Kembali
Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 7

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Whenever I want to do any serious writing, and after researching and getting my points, I switch myself into a “write mode”. In this write mode I make it a duty to write without taking any breaks for up to 3 or 4 hours, sometimes longer”  –Bamidele, 2021.

.

Bamidele (2021) seorang penulis dan bloger menyatakan, jika Anda dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama dalam waktu kurang dari setengah waktu yang biasanya diperlukan, Anda akan dapat melakukan hal-hal lain yang lebih produktif pada setengah waktu yang tersisa.

Bamidele mengaku menulis rata-rata 4 hingga 5 postingan setiap hari. Bahkan pada hari-hari terbaik, ia mampu menulis total 7 artikel. “Saya dapat meningkatkan jumlah artikel yang saya tulis rata-rata setiap hari menjadi sekitar 10, dan saya menulis lebih banyak lagi pada hari-hari terbaik saya tanpa penurunan dari segi kualitas”, ungkap Bamidele.

Bamidele berbagi tips untuk meningkatkan produktivitas menulis. Tentu saja tidak semua tips akan tepat bagi kita. Namun penting bagi kita untuk belajar dari orang yang telah berhasil membuktikan dirinya mampu meningkatkan produktivitas menulis.

Mari kita simak beberapa tips penting dari Bamidele, dari pengalaman pribadinya. Bisa kita ambil yang cocok dan relevan untuk diri kita.

Tips # 7 – Masuki “Mode Menulis” agar Semakin Produktif

“That means whenever I finish writing an article, instead of going to Twitter or Facebook, or instead of sitting down to rest a little, I move on to the next article without taking a break, and I do that for hours, or for a set number of articles depending on what my goals are” –Bamidele, 2021.

Bamidele menyatakan, dalam kehidupan manusia, tidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua orang. Tidak ada satu solusi yang cocok untuk setiap masalah. Kondisi setiap manusia akan berbeda-beda. Masing-masing kita harus mengetahui kemampuan, ukuran dan batas yang tepat untuk diri seniri.

Sebagian penulis memiliki saran berdasarkan pengalaman, agar Anda mengambil jeda istirahat setiap 20 atau 25 menit menulis. Bamidele menyatakan, ia telah menemukan pola kerja untuk jangka waktu yang lebih lama, guna menghasilkan tulisan. Ia menyebut hal ini sebagai “mode menulis”.

Bamidele menceritakan pengalamannya, setiap kali hendak menulis dengan serius, ia memasuki mode menulis. Dalam mode menulis ini, ia mewajibkan untuk terus menerus menulis tanpa jeda hingga tiga atau empat jam berturutan, bahkan terkadang lebih. Setiap kali selesai menulis satu artikel, ia akan segera beralih menulis artikel berikutnya tanpa istirahat. Ia melakukan rangkaian menulis selama beberapa jam.

Ia menyatakan, jika Anda tipe penulis yang harus menghasilkan banyak artikel setiap hari, cara yang ia lakukan mungkin bisa membawa hasil juga untuk Anda. Namun sekali lagi, harus tetap disesuaikan dengan kemampuan, kondisi dan situasi masing-masing. Tubuh dan pikiran kita perlu istirahat.

Menciptakan Fokus Pada Saat “Mode Menulis”

“You can’t do everything. Maybe writing three blogs is too much. Maybe you should say no to that new idea for a novel. What is the most important writing project you’re working on?” –Joe Bunting, 2021.

Kita tidak mungkin bisa melakukan segala sesuatu. Dengan menerapkan “mode menulis” di saat ingin produktif, yang harus kita lakukan adalah menciptakan fokus. Beberapa penulis, seperti Donald Miller dan Chuck Palahniuk, terbiasa menggunakan pengatur waktu agar bisa tetap fokus saat menulis.

Jika Anda menetapkan satuan waktu tertentu, akan lebih mudah untuk menciptakan fokus menulis. Bamidele memiliki standar tiga sampai empat jam menulis nonstop, di saat berada dalam mode menulis. Ia akan berpindah dari satu artikel ke artikel yang lainnya, sampai waktu habis.

Ia tidak akan menengok email twitter, facebook, instagram ataupun ikut mengobrol di grup chating. Mode menulis artinya totalitas. Tidak ada jeda untuk melakukan hal-hal lain di saat berada dalam mode menulis.

Menurut Joe Bunting (2021), menciptakan fokus menulis, adalah upaya menghadirkan passion (gairah) dalam menulis. “Cara terbaik untuk menghadirkan gairah, adalah dengan menjadikan menulis sebagai sebagai fokus Anda”, ujarnya.

“Focus on that and say no to everything else. Then, when it’s finished, you can pick up those other projects again” –Joe Bunting, 2021.

Fokus adalah sarana efektif menghadirkan produktivitas. “Jika Anda benar-benar fokus pada penulisan novel, maka Anda akan selalu memikirkan novel tersebut, meskipun sedang menonton TV atau bermain tenis atau membaca buku”, lanjut Bunting. Ini akan membuat gairah menulis selalu terjaga, karena fokus pada projek menulis tertentu.

Pada saat tengah menulis sebuah novel misalnya, fokus untuk menyelesaikan novel akan mendorong Anda untuk terus menerus terobsesi tentang novel tersebut. “Saya selalu memikirkan novel saya. Saya tetap memikirkannya bahkan ketika tidak sedang mengerjakannya. Alam bawah sadar saya mengeluarkan ide-ide sepanjang waktu. Ini fokus saya”, ujar Bunting.

“A better way to think about passion, I think, is to think of it as your focus. If you are completely focused on your novel… you’ll always be thinking about your novel, whether you are watching TV or playing tennis or reading a book” –Joe Bunting, 2021.

Memotivasi Diri Sendiri untuk “Mode Menulis”

Peter Shallard, seorang terapis, mengatakan Anda dapat memaksa alam bawah sadar untuk membantu pekerjaan Anda dengan teknik sederhana. Shallard mengatakan,  “Kita akan menjawab pertanyaan apa pun yang kita tanyakan kepada diri sendiri.” Teknik ini bisa Anda lakukan untuk menciptakan “mode menulis”.

Jika Anda ingin menulis novel hari ini, tanyakan pada diri sendiri, “Seberapa menyenangkan jika saya berhasil membuat sebuah novel?” Pertanyaan ini akan memaksa alam bawah sadar Anda untuk bersemangat menulis novel.

Sebelum memasuki “mode menulis”, Anda bisa mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, beberapa pancingan motivasi diri untuk menulis. Misalnya seperti ini:

“Seberapa cepat saya bisa menyelesaikan tulisan untuk blog ini?”

“Seberapa menakjubkan rasanya jika mampu menyelesaikan bab ini?”

Alam bawah sadar Anda akan mulai belerja memecahkan masalah, yang memungkinkan Anda mampu menyelesaikan lebih banyak tulisan dalam suasana yang menyenangkan. Cobalah untuk mengindisikan diri sebelum memasuki “mode menulis”, dengan mengajukan sejumlah pertanyaan untuk memotivasi diri sendiri.

“I think about my novel all the time. I think about it even when I’m not working on it. My subconscious is churning out ideas all the time. It’s my focus” –Joe Bunting, 2021.

Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Bamidele, 10 Productivity Tips for Writers, https://www.writersincharge.com, diakses pada 28 Agustus 2021

Joe Bunting, 7 Tricks to Write More with Less Willpower, https://thewritepractice.com, diakses 2 September 2021

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.