.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“How many times have you gotten to the end of the day and realized you haven’t written anything at all?” –Blake Powell, 2017
.
“Aku akan menulis besok”, adalah kalimat penundaan yang berpotensi menjadi kebiasaan. “Sebab, hari ini aku sangat lelah. Sangat padat agendaku. Tentu aku berhak istirahat”.
Ternyata besok jadwal Anda lebih padat lagi. Lalu hal sama Anda katakan kepada diri sendiri. “Aku akan menulis besok”. Andapun menerima ajakan itu, dan hari ini –sebagaimana hari-hari lainnya, berlalu tanpa ada sedikitpun tulisan.
“You start each day with the intention to be a better writer” –Blake Powell, 2017
Mensyukuri Kesibukan
Salah satu alasan paling klasik dan paling banyak digunakan adalah kesibukan. Sangat banyak orang menuding kesibukan sebagai biang kerok atau kambing hitam, sehingga tidak bisa melakukan ini dan itu. Semua kelalaian dari menjalankan komitmen, diarahkan alasannya kepada kesibukan.
Jika itu alasannya, maka hal yang harus kita luruskan adalah cara pandang terhadap kesibukan. Saya ajak Anda untuk mensyukuri nikmat sibuk. Bukan menyalahkan, bukan pula menjadikannya sebagai kambing hitam.
“Sometimes, you loudly proclaim, ‘I will write more today than I ever have’ –to the stars when no one is listening and when everybody else is asleep. It makes you feel powerful” –Blake Powell, 2017
Pertama, bersyukurlah jika kesibukan Anda dalam kebaikan. Sebab semua kesibukan Anda akan memberikan makna, dunia dan akhirat. Tidak ada yang sia-sia. Anda harus mempertahankan kesibukan tersebut, karena makin Anda sibuk, makin banyak kebaikan yang Anda hasilkan.
Kedua, jangan pernah sibuk dalam keburukan, kejahatan atau kesia-siaan. Cermati semua jenis kesibukan yang menghanguskan waktu-waktu Anda. Yakinkah Anda, bahwa semua kesibukan itu telah berada dalam bingkai kebaikan? Bukan dalam bingkai keburukan ataupun kesia-siaan?
Ketiga, miliki dan tetapkan prioritas. Ada sangat banyak jenis kebaikan dan hal positif bisa kita lakukan. Namun waktu dan tenaga kita sangat terbatas. Ada sangat banyak hal yang ingin kita lakukan dan kita kuasai, lagi-lagi sumber daya dan kemampuan manusia sangatlah terbatas. Maka miliki dan tetapkan prioritas.
Keempat, lakukan pemetaan. Setelah Anda yakin bahwa semua kesibukan Anda berada dalam kebaikan, maka Anda harus memetakan semua kegiatan yang menyibukkan tersebut. Kegiatan manakah yang akan masuk daftar prioritas? Kegiatan mana pula yang tidak masuk kategori prioritas? Dari situ Anda akan menemukan jawaban.
Apakah Menulis Masuk Daftar Prioritas?
Jika menulis masuk daftar prioritas, maka Anda harus mengalokasikan waktu, perhatian dan tenaga untuk menulis setiap hari. Anda tidak boleh lagi menerima alasan kesibukan yang membuat tidak menulis. Mengapa Anda harus menulis setiap hari? Karena menulis masuk dalam daftar prioritas. Dengan demikian, menulis termasuk salah satu hal yang membuat Anda sibuk.
“But as you go through the day, you notice your energy levels dwindle and you’re faced with massive amounts of doubt about your writing dream — and this uncertainty can be crippling” –Blake Powell, 2017
Dengan cara seperti ini, akan lebih mudah menghantarkan Anda menapaki anak tangga menuju sukses. Sangat sulit bagi kita untuk sukses dalam semua bidang dan semua hal. Dengan kemampuan, waktu dan sumber daya terbatas, kebanyakan manusia hanya akan sukses serta menonjol dalam bidang-bidang tertentu.
