Kembali
Uncategorized

8 Kekuatan Lapar dari Orang yang Berpuasa (Bagian 3)

@ummurochimah

“Telah berbuka di tempatmu orang yang berpuasa, telah makan makananmu orang-orang yang baik, dan malaikat mendoakanmu” (HR. Dawud)

Dalam dua tulisan sebelumnya telah dibahas enam kekuatan lapar yang didapat oleh orang yang berpuasa. Tulisan pada bagian ini akan membahas dua kekuatan lagi sekaligus mengakhiri tulisan ini.

Ketujuh; Kekuatan Menahan Syahwat dan Kesenangan Dunia

Selama orang berpuasa, ia dituntut untuk bisa menahan sesuatu yang asalnya boleh seperti makan, minum, berhubungan suami istri, dan syahwat lainnya karena Allah semata, seperti dalam hadits qudsi;

يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

“Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku”. (H.R. Muslim)

Rasa kenyang dan kepuasan setelah berhubungan suami istri seringkali membuat manusia lalai dan lupa diri. Hingga pada tingkatan tertentu dapat membawa seseorang kepada kufur nikmat. Sedangkan laparnya orang yang berpuasa akan membuat hati sibuk memikirkan hal-hal yang baik dan mengingat Allah.

Para ulama bersepakat, bahwa naluri nafsu seksual adalah salah satu senjata setan yang paling berbahaya dalam membujuk rayu manusia. Sedang puasa dapat menurunkan tensi seksual. Karena itu, Rasulullah mengingatkan para pemuda yang belum mampu menikah agar berpuasa; “Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Sebab sesungguhnya ia dapat lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Namun barangsiapa yang tidak mampu, maka berpuasalah, karena sesungguhnya puasa itu sebagai wija’(-menurunkan dorongan syahwat kepada lawan jenis-) baginya.” (H.R. Bukhari)

Kedelapan; Kekuatan Empati dan Sedekah

Kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman berlaku bagi semua strata sosial manusia, tidak peduli miskin atau kaya. Mereka yang mampu dan berkecukupan akan merasakan apa yang diderita oleh orang-orang fakir dan miskin.

Al-Allamah Ibnul Hammam mengatakan, “Sesungguhnya ketika orang yang berpuasa merasakan perihnya rasa lapar dalam sebagian waktu, ia akan terbayang dan mengingat bagaimana kalau lapar terus menerus, sehingga timbul rasa kasih dan sayang kepada orang-orang miskin.”

Dalam bulan ramadan ini ada banyak pengingat aplikatif yang berlangsung selama sebulan, mengajak kepada rasa kasih sayang, tolong menolong, sikap lemah lembut dan dermawan kepada sesama

Rasulullah adalah pelopor kedermawanan, beliau selalu memberi kepada siapa pun yang membutuhkan. Bahkan, saat beliau sedang tidak memiliki uang sekali pun. 

Terlebih saat bulan ramadan ini, memberi jamuan berbuka bagi orang yang berpuasa saja sudah mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa, seperti dalam hadits;

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Orang yang berpuasa juga akan didoakan oleh malaikat. Seperti dalam riwayat lain, Rasulullah mengunjungi tempat Sa’ad bin Ubadah r.a. Kemudian beliau disuguhi roti dan mentega. Setelah memakannya, beliau bersabda:

“Telah berbuka di tempatmu orang yang berpuasa, telah makan makananmu orang-orang yang baik, dan malaikat mendoakanmu.” (HR Abu Dawud)

Demikian delapan kekuatan lapar dari orang yang berpuasa. Semua kekuatan ini bisa diperoleh jika benar dalam menjalankan puasanya. Namun tidak akan membuahkan hasil apa-apa ketika puasa dijalankan dengan cara tidak benar.

Karena itu Rasulullah mengatakan dalam salah satu haditsnya, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thabrani)

Kekuatan-kekuatan ini akan dapat mengantarkan manusia kepada derajat takwa sebagaimana tujuan utama diperintahkannya puasa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ    

 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al Baqarah : 183)

Semoga Allah mengantarkan kita menjadi manusia bertakwa karena tersebab oleh puasa. (-Selesai-)

Wallahu’alam

Jakarta, 4 Ramadan 1445 H

Ditulis oleh Ummu Rochimah

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.