AL FATIHAH : BERDIALOG DENGAN ALLAH DALAM SHALAT

AL FATIHAH : BERDIALOG DENGAN ALLAH DALAM SHALAT

Kuliah Ramadhan Hari Keduabelas

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Sadarkah kita, bahwa setiap menegakkan shalat, sesungguhnya kita tengah berdialog dengan Allah? Di setiap raka’at shalat, kita selalu membaca surat Al Fatihah. Di sinilah dialog itu terjadi.

Pada saat kita membaca Al Fatihah, Allah menjawab pada setiap ayat yang kita baca. Seakan-akan kita sedang berdialog dengan Allah melalui surat Al Fatihah. Maka hendaknya kita merasakan jawaban-jawaban Allah atas ayat-ayat dalam surat Al Fatihah yang kita baca.

Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Nabi Saw bersabda:

قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: حَمِدَنِي عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}، قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}، قَالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِي – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي – فَإِذَا قَالَ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

Allah berfirman, “Aku membagi shalat antara diriKu dan hambaKu menjadi dua bagian. Untuk hambaKu apa yang dia minta.

Apabila hambaKu membaca, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin;” Allah Ta’ala berfirman, “HambaKu memuji Aku.”

Apabila hambaKu membaca, “Ar rahmanir rahiim;” Allah berfirman, “HambaKu mengulangi pujian untukKu.”

Apabila hambaKu membaca, “Maliki yaumid din;” Allah berfirman, “HambaKu mengagungkanKu.” Dalam riwayat lain, Allah berfirman, “HambaKu telah menyerahkan urusannya kepadaKu.”

Apabila hambaKu membaca, “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in;” Allah berfirman, “Ini antara diriKu dan hambaKu, dan untuk hambaKu sesuai apa yang dia minta.”

Apabila hambaKu membaca, “Ihdinash shirathal mustaqim…. sampai akhir surat;” Allah berfirman, “Ini milik hambaKu dan untuk hambaKu sesuai yang dia minta.”

Hadits Riwayat Imam Ahmad nomer 7291, Imam Muslim nomer 395, dan yang lainnya.

Dari hadits di atas kita mengetahui bahwa Allah menjawab bacaan ayat demi ayat dalam surat Al Fatihah. Maka tatkala kita shalat, saat membaca Al Fatihah janganlah tergesa-gesa atau cepat-cepat bacaannya. Setiap ayat kita resapi, dan seakan menunggu jawaban Allah kepada kita, sebagaimana penjelasan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah:

“Bila hamba membaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Ia berhenti sejenak, (seakan) menunggu jawaban dari Rabb-Nya yang berfirman:

حَمِدَنِي عَبْدِي

HambaKu memujiKu.

Demikian pula seterusnya, sampai akhir ayat”.

Tidak pantas kita tengah berdialog dengan Allah, namun bacaannya super cepat dan super kilat. Seakan kita tidak mau mendapat jawaban dari Allah. Bacalah dengan tartil dan pelan, sebagai bagian dari adab ‘berdialog’ dengan Allah.

Semoga surat Al Fatihah membawa kita menuju kedekatan dengan Allah. Mari perbanyak membaca Al Fatihah. Jangan lupa, perbanyak pula sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan