Kembali
Motivasi Menulis

Bagian Tersulit dari Menulis – 7

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“The hardest part of writing for me is filling a blank page with words” –Harry Heckel.

.

Hal apakah yang paling sulit dalam menulis? Jawaban setiap orang bisa berbeda-beda atas pertanyaan ini. Saya telah mengajak Anda bertanya kepada beberapa orang penulis, dalam beberapa postingan sebelumnya.

Kesempatan kali ini saya akan mengajak Anda bertanya kepada Harry Heckel, seorang penulis cerita game. Bagian apa yang  paling sulit menurut Heckel? Tunggu dulu. Saya akan mengajak Anda kembali mereview postingan terdahulu.

Bagian Tersulit Menulis Adalah Menulis

Dalam postingan sebelumnya, telah saya sampaikan jawaban Grant Snider atas pertanyaan hal tersulit dlam menulis. Simak kembali di sini. Karikatur Snider itu sepertinya sejalan dengan ungkapan Nora Ephron, penulis buku “I Remember Nothing” dan buku-buku laris lainnya.

“The hardest thing about writing is writing” –Nora Ephron.

Ephron menyatakan, bagian tersulit dari menulis adalah menulis itu sendiri. Artinya, sepanjang Anda sudah melakukan tindakan menulis, maka berbagai kesulitan akan bisa diatasi. Ephron ingin berpesan kepada kita semua, seperti pesan Grant Snider melalui karikaturnya, bahwa Anda harus menulis terlebih dahulu.

Maka, menulislah. Jika tidak pernah menulis, kesulitan apapun tidak akan pernah bisa diatasi. Berbagai kesulitan dalam proses menulis, bisa ditemukan solusinya sepanjang Anda benar-benar menulis. Bukan hanya diam dan mengidamkan memiliki karya tulis. Menulislah, agar semua kesulitan Anda terangkat dan teratasi.

Yang sulit bukan soal tata bahasa, bukan soal cara menyusun kalimat dan membuat paragraf. Karena hal-hal kebahasaan seperti itu bisa dipelajari sambil berproses menulis. Ternyata yang paling sulit –menurut Snider, adalah ‘muncul’. Sedangkan menurut Nora Ephron, adalah menulis itu sendiri.

Jika Anda menyeret diri ke tempat menulis, lalu Anda mulai menuangkan ide, perasaan, pikiran ke dalam kata-kata, maka pada saat itu berbagai kesulitan akan semakin definitif. Setiap kalimat, setiap paragraf, setiap bab yang Anda tulis, akan menjadi proses berkelanjutan yang membuat Anda semakin terbebas dari kesulitan menulis.

Mengisi Halaman Kosong

Sekarang saya ajak Anda bertanya kepada Harry Heckel. Menurut Heckel, bagian tersulit dari menulis adalah mengisi halaman kosong dengan kata-kata. Tatkala ia membuka laptop, kemudian mulai mengoperasionalkan MSWord, akan segera tampak halaman kosong di hadapannya. Tugas dia adalah mengisi halaman kosong itu dengan kata-kata. Ini bagian paling sulit, menurutnya.

“The hardest part of writing for me is filling a blank page with words. That’s always my first priority, so I try not to edit too much while I’m doing the first draft” –Harry Heckel

Ketika ia berhasil mengisi halaman pertama yang kosong, ia akan bertemu halaman kedua yang masih kosong. Begitu seterusnya. Satu halaman berhasil dipenuhi dengan kata-kata, segera bertemu halaman berikutnya yang kosong belum terisi. Maka ia berusaha mengisi halaman kosong tersebut dengan kata-kata.

“Itu selalu menjadi prioritas pertama saya. Jadi saya mencoba untuk tidak mengedit terlalu banyak saat saya sedang menulis”, ujar Heckel. Ia memilih fokus menulis sampai selesai, baru melakukan editing atau penyuntingan.

