Oleh : Dwi Isnaini
“Luangkan waktu untuk menulis, jangan menungu waktu luang”
Kita mungkin sering mendengar kutipan di atas. Kutipan ini memberi motivasi agar kita meluangkan waktu untuk menulis di tengah-tengah kesibukan. Jika menunggu waktu luang untuk menulis, tidak akan bisa, karena kesibukan akan terus datang, sehingga tidak pernah ada waktu luang untuk menulis.
Seperti yang saya alami sekarang ini, sebagai pengusaha dan ibu rumah tangga hampir tidak ada waktu luang. Namun, karena semangat untuk berbagi ilmu melalui tulisan di grup whatsApp pengajian, saya berusaha meluangkan waktu untuk menulis.
Kapan saya mulai mencintai dunia kepenulisan?
Saya memulai menulis sejak tahun 2020, tatkala pandemi dan virus Covid-19 merajalela dunia. Pandemi merupakan kesempatan emas bagi saya untuk belajar menulis.
Pada waktu itu, banyak pengajian yang seharusnya dilakukan di masjid-masjid mendadak berpindah ke whatsApp grup. Saya dengan percaya diri meminta ijin kepada seorang ustaz untuk ikut berpartisipasi membagikan tulisan pribadi di grup whatsApp. Sejak saat itu mulai rutin menulis setiap hari.
Saya tipe orang yang hanya bisa menulis dalam suasana yang tenang, karena ide cenderung bisa mengalir. Waktu yang tepat untuk menulis ialah pada dini hari setelah qiyamul lail. Saat itu pikiran masih fresh.
Seperti apa yang dikatakan motivator dan guru kita, Pak Cahyadi Takariawan, untuk disiplin menulis setiap hari, harus memaksakan diri. Pada awalnya, saya perlu usaha lebih keras untuk bisa menulis setiap hari, tetapi setelah menjadi habit semua terasa mudah. Menulis semudah bernafas, itulah kalimat yang digaungkan Pak Cahyadi.
Ada beberapa cara agar kita bisa meluangkan waktu untuk menulis, di antaranya :
- Kesatu, miliki motivasi dan semangat yang kuat
Setiap orang memiliki motivasi berbeda dalam menulis. Apapun motivasinya, hal ini yang bisa membuat kita terus bersemangat untuk menulis.
Saya menulis dengan motivasi ingin menebar kemanfaatan bagi semua. Jangan sampai terkena penyakit LSC (Like, Share, Coment). Penyakit itu sangat berbahaya terutama jika kita belum mempunyai motivasi menulis yang kuat. Bisa-bisa karena tidak ada yang like tulisan yang telah kita bagikan, semangat menulis pun jadi kendor.
- Kedua, tentukan waktu khusus untuk menulis
Setiap orang pasti memiliki waktu khusus untuk menulis. Jika sudah menemukan waktu favorit untuk menulis, kita harus melakukannya dengan konsisten.
Namun, ada juga orang yang bisa menulis kapan pun tanpa terbatas waktu. Walaupun demikian, kita tetap harus menentukan waktu khusus, karena sebagai manusia kadang ada rasa malas yang mengatas namakan kesibukkan.
- Ketiga, jangan menunggu datangnya ide
Ide kadang datang tidak terduga, bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Kalau lagi ada banyak ide yang bermunculan sih enak, menulis bisa lancar.
Namun, kalau tidak ada ide, apakah harus berhenti menulis? Tidak begitu juga, karena ide bisa dicari misalnya dari keseharian kita, dari ngobrol dengan teman, dari membaca konten dan masih banyak lagi.
Bagi saya yang penting membiasakan diri untuk menulis setiap hari tak peduli temanya ngalor-ngidul tidak karuan.
- Keempat, tentukan target saat menulis
Target menulis adalah hal yang penting agar kita tidak santai dan ada tujuan yang harus segera dituju. Menentukan target juga merupakan suatu upaya untuk mendisiplinkan diri sendiri.
Misalnya saya mulai menulis pukul 03.00 sampai pukul 04.00 untuk satu artikel dengan minimal 600 kata. Jika melebihi target, bisa untuk tabungan kata.
- Kelima, menulis dengan hati
Kata pepatah “Apa yang keluar dari hati akan sampai ke hati”. Menulislah dengan hati dan lakukan secara maksimal. Lakukanlah yang terbaik yang bisa kita lakukan. Dengan melakukan yang terbaik kita akan bisa menulis dengan maksimal.
Mari sama-sama mendisplinkan diri untuk menulis dan menjadikannya sebuah habbit. Dengan menjadikan menulis sebagai habit maka kita akan mempunyai kesempatan berlatih menulis setiap hari. Jangan menunggu waktu luang, tapi luangkan waktu untuk menulis.

Penulis bernama Dwi Isnaini telah menerbitkan dua buku solo berjudul “Karakter Ayah Pebisnis untuk Sang Anak Gadis” dan “Ramadhan Mubarak Agar yang Dinanti Semakin Berarti”
Tinggal di Temanggung, selain berprofesi penulis, dia juga pengusaha, Ibu rumah tangga
Medsos : IG : dwiisnaini356
Fb : MoroSeneng Temanggung Pusat Jateng
Kanal YouTube : https://bit.ly/dwiisnaini
Blog : https://menapakjalanislam.blogspot.com
Email : morosenengtmg@gmail.com