini. Tiada pula yang lebih dulu atau terkemudian. Sebab setiap manusia, telah ditakdirkan untuk menjalani kurunnya masing-masing.

–Junayda

(5)

Fitrah manusia memang salah dan lupa, tetapi jangan dijadikan tameng untuk melegalkan kita berbuat kesalahan. Belajar, berkumpul dengan orang saleh, dan muhasabah diri adalah sebagian cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir melakukan kesalahan.

–Eli Halimah

(6)

Terkadang kita tidak menyadari bahwa kepulangan yang paling indah adalah kembali pada-Nya. You only get one life. Tugas terpenting yang harus dilakukan sebelum hal lainnya adalah memastikan arah yang kita tuju, lalu menjalaninya dengan penuh kesadaran. Bukankah pulang seharusnya membahagiakan?

–Hellen Patraliza

(7)

Sebetulnya semua orang punya kesibukan karena sudah melekat pada seseorang  tanpa memandang pangkat dan kedudukan. Namun dari kesibukan itu hendaklah memberikan target utama yang bisa memberikan nilai plus dan kemanfaatan. Atur kesibukanmu, nikmati lelahmu, temukan  potensimu, niscaya akan mendapat jatah kebahagiaan

–Khuriyatul Ainiyah

(8)

Sering kita tidak memahami ada hikmah di balik setiap musibah, Allah pasti mempunyai rencana terbaik.  Yang perlu diyakinkan adalah senantiasa berbaik sangka pada Allah dan bagaimana musibah itu bisa membuat kita semakin dekat dengan-Nya.

–Yuli Pinasti

(9)

Jangan tertipu dengan banyaknya amal saleh yang kita lakukan karena sesungguhnya amal itu dilihat pada penutupnya. “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya” (HR. Bukhari, no. 6607).

Seseorang yang terlihat selalu bermaksiat kepada Allah, sangat mungkin akhir hidupnya husnul khatimah. Hati manusia berada di antara jari jemari Allah. Dia membolak-balikkan sesuai kehendak-Nya. “Sesungguhnya hati berada di tangan Allah ‘azza wa jalla, Allah yang membolak-balikkannya” (HR. Ahmad 3/257).

–Leni Cahya

(10)

Ada sebuah pepatah, “Tuliskan apa yang akan kamu kerjakan dan kerjakan apa yang sudah kamu tuliskan.” Sebuah amal perlu direncanakan dengan baik. Namun ketika hanya sebatas rencana maka itu hanyalah angan-angan belaka. Hujan, tak perlu disesali bila dia datang karena bersama hujan ada banyak keberkahan dari-Nya.

–Dwi Handayanti

(11)                   

Ketika kita membaca alam dengan akal maka kita temukan pengetahuan, tetapi pabila memakai akal dan hati maka kita temukan hikmah. Dengan hikmah kita akan lebih mengerti arti hidup ini.

–Wydiesti.       

(12)

Seseorang yang mencintai Allah, pasti dicintai manusia. Siapa yang memuliakan Allah, pasti dimuliakan manusia. Begitupun halnya, seseorang yang menghina Allah, pasti akan dihinakan manusia. Pertolongan itu sebanding dengan kuatnya ikatan hati seorang hamba dengan Allah.

–Atifah Saleha

(13)

Memasuki 10 hari yang pertama, mari kita mengevaluasi diri sudah seberapa kualitas amalan kita, masih tersisa 20 hari berikutnya yang harus kita manfaatkan dengan semaksimal mungkin. Manfaatkan  untuk berdoa di waktu-waktu yang utama , menjelang berbuka dan di waktu dzikir pagi dan petang jangan terlewatkan.

–Nur Pujiasih

(14)

Orang yang memiliki etika baik akan menyenangkan bagi orang lain. Sebaliknya sungguh menyebalkan orang yang beretika buruk. Sukses itu membutuhkan perjuangan, dan perjuangan membutuhkan pengorbanan.

Kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, Tetapi bagian dari sebuah pengorbanan. Teruslah berjuang ada Allah yang maha penyayang. Yang menuntun hambanya menuju sebuah titik impian. Seekor kupu-kupu tidak serta-merta terlahir dengan bentuk yang sempurna, melainkan melalui proses panjang metamorfosis dari seekor ulat lalu menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang indah.

