.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“When I am working on a book or a story I write every morning as soon after first light as possible. There is no one to disturb you and it is cool or cold and you come to your work and warm as you write” –Ernest Hemingway.
.
Salah satu tips untuk bisa produktif menulis, adalah dengan banyak belajar dari para penulis produktif. Mereka sudah terbukti memiliki banyak karya, maka kita belajar kepada mereka bagaimana bisa mendapatkan produktivitas dalam menulis. Tidak semua tips cocok untuk kita, namun akan ada hal yang bisa kita ambil sebagai inspirasi.
Pada postingan sebelumnya, kita sudah belajar dari Ernest Hemingway. Kali ini, masih kita teruskan pembelajaran dari cara menulis Hemingway.
Belajar dari Kesederhanaan Gaya Menulis Ernest Hemingway
Ernest Miller Hemingway adalah penulis novel The Old Man and the Sea (1952) dan puluhan lainnya. Ia mendapat penghargaan Pulitzer 1953, Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters, bahkan Nobel Sastra pada 1954.
Menurut Surabaya Story (2019), Hemingway sengaja melawan ‘gaya rumit’ teknik menulis cerpen abad ke-19. Ia menyatakan fokus untuk menghadirkan sebuah cerita dan menghindari kebingungan pembaca. Karena itu, agar pesan cerita lebih mudah dicerna, haruslah dengan kalimat-kalimat sederhana dan efektif.
Suatu ketika, Hemingway sedang berkumpul bersama para penulis di sebuah restoran untuk makan siang. Mereka bertaruh 10 dollar AS masing-masing, jika bisa menulis sebuah cerita pendek dengan enam kata. Hemingway dengan cepat menulis enam kata di atas serbet. Ia terpilih sebagai pemenang.
Enam kata yang ditulis Hemingway adalah, “For sale: baby shoes, never worn”. Dijual: sepatu bayi, belum pernah dipakai. Enam kata karya Hemingway dinilai sarat akan makna. Setiap orang yang membacanya, langsung mengapresiasi makna yang tersirat di dalamnya “cerpen’ tersebut, dengan beragam interpretasi.
Hemingway menyebut enam kata tersebut sebagai ‘novel’. Ternyata tidak harus menulis cerita yang panjang lebar agar bisa menyampaikan pesan tertentu. Bagi Hemingway, enam kata sudah bisa menyampaikan sangat banyak pesan. Memang luar biasa daya imajinasi Hemingway.
Menurut Surabaya Story, novel enam kata itu adalah cara Hemingway menjelaskan prinsip gunung es (Iceberg Principle) yang dianutnya. Menurutnya, kurang lebih 1/8 fakta-fakta jelas berada di atas permukaan air. Sementara 7/8 bagian cerita berupa struktur pendukung, lengkap dengan simbolisme, berada jauh di kedalaman.
Tips Produktif Menulis dari Hemingway
Ada beberapa tips menarik dari Hemingway untuk produktif menulis. Tidak semua cocok untuk kita, maka pilih dan sesuaikan yang bermakna untuk produktivitas menulis kita.
Pertama, Hemingway Menulis di Pagi Hari
Studi ilmiah menunjukkan bahwa pagi hari adalah saat yang tepat untuk proses kreatif. Sebuah studi tentang sirkuit otak menunjukkan, bahwa proses kreatif manusia paling tinggi terjadi setelah bangun tidur. Diketahui, bagian korteks prefrontal otak sangat aktif usai bangun tidur (Kevan Lee, 2014).
Studi tersebut melakukan pemindaian MRI pagi dan sore hari dan menemukan bahwa pagi hari merupakan waktu yang lebih banyak koneksi di otak — sebuah elemen kunci untuk menghadirkan proses kreatif. Maka aktivitas menulis yang sangat banyak memerlukan proses kreatif, tepat dilakukan pagi hari.
Hal serupa dituliskan secara panjang lebar oleh Leo Widrich (2018), yang memaparkan fakta-fakta ilmiah tentang kinerja otak yang teraktivasi pada pagi hari. Proses kreatif manusia menjadi sangat optimal pada pagi hari setelah bangun tidur. Dengan demikian menulis di waktu pagi akan memberikan kemudahan dalam mewujudkan kreativitas dan orisinalitas ide.
Maka jangan membayangkan bahwa penulis hebat selalu memiliki cara kerja lembur malam. Mereka duduk menghadap meja yang penuh berisi kopi, agar bisa melek menulis sampai pagi. Secara saintifik, cara kerja seperti ini justru tidak direkomendasikan.
Banyak penulis yang beraktivitas pagi hari. Anda masih ingat ungkapan Agatha Christie, “The best time for planning a book is while you’re doing the dishes”. Waktu terbaik untuk merencanakan buku adalah saat Anda mencuci piring. Aktivitas kreatif ini terjadi pada pagi hari, usai sarapan, kemudian mencuci piring.
