.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“What if you have a blockage and you don’t know what to do about it? Well, it’s obvious you’re doing the wrong thing, aren’t you?” –Ray Bradbury.
.
Ray Douglas Bradbury (1920 –2012) adalah penulis Amerika yang terkenal karena cerita pendek dan novelnya yang sangat imajinatif. Ia mampu memadukan gaya fiksi, kritik sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas beberapa tips produktif menulis dari Bradbury. Kali ini saya tambahkan lagi tips produktif menulis dan Ray Bradbury.
Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.
Ketika Mengalami Sumbatan Menulis
Edmund Bergler, a New York Freudian analyst, built a reputation in the 1940s by studying one of the heart-rending problems of literature. He called it “neurotic inhibition of productivity.” It’s usually called “writer’s block” but some prefer to say “blank page syndrome” –Robert Fulford, 2016.
Semua penulis –termasuk Ray Bradbury, JK. Rowling dan penulis hebat lainnya, pernah mengalami sumbatan menulis. Kita sering mendengar kendala sumbatan menulis sebagai writer’s block. Istilah writer’s block pertama kali diperkenalkan oleh Edmund Bergler.
Bergler menyebut fenomena ini sebagai “a neurotic inhibiton of productivity in creative writers” atau penghambatan produktivitas neurotik. Menurutnya, writer’s block adalah salah satu dari peristiwa sabotase diri, yang merupakan keinginan bawah sadar untuk mengalahkan kesadaran seseorang dan untuk menikmati kekalahan yang dibangun sendiri.
Bergler mengamati perilaku beberapa penulis. Selanjutnya ia menganalisa dalam bukunya ‘The Writer and Psychoanalysis’. Menurut Bergler, masalahnya berada di alam bawah sadar. Para penulis mengalami “emotionally addicted to unresolved negative emotion”, yaitu kecanduan secara emosional terhadap emosi negatif yang belum terselesaikan.
Kendala berupa sumbatan menulis ini, beberapa ahli lebih suka menyebut sebagai “blank page syndrome” atau sindrom halaman kosong. Sebuah ungkapan yang menunjukkan “kengerian yang tak dapat dijelaskan, niat untuk menulis sesuatu sementara layar yang benar-benar putih menatap Anda dengan kecewa” (Fulford, 2016).
Di tengah menulis, mendadak kehilangan kata-kata. Tidak ada yang bisa dituliskan lagi. Halaman layar menjadi kosong, tidak ada kata atau kalimat yang memenuhinya. Apa yang harus kita lakukan ketika mengalami sumbatan menulis? Saya memiliki dua jawaban untuk pertanyaan ini.
Pertama, Lakukan Perubahan Situasi dan Teruskan Menulis
“Change your situation. Move somewhere else in the house or to a coffee shop. Shift yourself into another mind set. Remember that many good books have been written in bed” –Robert Fulford, 2016.
Telah banyak saran dan tips untuk mengatasi sumbatan menulis ini. Misalnya, dengan mengubah situasi Anda. Jika Anda menulis di ruang tamu rumah Anda, cobalah pindah ke bagian lain dari rumah Anda, atau sekalian pindah ke kedai kopi. “Ingatlah bahwa banyak buku bagus telah ditulis di tempat tidur” (Fulford, 2016).
Menurut Fulford, ada banyak saran menarik lainnya untuk mengatasi sumbatan menulis, misalnya:
- Tutup komputer/laptop/gadget Anda dan menulislah di atas kertas.
- Berhentilah menulis sejenak, dan bacalah sesuatu yang sama sekali di luar subjek yang sedang Anda tuliskan.
- Tetapkan tujuan singkat.
- Berjanjilah pada diri sendiri bahwa Anda akan menulis selama 15 menit, tidak lebih.
- Hindari terobsesi dengan kegagalan Anda.