“Saya melakukan yang terbaik, untuk membatasi diri sendiri dalam mengedit ejaan dan tata bahasa, ditambah pemeriksaan setelah selesai menulis setiap bab”, ujar Heckel. Ia tidak ingin terjebak dalam proses editing di saat menulis, karena hal inilah yang sering kali membuat proses menulis menjadi lama dan rumit.

“I do my best to limit myself to a spelling and grammar check plus a read-through after the end of each chapter” –Harry Heckel.

Fokus Mengisi Halaman Kosong

Sebagaimana pesan Heckel, hendaknya Anda lebih fokus kepada upaya mengisi halaman kosong yang ada di hadapan Anda. Tuangkan ide, tuliskan pengalaman, sampaikan pendapat, curahkan perasaan, dalam bentuk tulisan. Untuk memenuhi halaman-halaman kosong yang Anda dapatkan dalam program MSWord.

Banyak penulis terjebak dalam proses mengedit di saat mereka tengah menulis. Dampaknya, “halaman kosong” yang disebut Heckel itu, tidak segera terisi. Baru menulis satu kalimat, langsung sibuk mengedit. Baru menulis satu paragraf, langsung tergoda memperbaiki. Ini menjadi proses yang lama.

Matikan ‘instik editor’ Anda saat menulis. Fokus saja pada menulis hingga selesai satu bagian tertentu. Jika Anda menulis buku, bisa berhenti untuk mengedit pada setiap bagian. Jika Anda menulis naskah pendek, seperti artikel atau cerpen, lebih baik Anda selesai menulis terlebih dahulu, baru melakukan editing.

Ini yang dimaksud oleh Heckel sebagai mengisi halaman kosong. Pastikan halaman di hadapan Anda sudah penuh tulisa. Jangan tergoda untuk mengedit di saat Anda tengah asyik menulis.

Bahan Bacaan

Kris Spisak, Authors on Editing : Interview with Harry Heckel, https://kris-spisak.com

Grant Snider, What Is the Hardest Part of Writing? 10 Juli 2020, https://www.nytimes.com/

https://quotefancy.com/quote/877343/Nora-Ephron-The-hardest-thing-about-writing-is-writing

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.

Motivasi Menulis

Bagian Tersulit dari Menulis – 7

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“The hardest part of writing for me is filling a blank page with words” –Harry Heckel.

.

Hal apakah yang paling sulit dalam menulis? Jawaban setiap orang bisa berbeda-beda atas pertanyaan ini. Saya telah mengajak Anda bertanya kepada beberapa orang penulis, dalam beberapa postingan sebelumnya.

Kesempatan kali ini saya akan mengajak Anda bertanya kepada Harry Heckel, seorang penulis cerita game. Bagian apa yang  paling sulit menurut Heckel? Tunggu dulu. Saya akan mengajak Anda kembali mereview postingan terdahulu.

Bagian Tersulit Menulis Adalah Menulis

Dalam postingan sebelumnya, telah saya sampaikan jawaban Grant Snider atas pertanyaan hal tersulit dlam menulis. Simak kembali di sini. Karikatur Snider itu sepertinya sejalan dengan ungkapan Nora Ephron, penulis buku “I Remember Nothing” dan buku-buku laris lainnya.

“The hardest thing about writing is writing” –Nora Ephron.

Ephron menyatakan, bagian tersulit dari menulis adalah menulis itu sendiri. Artinya, sepanjang Anda sudah melakukan tindakan menulis, maka berbagai kesulitan akan bisa diatasi. Ephron ingin berpesan kepada kita semua, seperti pesan Grant Snider melalui karikaturnya, bahwa Anda harus menulis terlebih dahulu.

Maka, menulislah. Jika tidak pernah menulis, kesulitan apapun tidak akan pernah bisa diatasi. Berbagai kesulitan dalam proses menulis, bisa ditemukan solusinya sepanjang Anda benar-benar menulis. Bukan hanya diam dan mengidamkan memiliki karya tulis. Menulislah, agar semua kesulitan Anda terangkat dan teratasi.

