Kembali
Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 71

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Eventually everyone learns his or her own best way” –Bernard Malamud.

.

Menulis adalah aktivitas kreatif, yang bercorak sangat dinamis. Pada dasarnya tidak ada satu cara atau teknik untuk produktif menulis yang bisa berlaku secara umum. Setiap penulis bisa memiliki cara dan teknik yang paling cocok untuk dirinya –yang bisa berbeda dengan orang lain.

Namun kita juga menyadari, tidak semua orang berbeda secara keseluruhannya. Selalu akan ditemukan orang-orang dengan sifat dan karakter yang sama atau hampir sama. Selalu ada orang-orang dengan situasi dan kondisi yang sama atau hampir sama. Untuk itu kita bisa saling belajar.

Salah satu tips untuk bisa produktif menulis, adalah dengan banyak belajar dari para penulis produktif. Mereka sudah terbukti memiliki banyak karya, maka kita belajar kepada mereka bagaimana bisa mendapatkan produktivitas dalam menulis. Tidak semua tips cocok untuk kita, namun akan ada hal yang bisa kita ambil sebagai inspirasi.

Kita batasi wilayah pembelajaran, hanya dalam konteks proses kreatif dan produktivitas menulis. Kita tidak sedang belajar atau mengadopsi ideologi, isme, keyakinan, ataupun ajaran. Kita tengah belajar tips kreatif dan produktif menulis.

Seri # 16 – Belajar Produktif dari Bernard Malamud

Kali ini kita akan belajar dari Bernard Malamud, seorang novelis berdarah Yahudi Amerika yang produktif. Siapakah jati dirinya? Mari kita simak.

Bernard Malamud adalah novelis dan penulis cerita pendek. Lahir tahun 1914, wafat tahun 1986 di AS, dari orang tua Yahudi yang melarikan diri dari Rusia. Hidup dalam kondisi keluarga miskin. Ibunya meninggal ketika Malamud berusia 15 tahun, dan merasa tidak bahagia ketika ayahnya menikah lagi. 

Novel pertama karya Malamud adalah The Natural (1952) dan diangkat ke layar lebar pada tahun 1984. Karya berikutnya adalah The Assistant, The Fixer, A New Life , The Tenants, dan lain-lain. Ia mendapatkan penghargaan Pulitzer, dan beberapa novelnya diangkat menjadi film layar lebar.

Rutin Menulis Setiap Hari

“When asked how he did it -sketching out a scene, writing by hand, typewriting- he replied, ‘Edmund Wilson used to say: I think with my right hand” –Nan Robertson, 1985.

Malamud memiliki rutinitas menulis harian. Di usia tua, ia menghabiskan sekitar tiga jam sehari untuk menulis. Dulu saat masih muda, ia menulis setiap hari hampir enam jam. Ini adalah rutinitas yang membuatnya melahirkan banyak karya.

Tentang rutinitas menulis setiap hari tersebut, membuat banyak orang bertanya tentang proses kreatifnya. Tiga jam menulis setiap hari adalah ‘sesuatu’ bagi banyak orang. Apa saja yang ia lakukan selama tiga jam tersebut, dan bagaimana ia melakukannya?

Jawaban Malamud sangat diplomatis. “Edmund Wilson biasa berkata: ‘Saya berpikir dengan tangan kanan saya’”, ujar Malamud. Sepertinya ia ingin mengatakan, sudahlah menulis saja. Sambil menulis sambil berpikir. Jangan terlalu banyak berpikir yang membuat Anda tidak menulis apapun.

Menulis Membuat Anda Mengenali Diri Sendiri

“The great thing about writing is, if you stay with it – which means years and years and years – that ultimately you teach yourself something very important about yourself” –Bernard Malamud.

Apakah manfaat terhebat dari menulis? Menurut Malamud, ”hal yang hebat tentang menulis adalah, jika Anda tetap melakukannya –bertahun-tahun, pada akhirnya Anda mengajari diri sendiri sesuatu yang sangat penting tentang diri sendiri.”

Setelah bertahun-tahun menulis, Malamud merasa mendapatkan banyak pengungkapan jati diri. Menulis membuatnya lebih mengerti tentang diri sendiri. Ia merasa mendapat pelajaran berharga, yang membuat dirinya menemukan hal-hal penting dalam hidup.

Belajar dari Siapapun

“To anyone of my friends who’d listen I’d recapitulate at tedious length the story of the last movie I’d seen. The movies tickled my imagination. As a writer I learned from Charlie Chaplin” –Bernard Malamud.

Malamud menulis cerita pendek pada pukul delapan atau sembilan pagi, saat berada di sekolah. Ia menyatakan, banyak belajar dari berbagai pihak. Bahkan ia belajar dari film yang dilihatnya.

Usai menonton film, ia akan bercerita kepada teman-temannya tentang isi film tersebut. Ia mengulas dengan panjang lebar, film yang barusan ditonton. “Film-film itu menggelitik imajinasi saya”, ujar Malamud. “Sebagai penulis, saya belajar dari Charlie Chaplin”, imbuhnya.

Lakukan Saja Sesuai Kondisi Diri Anda

“You write by sitting down and writing. There’s no particular time or place, you suit yourself, your nature. Eventually everyone learns his or her own best way” –Bernard Malamud.

Kapan, di mana dan bagaimana Malamud menulis? “Anda menulis sambil duduk. Tidak ada waktu atau tempat khusus, sesuai dengan diri sendiri, sesuai sifat Anda. Akhirnya setiap orang belajar dengan cara terbaiknya sendiri”, ungkap Malamud.

Begitulah seni menulis. Tidak ada cara atau teknik yang bisa tepat untuk semua orang. Pada akhirnya kita akan kembali kepada diri sendiri. Bagaimana Anda menulis? Bagaimana saya menulis? Bagaimana mereka menulis? Semua sangat mempersonal.

Yang paling penting adalah –untuk apa Anda menulis? Untuk kebaikan, atau untuk kejahatan? Pastikan hanya menulis untuk kebenaran dan kebaikan.

Salam literasi.

Bahan Bacaan

Daniel Stern, Bernard Malamud, The Art of Fiction No. 52, The Paris Review Issue 61, 1975, https://www.theparisreview.org

Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/

Nan Robertson, Bernard Malamud Talks of Writing, https://www.nytimes.com, 23 Februari 1985

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.