Berbagai saran di atas, pada dasarnya mengajak mengatasi writer’s block dengan tetap berkomitmen menyelesaikan tulisan yang sudah mulai dikerjakan. Bukan meninggalkannya. Menurut saya, ini adalah pilihan pertama dalam mengatasi sumbatan menulis.
Jangan memudahkan diri untuk meninggalkan tulisan yang sudah dimulai, hanya karena ada hambatan atau sumbatan. Cari solusi terlebih dahulu. Kenali penyebabnya, dan temukan jalan keluarnya. Simak kembali uraian tentang solusi dari writer’s block, di sini.
Kedua, Tinggalkan, dan Tulis Hal Lain
“If you have writers’ block you can cure it this evening by stopping what you’re doing and writing something else. You picked the wrong subject” –Ray Bradbury.
Bradbury memiliki saran yang berbeda. “Bagaimana jika Anda memiliki penyumbatan dan Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan? Nah, sudah jelas Anda melakukan hal yang salah, bukan? Anda sedang diperingatkan, bukan?” ujarnya.
Bagi Bradbury, writer’s block menandakan Anda menulis sesuatu yang bukan merupakan minat Anda. “Alam bawah sadar Anda mengatakan, ‘aku tidak menyukaimu’. Anda menulis tentang hal-hal yang tidak Anda pedulikan”, lanjut Bradbury.
“Jika Anda memiliki sumbatan penulis, Anda dapat mengatasi malam ini dengan menghentikan apa yang sedang Anda tulis, dan menulislah sesuatu yang lain. Anda memilih topik yang salah”, ujar Bradbury.
Saya menyetujui saran Bradbury ini, namun tidak untuk semua kondisi sumbatan menulis. Menurut saya, saran meninggalkan tulisan ini tepat apabila Anda berada dalam situasi sebagai berikut.
- Anda merasa telah menulis tema yang tidak Anda kuasai, atau tema yang tidak Anda sukai.
Sebagai contoh, Anda tidak suka tema politik. Maka ketika Anda ‘dipaksa’ menulis tema politik, akan mudah mengalami writer’s block. Tinggalkan saja tema yang menyiksa tersebut, dan pilih tema lainnya yang membahagiakan dan melegakan diri Anda. Sangat banyak tema lainnya yang lebih sesuai dengan jatidiri, minat serta keahlian Anda.
- Anda merasa telah memilih jenis atau rumpun tulisan yang bukan merupakan keahlian Anda.
Sebagai contoh, Anda mencoba menulis esai, padahal keahlian Anda adalah menulis cerpen atau tulisan fiksi lainnya. Atau Anda mencoba menulis cerpen, padahal keahlian Anda adalah menulis artikel untuk jurnal ilmiah. Peluang muncul sumbatan sangat besar dalam situasi seperti ini. Tidak perlu Anda paksakan untuk menyelesaikan tulisan.
- Anda merasa telah menulis dengan tujuan yang sangat pragmatis.
Kadang-kadang, seseorang menulis semata-mata untuk uang. Tidak ada motivasi lainnya. Ini contoh menulis dengan tujuan yang sangat pragmatis. Saat motivasi menulis hanya untuk uang, seseorang cenderung tidak menjadi dirinya sendiri. Ia akan mengerjakan projek sesuai permintaan customer.
Ketika mengalami sumbatan menulis –di saat mengerjakan projek pragmatis tersebut, tinggalkan saja tulisan itu. Cari aktivitas lain yang bisa menghasilkan uang lebih mudah.
Selamat berkarya, selamat mengubah dunia. Jangan pernah putus asa.
Bahan Bacaan
Emily Temple, Ray Bradbury’s Greatest Writing Advice, https://lithub.com, 22 Agustus 2018
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/
Robert Fulford, The ‘Self-punishing’ Negative Emotions that Cause Writer’s Block Can Only be Cured with a Change in Routine, https://nationalpost.com, 19 Oktober 2016
Sue Weems, How to Bust Excuses and Focus on Your Writing Like Ray Bradbury, https://thewritepractice.com