–Ifah Latifah

(15)

Allah mengabulkan hanya apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Manakala sesuatu tidak tidak sesuai dengan yang kita inginkan, bukanlah karena Allah tak sayang. Namun Allah sangat tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqoroh : 216)

–Nunun_Nurlaila

(16)

Perjalanan hidup ini ibarat kita bepergian. Ketika sendirian berasa sepi, akan indah bila bersama sahabat. Persahabatan akan sampai Jannah jika dilandasi ukhuwwah dan satu akidah, akan semerbak bak mawar merekah. Menjadi langgeng dengan kesetiaan, saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Saling menguatkan tanpa berharap balasan. Saling mendo’akan berharap keridho’an.

–Puspa Mafazan

(17)

Ketika niat sudah kuat janganlah berbalik arah karena jalan kebenaran yang kita tempuh adalah yang di ridhoi-Nya, maka bertakwalah. Berlarilah menuju Allah, jika sulit maka berjalanlah, jika terasa berat maka merangkaklah. Sekecil apapun usaha kita, Allah Swt. tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha dari setiap hamba-Nya.

–Dede Nurjanah

(18)

Sepanjang hidup kita sering kali dihadang berbagai rintangan dalam perjalanan meraih tujuan dan cita-cita. Kendati demikian kita harus bertahan dan menjaga keyakinan terhadap diri sendiri. Segala rintangan dalam perjalanan hidup hanyalah tikungan, bukan jalan buntu.

Keberhasilan sejati bukan berati kesuksesan tanpa pernah mengalami kegagalan, keberhasilan sejati jika kita kembali bangkit di setiap kali gagal. Setiap kegagalan mengandung benih kesuksesan. Orang yang tidak pernah gagal tidak pernah sukses, berpikirlah besar maka hasilnya juga akan besar. Berpikir besar berarti menyadari keindahan dan kekuatan batin. Kekuatan batin harus terus diasah untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang kebesaran dan keagungan Ilahi.

–Warlinah

(19)

Maksimalkan setiap peran dalam hidup karena setiap peran membuat diri berarti. Gerbang bertambahnya amal menanti. Boleh jadi amal terbaik ada dalam salah satu peran yang diamanahkan. Pantaskan diri dalam setiap peran. Nikmati sebagai bagian dari proses kehidupan. Buat diri berarti agar selalu mensyukuri.

–Syasha Lusiana

(20)

Allah memberikan kita begitu banyak nikmat berupa kehidupan, keimanan, keamanan, dan kebahagiaan. Namun, seringkali manusia lupa untuk mensyukuri semua karunia-Nya. Ketika Allah menimpakan kesulitan, kehilangan, kesedihan, dan rasa sakit, tidak ada lagi yang tersisa dal benak kita kecuali Allah.

Padahal, Allah meminta kita untuk tunduk, patuh, dan taat, bukan hanya di kala mendapatkan musibah. Akan tetapi, Allah juga meminta semua ketundukan kita pada saat kita dalam kebahagiaan dan kemenangan. Maka, arahkanlah kompas hati kita kepada Allah, kemudian berjalan menuju kepada-Nya meskipun harus merangkak, niscaya anda akan sampai pada Rabbul ‘Izzati.

–Tatiek Rahayu Anwar

(++)

Sering kali kita berpikir pajang jika akan berbuat baik. Akhirnya kesempatan itu terlewatkan. Jadi tak perlu menunda atau mengabaikan berbuat baik kepada sesama terutama orang tua karena waktu tidak akan sama lagi.

–Sri Rohmatiah

(++)

Hati yang baik, yang selalu bersih dan ikhlash akan membuat seorang bahagia beretika baik. Jika melihat orang lain beretika buruk, hati yang baik tetap tak tercemar. Sungguh menyenangkan memiliki hati baik. Etika yang baik akan menyenangkan orang lain. Hati yang baik akan menyenangkan diri sendiri.

-Ida Nur Laila

(++)

Manusia cenderung berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Setelah mendapatkan, ia akan merasa memiliki. Sayangnya ia tidak belajar untuk melepaskan. Dari sini rasa sakit dan kesedihan dimulai. Saat manusia kehilangan dan harus melepas sesuatu  yang telah dimiliki. Rasa kecewa dan marah, karena kehilangan. Padahal hakikatnya manusia hanya dititipi oleh Yang Maha Memiliki. Maka belajar melepaskan adalah salah satu rahasia ketenteraman dalam hidup.

Nabi saw bersabda, “Jibril mendatangiku lalu berkata: Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya”

–Cahyadi Takariawan

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.