Gina Conroy menyatakan, “I do my best writing in the shower”, dan ia mengatakan bahwa tidak sendirian. Banyak penulis hebat yang menemukan ide menulis saat mandi pagi. Zulie Rane menyatakan, saat mandi terkadang ia menemukan ide menulis, dan menuliskannya pada cermin yang beruap.
Ketika mengomentari tulisan Gina Conroy di blognya, Kaitlin menulis pengalaman pribadinya yang unik. “I do my best writing in the shower because I have no distractions. I am forced to think instead of consume”. Baginya, kamar mandi adalah satu-satunya tempat yang tanpa gangguan, maka ia bisa menciptakan ide menulis yang terbaik.
Betapa banyak distraksi dalam kehidupan kita sehari-hari. “Anywhere else, there are phone calls, text messages, facebook, twitter, and other people to make our minds wander”, ujar Kaitlin. Karena bisingnya kehidupan, membuat dirinya tidak bisa menghasilkan ide brilian. “I think the shower is the only place I am truly alone with my thoughts”, lanjut Kaitlin.
Rupa-rupanya, pagi hari telah membangkitkan spirit kreativitas dari otak yang jernih dan fresh setelah bangun tidur. Maka sambil mencuci baju, memasak, mencuci piring, mandi pagi, bermunculan ide kreatif yang siap dikembangkan menjadi karya tulis bermutu.
Demikian pula rutinitas yang dilakukan oleh Hemingway. Ia memulai menulis ketika hari masih pagi. Berpagi-pagi, membuat kita memiliki waktu yang lebih leluasa untuk menyelesaikan tulisan. Ia bukan tipe burung hantu yang suka bekerja lembur di saat semua orang sudah terlelap tidur.
Tiga Rahasia di Pagi Hari
Menurut Himam Miladi (2020), setidaknya ada tiga alasan mengapa pagi hari adalah waktu terbaik untuk menulis.
1. Pagi adalah Waktu yang Penuh Ketenangan
Menurut Miladi, ada ketenangan yang eksklusif di pagi hari. Ketenangan yang lembut yang dipecah oleh kicauan burung, saat dunia bangun. Suasana terasa begitu indah dan damai.
Waktu damai ini sangat penting bagi seorang penulis karena pikiran belum terganggu oleh segala macam aktivitas manusia. Seperti yang dikatakan Ernest Hemingway, setiap pagi setelah cahaya pertama datang, tidak ada yang mengganggu kita.
2. Kreativitas Tanpa Beban Pikiran
Miladi menyatakan, setiap pagi baru adalah awal yang sepenuhnya baru, saat kita merencanakan hari yang baru dengan berbagai harapan. Dan sewaktu kita menulis saat mentari baru bangun, itu artinya kita memiliki waktu yang bebas tanpa beban pikiran.
Selama kita beraktivitas sepanjang hari, seringkali kita terbentur masalah, apa pun bentuknya. Ketika menulis di akhir hari, pikiran sering terbebani dengan berbagai masalah yang kita temui selama aktivitas seharian.
3. Berpikir Jernih dan Jelas
Tulisan yang baik menandakan pikiran yang jelas. Waktu terbaik agar pikiran kita bisa begitu jernih dan jelas adalah di pagi hari.
Menurut Miladi, aktivitas tidur bagi manusia berfungsi untuk memperbaiki, mengatur ulang serta meremajakan tubuh dan pikiran. Selama tidur, hal-hal yang kurang penting seperti informasi yang tidak diinginkan, ingatan dan pikiran yang tidak diprioritaskan, akan dihapus atau dipangkas sebagian.
Proses ini sangat penting untuk kejernihan mental manusia. Otak kita akan memiliki lebih banyak ruang untuk berpikir lebih baik sehingga lebih lancar dalam menuangkan ide ke dalam tulisan.
Bagaimana dengan Anda? Semoga selalu produktif menulis.
Bahan Bacaan
Bobby Powers, Ernest Hemingway’s Top 13 Writing Tips, https://writingcooperative.com, 17 Maret 2020
Gina Conroy, I Do My Best Writing in The Shower, www.ginaconroy.com, 10 September 2015
Himam Miladi, 3 Alasan Pagi Hari adalah Waktu Terbaik untuk Menulis, https://www.kompasiana.com, 26 Agustus 2020
Kevan Lee, The Best Time to Write and Get Ideas According to Science, www.buffer.com, 10 Maret 2014
Leo Widrich, Why We Have Our Best Ideas in the Shower: The Science of Creativity, www.buffer.com, 7 September 2018
Maria Puspitasari, 10 Kiat Menulis dari Ernest Hemingway, https://www.bukuindie.com, diakses 14 September 2021
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com
Surabaya Story, Proses Kreatif dan Gaya Sederhana Ernest Hemingway, https://surabayastory.com, 17 November 2018
Zulie Rane, Here’s Why Good Ideas Only Come to Us in the Shower, www.writingcooperative.com, 27 Oktober 2018