Kembali
Dunia Buku

Berapa Biaya Mencetak Sebuah Buku?

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Semenjak membuat Kelas Emak Punya Karya (EPK) dan Bapak Punya Karya (BPK), saya banyak mendapat pertanyaan tentang biaya penerbitan sebuah buku. Kelas EPK dan BPK adalah bimbingan pembuatan buku solo atau buku mandiri. Hasil akhirnya adalah, setiap peserta harus membuat buku mandiri, bukan antologi.

Sebagian peserta bahkan mengira saya bisnis percetakan atau penerbitan buku. TIDAAAAAK !!! Saya hanya ingin mengajari Anda bagaimana CARA membuat buku. Saya ingin Anda membuat buku berkualitas. Bukan buku asal terbit. Saya bimbing Anda dengan penuh ketelitian.

Perkara menerbitkan atau mencetak buku, itu sangat mudah. Itu sangat teknis. Mudah bingits. Mudah binguts. Mudah bangets. Terserah mau pakai kata yang mana. Pokoknya mudah. Ada ribuan penerbit, ada ribuan percetakan. Di setiap kota besar pasti ada penerbit dan percetakan. Jadi jangan risaukan Anda menerbitkan buku dimana.

Bebaaaaassss merdeka !!! Anda boleh menerbitkan dan mencetak dimanapun yang Anda suka. Karena ini perkara sangat teknis dan sangat mudah. Semudah mencetak undangan nikah. Percayalah, amat sangat mudah.

Sekali lagi, saya tidak bisnis penerbitan dan percetakan buku. Saya hanyalah mentor menulis dan membuat buku. Ingin mengajari dan membimbing Anda bagaimana membuat sebuah buku.

Kali ini saya akan menunjukkan kepada Anda beberapa komponen biaya dalam penerbitan sebuah buku. Anda boleh membandingkan dengan penerbit yang ada di kota Anda masing-masing. Agar Anda tahu bahwa menerbitkan buku itu, biayanya bukan hal yang pasti.

Sebagian orang mengira, pertanyaan tentang harga cetak sebuah buku bisa dijawab dengan seketika. Dikiranya, sama dengan pertanyaan, “Berapa harga 1 kg gula pasir?” Untuk 1 kg gula pasir, jawabannya dengan mudah bisa disebutkan, sekitar Rp 11.000 sampai Rp. 13.000. Nah, harga cetak buku tidak bisa dijawab dengan cara seperti itu.

Untuk menerbitkan sebuah buku, dimulai dengan ketersediaan naskah. Setelah naskah siap, berikut beberapa jenis pekerjaan, sampai menjadi sebuah buku. Ini adalah gambaran penerbitan secara indie, tidak menggunakan penerbit mayor.

KOMPONEN YANG MEMENGARUHI BIAYA CETAK BUKU

Berikut saya tunjukkan komponen pekerjaan pracetak, sampai naskah siap dibawa ke penerbit atau percetakan. Jika pekerjaan pracetak Anda kerjakan sendiri, maka tentu gratis, tanpa biaya. Namun jika Anda lakukan outsourcing —yaitu diserahkan kepada pihak profesional, maka tentu berbiaya.

 Komponen PekerjaanDikerjakan sendiriOutsourcing (Kisaran Perkiraan Harga) *
 ProofreadingRp. 0,-Rp. 1.000 – 5.000 / halaman
 EditingRp. 0,-Rp. 10.000 – 20.000 / halaman
 Setting / Lay outRp. 0,-Rp. 1.000 – 5.000 / halaman
 Cover bukuRp. 0,-Rp. 100.000 – 700.000
 Pengurusan ISBNRp. 0,-Gratis
 Percetakan Tergantung banyak faktor

Besaran biaya yang saya cantumkan tersebut hanya perkiraan umum. Bisa berubah sewaktu-waktu, dan bisa berbeda-beda. Tergantung lembaga / personal yang menangani pekerjaan tersebut. Juga tergantung dari kerumitannya.

Contoh, melakukan lay out buku berjenis text book, lebih mudah dan sederhana, dibandingkan dengan buku yang banyak gambar dan variasi. Lay out text book hitam putih, lebih mudah dibandingkan dengan buku bergambar full color. Nah, wajar jika harga pengerjaan lay out bisa sangat berbeda.

Seperti sudah saya sampaikan di depan, mencetak buku, tidak sama dengan membeli gula pasir. Harga gula pasir, tidak akan jauh berbeda. Satu toko dengan toko lainnya, tidak akan terlalu mencolok perbedaannya.

Namun untuk menerbitkan buku, setiap penerbit memiliki standar harga yang berbeda-beda. Tidak ada standar harga buku. Maka perkiraan biaya ini sangatlah kasar. Untuk mendapat biaya yang pasti, harus langsung bertanya kepada penerbit / percetakan yang ditunjuk.

Komponen yang memengaruhi harga cetak buku di penerbitan / percetakan.

