Kembali
Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 13

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Finally, you have to have patience as none of this happens overnight. That’s daunting, but also exciting, as writing is something we can do until the day we die. This is the best job in the world, at the most exciting time in history to do it!” –Joanna Penn.

.

Sebagaimana telah saya sampaikan pada beberapa postingan terdahulu, pada dasarnya tidak ada satu cara atau teknik untuk produktif menulis yang bisa berlaku secara umum. Setiap penulis bisa memiliki cara dan teknik yang paling cocok untuk dirinya. Ini seperti yang diungkap oleh Mark D. White, Ph.D.

Namun Bamidele juga mengingatkan, bahwa tidak semua orang berbeda secara keseluruhannya. Selalu akan ditemukan orang-orang dengan sifat dan karakter yang sama atau hampir sama. Selalu ada orang-orang dengan situasi dan kondisi yang sama atau hampir sama. Untuk itu kita bisa saling belajar.

Tips berikutnya untuk bisa produktif menulis, adalah dengan banyak belajar dari para penulis produktif. Mereka sudah terbukti memiliki banyak karya, maka kita belajar kepada mereka bagaimana bisa mendapatkan produktivitas dalam menulis. Tidak semua tips cocok untuk kita, namun akan ada hal yang bisa kita ambil sebagai inspirasi.

Seri # 3 – Belajar Produktif dari Joanna Penn

Kali ini kita akan belajar dari Joanna Penn, seorang penulis yang sangat produktif. Siapakah jati dirinya? Mari kita simak.

Joanna Penn adalah owner dan founder situs TheCreativePenn.com. Situs tersebut masuk 10 besar situs papan atas untuk penulis, selama tiga tahun berturut-turut. Penn menulis serial thriller ARKANE, yang telah terjual lebih dari 55.000 eksemplar. Selain penulis, Penn juga seorang pengusaha, pembicara dan ibu rumah tangga,

Pada tahun 2008 Penn menerbitkan sendiri buku perdananya. Sat itu ia tidak mengerti sama sekali tentang pemasaran. Belakangan Penn baru menyadari bahwa tidak ada yang akan membeli bukunya jika tidak ada yang mengenal siapa dirinya.

Penn meninggalkan pekerjaan sebelumnya sebagai konsultan IT untuk berkonsentrasi dalam bidang sebagai kepenulisan. Penn mengaku senang dengan buku. Penn menulis lebih dari 30 buku dan dari semua bukunya telah terjual lebih dari 600.000 eksemplar di 162 negara dalam 6 bahasa. Pada tahun 2018, Penn mendapat penghargaan Publishing Commentator of the Year oleh Digital Book World.

“Learn about your rights as an author, and how to exploit them to create multiple streams of income. Continue to improve your writing craft, but also learn about publishing and marketing in order to complete the business picture” –Joanna Penn.

Penn menyarankan agar para penulis belajar tentang hak mereka sebagai penulis, dan cara memanfaatkan hak tersebut untuk mendapatkan keuntungan finansial. “Terus tingkatkan keterampilan menulis Anda, tetapi juga terus belajar tentang penerbitan dan pemasaran buku untuk melengkapi gambaran bisnis”, ujar Penn.

Menurut Penn, pekerjaan sebagai penulis harus disertai dengan kesabaran, karena untuk mendapatkan hasil sesuai harapan, tidak bisa terjadi dalam semalam. “Saya telah mengerjakan bisnis saya selama lima tahun sekarang, dan menulis fiksi selama empat tahun, tetapi saya merasa seakan baru di awal perjalanan{, ujar Penn.

“Itu mungkin menakutkan, tetapi juga mengasyikkan, karena menulis adalah aktivitas yang bisa kita lakukan seumur hidup. Ini adalah pekerjaan terbaik dan paling menarik di sepanjang sejarah hidup manusia”, tambah Penn.

“There are always new techniques to learn around the craft, and I don’t think the challenge of actually writing will ever go away! The day we get jaded is the day we need to write something new, or give up” –Joanna Penn.

Menurut Penn, selalu ada teknik baru untuk bisa dipelajari, dan kesempatan untuk menulis tidak akan pernah hilang! “Hari dimana kita merasa letih adalah hari dimana kita harus menulis sesuatu yang baru, atau menyerah”, ujarnya.

Bagaimana Penn Produktif Menulis?

“Time goes by so fast that if you don’t schedule these kind of check-points into your life, you won’t achieve anything. In my day job, a year would go by and I would wonder what the hell I had achieved except for 12 pay checks” –Joanna Penn.

Penn bukan saja penulis. Ia pebisnis dan pembicara nasional. Ia adalah istri dan ibu. Ia adalah ibu rumah tangga. Bagaimana bisa produktif menulis? Berikut tips dari Joanna Penn untuk kita semua.

  • Kelola Waktu dengan Baik

“I block out time for writing, speaking engagements, for podcasts, recording audio and other phone meetings” –Joanna Penn.

Kita semua memiliki 24 jam dalam sehari semalam, dengan sangat banyak aktivitas yang harus kita lakukan. Kelola waktu Anda dengan baik. Miliki priotitas, dan buatlah jadwal harian. Dengan cara seperti ini akan ada waktu yang Anda alokasikan untuk menulis setiap hari.

