Kembali
Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 96

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Tolstoy knew the value of getting up early and getting enough sleep” –Story Artist, 2021.

.

Leo Tolstoy (1828 – 1910) adalah novelis produktif asal Rusia. Karyanya yang terkenal antara lain War and Peace dan Anna Karenina. Lahir di Rusia pada 1828, Tolstoy menjadi terkenal ke seluruh dunia karena kepribadian serta keyakinannya yang dianggap “rumit dan paradoks”.

Salah satu yang bisa kita pelajari dari produktivitas menulis Tolstoy adalah kemampuannya untuk menjaga rutinitas menulis. Ia harus memastikan bahwa setiap hari ada tulisan yang dihasilkan, tanpa gagal. “I must write each day without fail”, ujar Leo Tolstoy.

Ada banyak pelajaran menulis yang bisa kita pelajari dari Tostoy. Tentu tidak semua tepat untuk Anda. Ambil yang sesuai, tinggalkan yang tidak sesuai.

Membangun Keteraturan Menulis

“Wake at five o’clock, go to bed no later than ten o’clock” –Leo Tolstoy

Keteraturan adalah salah satu sisi pembelajaran. Bahwa belajar akan menjadi lebih efektif apabila menggunakan pendekatan keteraturan. Termasuk dalam belajar menulis. Belajar harus teratur, sebab jika tidak teratur, Anda akan cenderung selalu memulai dari awal setiap kali mengawali.

Joseph M. Moxley, penulis buku ‘Publish Dont Perish’ menyarankan keteraturan dalam menulis yang patut kita simak. “If you write regularly, you will generate more creative ideas than if you write only sporadically”, ujarnya.

Menurut Moxley, jika Anda menulis secara teratur, Anda akan menghasilkan lebih banyak ide kreatif daripada jika Anda hanya menulis secara sporadis. Misalnya, Anda menulis dua bulan sekali, atau dua pekan sekali, ini tidak efektif. Akan lebih efektif apabila Anda belajar menulis teratur setiap hari.

Menurut Moxley, penulis sukses tidak menunggu sampai mereka terinspirasi untuk menulis. Mereka akan tetap menulis apapun kondisinya. Mereka menulis secara teratur setiap hari.

“Bangun jam lima pagi, tidur paling lambat jam sepuluh malam”, inilah rumus keteraturan Leo Tolstoy dalam menulis. Ia adalah seorang penulis yang berhasil membangun keteraturan. Tolstoy tahu nilai bangun pagi dan tidur yang cukup. Melalui keteraturan menulis, ia menoreh banyak karya berkualitas dunia.

Tolstoy Menulis di Waktu Pagi

“It might have been simpler in his days to go to bed at 10 pm, without the TV or the internet. But imagine 5 in the morning during the Russian winter: The house is freezing cold until you get the fire running. It’s pitch dark and the sun won’t come up for the next hours. The only light source: a candle or an oil lamp” –Story Artist (2021).

Sangat banyak penulis dunia yang produktif menulis di waktu pagi. Toni Morrison adalah penulis 10 novel best seller dan pemenang Hadiah Nobel serta Penghargaan Pulitzer. Ia selalu menulis sebelum matahari terbit. Menurut Morrison, momen ajaibnya muncul ketika gelap menjadi terang.

“Saya selalu bangun dan membuat secangkir kopi saat hari masih gelap, lalu saya minum kopi dan melihat cahaya datang”, ujar Morrison.

Haruki Murakami adalah novelis yang memenangkan banyak penghargaan termasuk World Fantasy Award, Frank O’Connor International Short Story Award, dan Franz Kafka Prize. Ia terbiasa menulis pada pagi hari.

“Saat saya dalam mode menulis untuk sebuah novel, saya bangun jam 4:00 pagi dan bekerja selama lima sampai enam jam. Sore hari, saya berlari sejauh 10 km atau berenang sejauh 1.500 m, lalu saya membaca sedikit dan mendengarkan musik. Saya pergi tidur jam 9 malam. Saya melakukan rutinitas ini setiap hari tanpa variasi,” ungkap Murakami.

Penulis dunia Ernest Hemingway bangun sesaat setelah cahaya pertama matahari menyentuh permukaan bumi dan langsung menulis, sebelum hal lain mengganggunya. “Saya menulis setiap pagi secepat mungkin setelah cahaya pertama. Tidak ada yang mengganggu Anda”, ujar Hemingway.

Demikian pula Tolstoy. Ia bangun pukul lima pagi untuk menulis. Sebuah etos yang sangat hebat, terlebih pukul 5 pagi selama musim dinginnya Rusia. “Rumah sangat dingin sampai Anda menyalakan api. Gelap gulita dan matahari tidak akan muncul selama beberapa jam berikutnya. Satu-satunya sumber cahaya adalah lilin atau lampu minyak” (Story Artist, 2021).

Membiasakan Cukup Tidur

“People who sacrifice health for success are short-sighted, unable to recognize that bad habits will demand a payoff. Instead, strive to introduce healthy habits into your lifestyle that will ensure a long and productive life” –Story Artist (2021).

Perhatikan penjagaan diri Tolstoy. Kurang lebih ia tidur 7 jam setiap hari. Hal ini penting untuk menjega kesehatan dan kebugaran tubuh. Tolstoy perlu mengisi ulang energi menulis untuk digunakan keesokan harinya.

“Orang yang mengorbankan kesehatan untuk mencapai sukses adalah orang yang picik, tidak mampu mengenali bahwa kebiasaan buruk akan menuntut imbalan” (Story Artist, 2021). Maka berusahalah untuk membangun kebiasaan sehat ke dalam proses menulis yang akan menyebabkan kesehatan dan produktivitas.

Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), https://medium.com, 15 Agustus 2017

Rob Biesenbach, Write in The Morning, https://robbiesenbach.com

Rossiyskaya Gazeta, Siapakah Sebenarnya Leo Tolstoy? https://id.rbth.com, 9 September 2015

Story Artist, 12 Habits That Made Tolstoy a Highly Profilic Author – Conquer the Writing Battle, https://storyartist.me, diakses 1 Desember 2021

Joseph M. Moxley, Establish a Comfortable Place to Write, www.writingcommons.org

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.