  1. Jumlah halaman buku : makin banyak jumlah halamannya, makin mahal harganya
  2. Ukuran buku : makin rumit ukurannya (tidak standar), makin mahal harganya
  3. Jenis kertas : makin tebal kertasnya, makin mahal harganya
  4. Jenis tinta isi buku : fullcolor lebih mahal daripada hitam putih
  5. Jenis cover : hardcover, lebih mahal daripada cover biasa
  6. Bentuk buku : makin rumit bentuknya, makin mahal harganya
  7. Jumlah eksemplar cetak : makin banyak jumlah eksemplar buku, makin murah harga satuannya

CONTOH PERKIRAAN HARGA CETAK BUKU SECARA INDIE DI YOGYAKARTA

Berikut saya sampaikan contoh perkiraan biaya cetak buku, dengan melakukan perbadingan pada tiga penerbit indie yang ada di Yogyakarta. Harga bulan Agustus 2020.

Contoh di bawah ini, untuk buku dengan spesifikasi sebagai berikut : ukuran buku 14 x 21, kertas Bp72, tebal buku 300 halaman, cover (biasa) dengan spot UV dan emboss.

  • Penerbit Md

Biaya cetak 100 eksemplar = @ 39.100 = Rp. 3.900.000

  • Penerbit Ag

Biaya cetak 100 eksemplar = @ Rp 41.000 = Rp 4.100.000

  • Penerbit Di

Biaya cetak 100 eksemplar = @ 50.500 = 5.500.000

Dari tiga penerbit ini saja, sudah tampak perbedaan yang nyata. Kisaran harga Rp. 39.100 hingga Rp. 50.500 per buku, jelas sangat berbeda secara nyata. Jika mencetak 100 eksemplar, kisaran total biaya dari Rp. 3,9 juta hingga Rp. 5,5 juta. Selisih Rp. 1,4 juta sendiri.

Jika menerbitkan 500 eksemplar buku, harga satuannya menjadi lebih murah. Apalagi jika menerbitkan di atas 1.000 eksemplar, semakin murah lagi. Intinya, makin banyak jumlah eksemplar yang dicetak, makin murah biaya satuannya.

Jika Anda ingin penerbit yang lebih mahal dari contoh (3), ada. Jika ingin penerbit yang lebih murah dari contoh (1), juga ada. Benar-benar tidak ada standar. Harga cetak di kota-kota lain, bisa berbeda pula.

Demikian gambaran singkat komponen biaya penerbitan buku dengan indie, di Yogyakarta. Gambaran harga tersebut di bulan Agustus 2020.

MENGAPA HARGA DI TIAP PENERBIT BISA BERBEDA-BEDA?

Buku yang sama, jika diterbitkan di penerbit yang berbeda, harga cetaknya bisa berbeda. Mengapa bisa berbeda harga, dengan perbedaan yang tajam? Tentu ada sangat banyak faktor, yang membuat harga bisa berbeda-beda.

Di antara penyebab perbedaan harga tersebut adalah:

  • Kualitas penerbit indie

Ada penerbit yang sudah lama dan terpercaya, ada penerbit yang baru saja berdiri dan belum dikenal kualitasnya. Yang sudah lama dan tetap eksis, berarti sudah banyak pengalaman. Yang baru berdiri, berarti belum banyak pengalaman.

  • Kualitas mesin cetak

Sangat banyak jenis dan kualitas mesin cetak. Ada penerbit indie yang membeli mesin terbaru. Ada penerbit indie yang menggunakan mesin-mesin kuno. Merk mesin cetak juga sangat berpengaruh terhadap kualitas cetakan.

  • Profesionalitas penerbit

Pada penerbit yang lebih profesional, mereka berani menggaransi ketepatan waktu dan kualitas hasil. Dengan demikian, tidak terjadi kemunduran dari jadwal terbit. Mereka juga menggaransi apabila terjadi kesalahan cetak, sepenuhnya akan diganti.

AGAR MENERBITKAN BUKU SECARA MURAH MERIAH

Melihat komponen biaya yang harus dikeluarkan untuk menerbitkan sebuah buku, bisa membuat penulis pemula enggan untuk menerbitkan buku. Maka supaya bisa menerbitkan buku secara murah meriah, kerjakan semua komponen pracetak secara mandiri.

Lakukan proofreading dan editing mandiri, ini sudah menghemat sangat banyak biaya. Jika melakukan outsourcing, biaya editing yang paling mahal. Namun tentu saja, mahalnya biaya editing ini akan terbayar dengan kualitas hasil yang prima. Buku Anda tampil elegan, dan tidak ‘memalukan’, karena ditangani editor profesional.

Selanjutnya, lakukan setting / lay out buku secara mandiri. Jika Anda mengerti teknologi lay out buku, ini bukan pekerjaan sulit. Bisa dipelajari. Jika dikerjakan sendiri, ini juga menghemat biaya.

Selanjutnya, desain cover buku Anda secara mandiri. Sekarang sudah banyak desain cover yang disediakan secara gratis, misalnya menggunakan aplikasi Canva dan yang semacamnya.

Jika Anda menerbitkan buku antologi, maka jenis-jenis pekerjaan tersbut bisa Anda bagi-bagi kepada peserta. Dengan demikian, bisa bekerja sama secara efisien dan ekonomis. Tinggal memikirkan biaya cetak yang ditanggung secara kolektif oleh peserta antologi.

Demikianlah cara menerbitkan buku secara ekonomis. Namun tentu saja kualitasnya, sekadar dengan kualitas si pembuat buku. Bukan kualitas profesional. Semua pilihan, ada plus dan minusnya. Tak ada pilihan sempurna.

.

Ilustrasi foto mesin cetak : diambil dari wikipedia

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.