Kembali
Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 1

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“If you can finish that same work in less than half the period it usually takes, you can spend the time saved doing more productive things like marketing your business” –Bamidele, 2021.

.

Sebagai penulis, nilai diri kita sangat ditentukan oleh seberapa banyak tulisan kita hasilkan. Ingat, sebagaimana sudah sering saya tulis, menjadi penulis itu sederhana, yaitu ketika kita menulis. Sebagaimana menjadi pelukis itu adalah ketika mereka melukis. Menjadi chef itu adalah ketika mereka memasak.

Bagaimana seseorang bisa menyatakan kepada orang lain bahwa dirinya pelukis, sementara tidak ada satupun lukisan yang dihasilkan? Bagaimana seseorang bisa menyebut diri sebagai chef sementara ia tidak pernah memasak? Begitulah, seseorang berhak menyatakan dirinya penulis, ketika ia terus menerus menghasilkan karya tulis.

Tentu saja bentuk karya tulis sangat beragam, sesuai minat dan kecenderungan masing-masing. Ruang publikasi juga bebas merdeka. Ada yang produktif menulis di koran, majalah, buku, blog, website, ataupun berbagai platform sosial media. Rutin menulis di facebook, atau instagram, atau twitter adalah bukti nyata seseorang menjadi penulis.

“I write an average of 4-5 posts daily, and on my best days I write a total of 7 articles. However, I have been able to increase the number of articles I write on the average day to around 10, and I’m writing even more on my best days without the quality of my articles suffering” –Bamidele, 2021.

Setelah rutin menulis setiap hari, persoalan berikutnya adalah seberapa produktif diri kita? Jika dalam waktu lima tahun terakhir tidak ada penambahan produktivitas, setiap hari hanya menulis satu postingan facebook, ini berarti tidak berkembang. Menulis sekedar untuk mempertahankan rutinitas, dan kejar tayang satu postingan facebook setiap hari.

Bamidele (2021) seorang penulis dan bloger menyatakan, jika Anda dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama dalam waktu kurang dari setengah waktu yang biasanya diperlukan, Anda akan dapat melakukan hal-hal lain yang lebih produktif pada setengah waktu yang tersisa. Misalnya, Anda punya waktu untuk memasarkan produk, atau menjalankan bisnis.

Bamidele mengaku menulis rata-rata 4 hingga 5 postingan setiap hari. Bahkan pada hari-hari terbaik, ia mampu menulis total 7 artikel. “Saya dapat meningkatkan jumlah artikel yang saya tulis rata-rata setiap hari menjadi sekitar 10, dan saya menulis lebih banyak lagi pada hari-hari terbaik saya tanpa penurunan dari segi kualitas”, ungkap Bamidele.

“Our body is capable of doing much more than it already does, only if we could learn to make effective use of it under the right circumstances” –Bamidele, 2021.

Bamidele meyakini, sebenarnya tubuh kita mampu melakukan lebih dari yang sudah biasa dilakukannya. Namun, kita harus belajar melakukan pekerjaan secara efektif dalam situasi yang tepat. Bagimana cara agar produtivitas menulis kita meningkat?

Tips Meningkatkan Produktivitas

Bamidele berbagi tips untuk meningkatkan produktivitas menulis. Tentu saja tidak semua tips akan tepat bagi kita. Namun penting bagi kita untuk belajar dari orang yang telah berhasil membuktikan dirinya mampu meningkatkan produktivitas menulis.

Mari kita simak beberapa tips penting dari Bamidele, dari pengalaman pribadinya. Bisa kita ambil yang cocok dan relevan untuk diri kita.

Tip #1 – Miliki Banyak Perangkat

“I noticed that whenever I work on my main computer I’m always distracted by newsflash popping out of everywhere. I also find it fascinating to be checking my stats often while at the same time interacting with people on Facebook  and Twitter” –Bamidele, 2021.

Bamidele memperhatikan bahwa setiap kali dirinya bekerja di komputer utama, ia selalu terganggu oleh newsflash yang muncul dari mana-mana. Ia juga merasa tertantang untuk sering memeriksa statistik tulisannya, dan pada saat yang sama ia berinteraksi dengan orang-orang di Facebook dan Twitter.