Sebelum menjadi penulis penuh waktu, Penn terbiasa bangun jam 5 pagi untuk menulis, lalu berangkat bekerja. Setelah pulang dari kantor, Penn melanjutkan membangun bisnis online yang dirintisnya.

Di rumah, Penn menyingkirkan TV agar tidak menjadi gangguan. Ia menghabiskan setiap akhir pekan untuk bekerja. Sekarang, sebagai penulis penuh waktu, Penn harus menjadwalkan semua kegiatan harian. Penn menggunakan Google Kalender untuk menjadwalkan kegiatannya. Ia menetapkan blok waktu untuk menulis, untuk podcast, merekam audio dan berbagai agenda lainnya.

  • Berikan Hadiah untuk Diri Sendiri

Di rumah, para ibu terbiasa memberikan bintang atau stiker kepada anak kecil setiap kali mereka mampu mencapai sesuatu yang positif. Menurut Penn, memberikan hadiah untuk perilaku yang baik, dapat meningkatkan motivasi berprestasi.

Penn mengaku, terbiasa memberi hadiah untuk diri sendiri. Ia menempelkan kalender kertas di dinding dekat tempat menulis.  Ia akan mendapatkan stiker jika mampu melampaui 2.000 kata. Ia merasa, tindakan itu sangat memotivasi dirinya.

  • Miliki Tanggung Jawab

Joana Penn mengaku, blog TheCreatiePenn telah membuat dirinya lebih bertanggung jawab. Setiap tahun, ia membuat laporan yang telah berhasil dicapai. Penn menjadikan pembaca dan peserta program sebagai ‘pemberi’ mandat dan tanggung jawab.

Jika Anda mampu membangun relasi dengan para pembaca, ikatan itu akan membuat Anda merasa bertanggung jawab. Anda harus terus menerus menghasilkan karya terbaik untuk para pembaca Anda. Tentu saja Anda tidak ingin mengecewakan pembaca Anda.

“Sekarang saya mengukur hidup saya dengan apa yang saya buat, dan saya hanya bisa melakukannya dengan bertanggung jawab”, ujar Penn.

“When I wrote my first novel, I set a deadline for my birthday. I wanted to hold my book in my hand on a specific date. I made it by a month later, but having that date in mind helped a lot for getting things done” –Joanna Penn.

  • Tetapkan deadline

Jika Anda menandatangani kontrak kesepakatan untuk menerbitkan naskah, terutama di penerbit mayor, akan ada deadline yang ditetapkan. Namun jika Anda menerbitkan melalui penerbit indi, Anda harus menetapkan deadline sendiri.

“Ketika menulis novel pertama, saya menetapkan deadline dengan ulang tahun saya. Saya ingin memegang buku di tangan saya pada tanggal tersebut”, ujar Penn. Ia membuat deadline untuk diri sendiri, kapan buku harus terbut.

Membuat batas waktu akan mampu memacu semangat menulis. Terlebih ketika ada momentum spesial yang hendak dicapai, seperti ulang tahun pernikahan, dan lain sebagainya.

  • Luangkan waktu benar-benar untuk menulis

Penn menyatakan, kita semua sudah tahu apa yang seharusnya kita lakukan. Namun itu tidak mudah untuk dilakukan. Seperti misalnya diet dan olahraga.

Kita tahu bahwa apabila mengalokasikan lebih banyak waktu yang benar-benar dihabiskan untuk menulis, akan menghasilkan lebih banyak kata di halaman laptop kita. Namun banyak orang tidak mampu merealisasikannya.

Penn mencontohkan Dean Wesley Smith, salah satu penulis produktif. Smith tidak melakukan sesuatu yang spektakuler dalam hal jumlah kata per jam. Namun ia menghabiskan lebih banyak waktu di kursi untuk menulis, dan dia melakukannya setiap hari.

“Dean Wesley Smith is one of the most prolific writers out there, but he points out that he doesn’t do anything spectacular in terms of word count per hour. What he does is spend more hours in the chair, and he does it every day” –Joanna Penn.

  • Pilih Aktivitas yang Benar-benar Penting

Kita memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari semalam. Kita memiliki orang-orang yang kita cintai, di mana kita ingin menghabiskan waktu bersama mereka. Kita semua harus menjalankan berbagai tugas dan kewajiban. Kita harus menjalankan ibadah, makan, olahraga, melakukan pekerjaan rumah, bertemu teman dan lain sebagainya.

Anda hanya akan mendapatkan hal yang Anda fokuskan dalam hidup. Jika Anda benar-benar ingin menulis buku itu, tetapkan itu sebagai hal penting sehingga Anda akan meluangkan waktu.

Jika ingin menyelesaikan sebuah naskah, Anda harus meluangkan waktu. Anda harus menjadikan menulis sebagai sesuatu yang penting, sehingga ada alokasi waktu untuk melakukannya.

Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Helen Scheuerer, Interview with Joanna Penn, Best-Selling Author, https://writersedit.com, diakses 9 September 2021

Joanna Penn, Productivity For Writers: 5 Ways To Become More Productive, https://www.thecreativepenn.com

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.