Namun jika menulis tidak masuk dalam daftar prioritas Anda, jangan menyalahkan diri sendiri jika Anda tidak pernah memiliki karya tulis apapun di sepanjang kehidupan. Berhentilah berharap menjadi penulis, dan akhiri semua proses pembelajaran menulis. Sebab hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga, jika mengikuti kelas-kelas menulis berbayar, namun ternyata menulis bukan prioritas bagi diri Anda.
Tentu saja tidak semua orang harus menjadi penulis, sebagaimana tidak semua orang harus menjadi pelukis. Tidak semua orang harus menjadi chef. Tidak semua orang harus menjadi anggota mancing mania, goweser, ataupun traveler. Masing-masing memiliki prioritas yang berbeda, maka relakan saja jika memang menulis bukan hal yang harus Anda tekuni.
“Because feeling stuck is a choice; so you can either choose to be stuck and stop being in motion, or you can choose to break through your blocks and create” –Blake Powell, 2017
Jika menulis bukan prioritas, Anda tidak akan menulis apapun, meskipun Anda memiliki sangat banyak waktu luang. Meski ada hari yang libur, istirahat, tidak ada kesibukan rutin, namun Anda tidak akan menulis. Karena menulis tidak masuk daftar prioritas.
Sekarang sudah semakin jelas, bahwa “tidak menulis” itu bukan karena alasan kesibukan. Namun karena masuk daftar prioritas, atau tidak masuk prioritas. Jika menulis masuk daftar prioritas, maka menulis adalah salah satu yang membuat Anda sibuk setiap hari. Yang ketika ada teman mengajak Anda nonton film ke bioskop, Anda mengatakan ‘Saya sangat sibuk’.
“Berapa kali Anda sampai di penghujung hari dan menyadari bahwa Anda belum menulis apapun? Mungkin sangat banyak”, ujar Blake Powell (2017).
Memecah Segala Kesulitan
“Luckily, it’s possible to reframe your problems as opportunities that will actually help you overcome your struggles, rather than simply viewing them as insurmountable obstacles to your problems” –Blake Powell, 2017
Setelah Anda menetapkan menulis menjadi salah satu prioritas dalam kehidupan, segera lakukan tindakan nyata. Miliki zona waktu menulis (ZWM), miliki zona tempat menulis (ZTM), miliki sarana khusus menulis (SKM). Ini bukti kesungguhan Anda. Bukti komitmen And yang telah memilih menulis sebagai salah satu prioritas dalam kehidupan Anda.
Aktivitas rutin menulis setiap hari, akan membuat Anda semakin jeli memahami dunia tulis menulis. Anda akan semakin mengerti, di bagian apakah Anda menemukan kesulitan? Dengan demikian, akan semakin mudah pula dalam mencari penyelesaian atau solusi permasalahan.
Tanpa aktivitas menulis rutin, kesulitan itu tidak definitif. Seperti contoh beberapa pertanyaan dan pernyataan yang biasa muncul di kelas menulis berikut ini”
“Saya bingung mau memulai menulis dari mana?”
“Saya tidak tahu akan menulis apa?”
“Sebaiknya menulis diawali dengan kata apa?”
“Saya tidak punya mood untuk menulis”.
“Saya sangat sulit menulis. Bisakah dibantu?”
“If used right, adversity can be your biggest asset in building up your writing stamina” –Blake Powell, 2017
Semakin definitif kesulitan yang Anda temukan, semakin spesifik pula pola menemukan jawaban. Sebab kesulitan benar-benar ditemukan dari praktik menulis. Bukan dari khayalan, atau ketakutan dan kekhawatiran.
“Anda dapat mengubah masalah sebagai peluang yang benar-benar membantu Anda dalam mengatasi setiap kesulitan”, ungkap Powell. “Jika mempu menggunakan dengan benar, kesulitan justru dapat menjadi aset terbesar dalam membangun stamina menulis Anda. Namun jika diabaikan atau disalahpahami, kesulitan akan mengancam kreativitas kepenulisan Anda”, tambahnya.
Selamat menulis, selamat mengubah dunia melalui kata-kata.
Bahan Bacaan
Blake Powell, How to Be Unstoppable and Write Every Day, 26 Mei 2017, https://writingcooperative.com/