Itu adalah kondisi karena semua kegiatan dilakukan dalam satu perangkat. Akhirnya muncul banyak kebisingan saat menulis. Ada notifikasi pesan masuk, ada tawaran iklan, ada lintasan berita terbaru, ada telpon masuk, dan seterusnya. Dengan demikian menulis menjadi tidak konsentrasi lantaran banyaknya distraksi.

“Saya senang membaca berita, tetapi menjadi sangat frustasi setelah mengetahui bahwa ternyata saya telah menghabiskan waktu berjam-jam melakukan tindakan itu, tanpa saya sadari, dan juga tanpa mendapatkan sesuatu yang berharga”, ujar Bamidele.

Gangguan yang muncul akibat hanya menggunakan satu perangkat menyebabkan Bamidele merasa sulit untuk produktif. Itulah sebabnya, ia merekomendasikan untuk memiliki lebih dari satu perangkat. Setiap perangkat difungsikan untuk hal yang berbeda.

“The reality is that I feel great reading the news, but it becomes really frustrating to discover that I have spent hours doing that, without me knowing it, and also without learning anything worthwhile” –Bamidele, 2021.

Bamidele memutuskan untuk membeli laptop baru. Laptop baru ini sama sekali tidak digunakan untuk mengakses internet, karena tidak diinstal perangkat internet di dalamnya. Satu-satunya aplikasi yang terinstal di laptop adalah aplikasi yang diperlukan untuk menulis. Benar-benar laptop untuk menulis.

Setiap kali ia berencana menulis artikel baru, ia melakukan riset terlebih dahulu di laptop yang “berkemampuan internet”. Ia mulai menyusun informasi yang didapatkan dan kemudian menyimpannya ke dalam dokumen. Ia menyalin hasil riset ke perangkat lain yang khusus untuk menulis.

Dengan cara seperti ini, Bamidele merasa menjadi sangat mudah untuk menulis secara produktif, karena tidak akan ada gangguan pada perangkat yang digunakan untuk menulis. Tidak ada distraksi pada laptop yang digunakan untuk menulis. Ia hanya memiliki dua pilihan dengan laprop tersebut, yaitu menulis dan mengedit. Tidak ada internet di dalamnya.

“The solution I came up with is to buy a new laptop. This new laptop won’t ever be used to access the internet, because I won’t have the internet installed on it. The only things installed on the laptop are the applications I need to write” –Bamidele, 2021.

Cara yang dilakukan oleh Bamidele ini cocok diaplikasikan oleh para penulis yang mudah tergoda. Untuk penulis yang tahan godaan, tidak mudah berpaling, setia dengan pekerjaan yang sedang dilakukannya, mereka tidak memerlukan banyak perangkat. Mereka mampu ‘mengendalikan diri’ untuk tidak berbelok kepada iklan, medsos, hiburan ataupun berita saat menulis.

Saya termasuk tipe penulis seperti Bamidele. Saya memiliki beberapa perangkat, dengan fungsi yang berbeda-beda. Saya memiliki smartphone yang saya gunakan untuk komunikasi dan untuk bermedsos. Saya memiliki laptop khusus untuk menulis. Saya memiliki komputer PC rumahan untuk kepentingan webinar atau zoom.

Setiap perangkat memiliki fungsi masing-masing sehingga tidak saling mengganggu. Saya merasakan apa yang disampaikan oleh Bamidele. Saya merasa lebih produktif menulis saat perangkat yang saya gunakan untuk menulis tidak menimbulkan distraksi dengan aneka tawaran.

“Whenever I plan to write new articles, I do my research first on my ‘internet enabled’ laptop, I try to collate the information I get and then save it into a word document or a text file. I’ll then copy the results of my research into my other computer so that I can easily make use of the information I need without having to set up the internet on it” –Bamidele, 2021.

Selamat berkarya, selamat mengubah dunia. Salam produktif menulis.

Bahan Bacaan

Bamidele, 10 Productivity Tips for Writers, https://www.writersincharge.com, diakses pada 28 Agustus 2021

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.