AL FATIHAH : PENYEMBUHAN YANG MENCUKUPI

AL FATIHAH : PENYEMBUHAN YANG MENCUKUPI

Kuliah Ramadhan Hari Kesebelas

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Surat Al Fatihah dinamakan juga surat Al Kafiyatu Asy Syafiyah. Al Kafiyah maknanya adalah pencukup, dan Asy Syafiyah berarti penyembuh, karena di dalam surat Al Fatihah terdapat penyembuh yang mencukupi untuk berbagai macam penyakit hati maupun badan.

Para ulama telah menjelaskan, bahwa surat Al Fatihah memiliki faedah yang terkait dengan penyembuhan penyakit ruhani maupun jasmani. Maka setiap muslim yang menegakkan shalat, akan melakukan penyembuhan diri secara rutin melalui bacaan Al Fatihah, apabila isinya dipahami, dihayati dan dilaksanakan dengan benar.

Penyakit apa saja yang bisa disembuhkan melalui Al Fatihah?

Pertama, penyakit hati seperti sombong, riya, ujub, dan lain-lain, dapat disembuhkan dengan Al Fatihah. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Aku mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, Iyyaka na’budu merupakan obat dari penyakit riya’, dan Iyyaka nasta’in merupakan obat dari penyakit kesombongan”.

“Maka Iyyaka na’budu dapat menghilangkan penyakit-penyakit hati, dengan mengingatkan seorang hamba akan kedudukan ikhlas yang merupakan semulia-mulianya kedudukan, dan Iyyaka nasta’in menyadarkan seorang hamba akan kefakiran dan kebutuhannya terhadap pertolongan Allah”.

Kedua, Al Fatihah untuk penyembuh penyakit badan. Hal ini bisa kita pahami berdasarkan hadits dari sahabat Abu Said Al Khudri.

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ نَ سًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّبِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ « وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ». ثُمَّ قَالَ  خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ

“Bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah Saw dahulu berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung  tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut berkata kepada para  sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah karena pembesar kampung tersengat binatang atau terserang demam.” Di antara para sahabat menjawab, “Iya ada.”

Sahabat itu mendatangi pembesar kampung tersebut dan meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Pembesar kampung itupun sembuh. Sahabat yang membacakan ruqyah tersebut diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya, -dan disebutkan- ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan kepada Nabi Saw.

Ia mendatangi Nabi Saw dan menceritakan kisah tadi kepada beliau. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al-Fatihah.” Rasulullah Saw lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bisa tahu Al-Fatihah adalah ruqyah?” Beliaupun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

مكثت بمكة مدة تعتريني أدواء، و لا أجد طبيبا، فكنت أعالج نفسي بالفاتحة، فأرى لها تأثيرا عجيبا، فكنت أصف ذلك لمن يشتكي ألما، و كان كثيرمنهم يبرأ سريعا.

“Aku pernah menginap di Makkah selama beberapa saat lalu aku jatuh sakit, aku tidak mendapatkan satupun dokter di sana, maka aku mencoba mengobati diriku sendiri dengan membaca surat Al Fatihah, dan aku dapati perubahan yang sangat menakjubkan, sejak saat itu aku sering memberikan saran kepada orang-orang yang mengeluh akan penyakitnya untuk membaca Al Fatihah dan banyak dari mereka mendapatkan kesembuhan dengan cepat.”

Semoga surat Al Fatihah membawa kita menuju kesehatan ruhani dan jasmani. Mari perbanyak membaca Al Fatihah. Jangan lupa, perbanyak pula sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan