Kembali
Uncategorized

8 Kekuatan Lapar dari Orang yang Berpuasa (Bagian 1)

@ummurochimah

Demi dzat yang diriku berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum menurut (pandangan) Allah dari pada bau minyak kesturi. Dia tidak makan, minum dan tidak berhubungan dengan istrinya (karena mematuhi perintah-Ku).

(Hadits Qudsi)

Islam tidak mensyariatkan sesuatu tanpa suatu alasan. Semua syariat Islam, baik berupa perintah maupun larangan pasti mengandung hikmah dan kebaikan. Sebagaimana Allah katakan dalam Quran surat Ali Imran ayat 191;

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”

Allah Ta’ala tidak berhajat apa pun dari semua syariatnya. Justru manusia yang amat butuh kepada-Nya. Allah Ta’ala tidak akan menjadi lebih tinggi karena ketaatan hamba atas perintah-Nya, pun tidak pula menjadi hina karena kemaksiatan hamba-Nya.

Salah satu syariat Allah Ta’ala yang saat ini sedang dijalankan umat Islam adalah puasa Ramadan. Dalam ibadah puasa terdapat sejumlah hikmah dan kebaikan yang dapat memberikan kekuatan bagi siapa yang menjalankannya, di antaranya adalah :

Pertama; Kebersihan Hati dan Kekuatan Jiwa

Orang yang menjalankan puasa karena mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah, maka ia sedang melatih dirinya untuk menyempurnakan ibadahnya semata karena Allah. Selama bulan ramadan, aktivitas yang semula halal dilakukan di siang hari menjadi hal yang haram saat bulan ramadan, seperti makan, minum, berhubungan suami istri. Jikalau orang yang berpuasa itu mau, bisa saja dia lakukan semua itu, belum tentu ada orang yang tahu. Tapi, karena kebersihan hati dan kekuatan jiwanya ia lebih memilih untuk menahan diri.

Kedua; Kelembutan Nurani

Seorang yang sedang berpuasa, perutnya kosong. Kekosongan perut ini bisa menurunkan suhu emosional dalam otaknya dan meningkatkan sikap lemah lembut yang menghantarkan pada rasa kasih sayang 

Ibnul Qayyim Al Jauziyah mengatakan; ‘Puasa dapat mengingatkan orang-orang kaya akan penderitaan dan kelaparan yang dialami oleh orang-orang miskin.’

Di bulan ramadan tahun ini, kita juga mendapatkan pembelajaran untuk melatih rasa empati kita terhadap penderitaan saudara-saudara di Palestina.

Ketiga; Rendah Hati dan Hilangnya Kesombongan

“Puasa(Ramadan) adalah bulan sabar, dan tiga hari dalam setiap bulan (dapat) menghilangkan rasa dengki dalam dada” (H.R. Bazzar)

Puasa mendidik pelakunya untuk mampu mengendalikan hawa nafsunya, membiasakan sifat sabar. Menahan diri dari kata-kata yang tidak baik, ghibah dan fitnah karena takut puasanya tidak bernilai.

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits;

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلاَ يَرْفثْ وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائمٌ، مَرَّتَيْنِ

“Puasa adalah tameng. Maka janganlah dia berkata kotor (porno -pen) atau melakukan tindakan bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya untuk berkelahi atau menghinanya maka hendaklah dia mengatakan, ‘Saya sedang puasa’ sebanyak 2 kali” (H.R. Bukhari)

Wallahu’alam

(Bersambung)

Jakarta, 2 Ramadan 1445 H

Ditulis oleh Ummu Rochimah

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.