Yang sulit bukan soal tata bahasa, bukan soal cara menyusun kalimat dan membuat paragraf. Karena hal-hal kebahasaan seperti itu bisa dipelajari sambil berproses menulis. Ternyata yang paling sulit –menurut Snider, adalah ‘muncul’. Sedangkan menurut Nora Ephron, adalah menulis itu sendiri.

Jika Anda menyeret diri ke tempat menulis, lalu Anda mulai menuangkan ide, perasaan, pikiran ke dalam kata-kata, maka pada saat itu berbagai kesulitan akan semakin definitif. Setiap kalimat, setiap paragraf, setiap bab yang Anda tulis, akan menjadi proses berkelanjutan yang membuat Anda semakin terbebas dari kesulitan menulis.

Mengisi Halaman Kosong

Sekarang saya ajak Anda bertanya kepada Harry Heckel. Menurut Heckel, bagian tersulit dari menulis adalah mengisi halaman kosong dengan kata-kata. Tatkala ia membuka laptop, kemudian mulai mengoperasionalkan MSWord, akan segera tampak halaman kosong di hadapannya. Tugas dia adalah mengisi halaman kosong itu dengan kata-kata. Ini bagian paling sulit, menurutnya.

“The hardest part of writing for me is filling a blank page with words. That’s always my first priority, so I try not to edit too much while I’m doing the first draft” –Harry Heckel

Ketika ia berhasil mengisi halaman pertama yang kosong, ia akan bertemu halaman kedua yang masih kosong. Begitu seterusnya. Satu halaman berhasil dipenuhi dengan kata-kata, segera bertemu halaman berikutnya yang kosong belum terisi. Maka ia berusaha mengisi halaman kosong tersebut dengan kata-kata.

“Itu selalu menjadi prioritas pertama saya. Jadi saya mencoba untuk tidak mengedit terlalu banyak saat saya sedang menulis”, ujar Heckel. Ia memilih fokus menulis sampai selesai, baru melakukan editing atau penyuntingan.

“Saya melakukan yang terbaik, untuk membatasi diri sendiri dalam mengedit ejaan dan tata bahasa, ditambah pemeriksaan setelah selesai menulis setiap bab”, ujar Heckel. Ia tidak ingin terjebak dalam proses editing di saat menulis, karena hal inilah yang sering kali membuat proses menulis menjadi lama dan rumit.

“I do my best to limit myself to a spelling and grammar check plus a read-through after the end of each chapter” –Harry Heckel.

Fokus Mengisi Halaman Kosong

Sebagaimana pesan Heckel, hendaknya Anda lebih fokus kepada upaya mengisi halaman kosong yang ada di hadapan Anda. Tuangkan ide, tuliskan pengalaman, sampaikan pendapat, curahkan perasaan, dalam bentuk tulisan. Untuk memenuhi halaman-halaman kosong yang Anda dapatkan dalam program MSWord.

Banyak penulis terjebak dalam proses mengedit di saat mereka tengah menulis. Dampaknya, “halaman kosong” yang disebut Heckel itu, tidak segera terisi. Baru menulis satu kalimat, langsung sibuk mengedit. Baru menulis satu paragraf, langsung tergoda memperbaiki. Ini menjadi proses yang lama.

Matikan ‘instik editor’ Anda saat menulis. Fokus saja pada menulis hingga selesai satu bagian tertentu. Jika Anda menulis buku, bisa berhenti untuk mengedit pada setiap bagian. Jika Anda menulis naskah pendek, seperti artikel atau cerpen, lebih baik Anda selesai menulis terlebih dahulu, baru melakukan editing.

Ini yang dimaksud oleh Heckel sebagai mengisi halaman kosong. Pastikan halaman di hadapan Anda sudah penuh tulisa. Jangan tergoda untuk mengedit di saat Anda tengah asyik menulis.

Bahan Bacaan

Kris Spisak, Authors on Editing : Interview with Harry Heckel, https://kris-spisak.com

Grant Snider, What Is the Hardest Part of Writing? 10 Juli 2020, https://www.nytimes.com/

https://quotefancy.com/quote/877343/Nora-Ephron-The-hardest-thing-about-writing-is-writing

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.